
Entah sudah berapa kali Hera memberi maaf yang lapang untuk Laksya, lelaki yang tak pernah cukup dengan satu wanita di sisinya.
Pagi ini mata Hera masih begitu sembab karena seminggu yang lalu ia harus menangis tergugu, karena ia memergoki Laksya pergi berkencan dengan teman sekelasnya, Anita.
Flashback
“Eh Ra, itu bukannya Laksya sama Anita ya?", tanya Venus
"Ahh masa sih Ven, Laksya bilang dia mau ke rumah neneknya jadi dia nolak buat diajak keluar sama gue tadi", jawab Hera dengan tenang
"Tapi tapi liat itu deh sekarang", tunjuk Venus ke arah dua sejoli yang tengah damai menikmati waktu mereka
Dan sontak saja saat menoleh, tepat di seberang Hera dan Venus telihat Laksya sedang mengeratkan pelukannya pada seorang wanita yang tak lain adalah Anita
Hati Hera sangat perih, tapi dia tidak bisa menangis. Kali ini Hera tidak diam saja, ia memberanikan diri untuk mengambil langkah tegas
"Harus disamperin tuh bocah", ucap Hera diiringi gertakan sempurna di giginya
"Gue setuju, gue ikut", sahut Venus sambil menyusul langkah Hera
Melihat Hera, Laksya seketika gelagapan dan berusaha mencairkan suasana dengan sapaan pada Hera
"Loh kamu di sini jugaa, tadi aku aabis dari rumah nenek ga sengajaa ketemu Anitaa tadi, jadi sekalian makan di sini kita.. yakaan Nit?" ungkap Laksya dengan sangat tidak jujur
Melihat itu Hera hanya menyunggingkan senyum getir ke arah Anita dan Laksya
"Sekarang udah jelas dan yaa aku liat gimana aslinya kamu selama ini"
"Langsung aja deh Laks, aku udah capek sama semua ini. Udah berapa kali dan mau sampe kapan? Kamu ga mikir perasaanku, kamu cuma mau senang terus. Udah ya, kita sampe di sini.. makasi dan maaf buat semuanya", terang Hera dengan sangat tegar
Saat Laksya akan menyangkal ucapan Hera Venus langsung membawa Hera cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"Udah cukup, jangan usik hidup sahabat gue lagi.. bajingan", tukas Venus sambil berlalu pergi
Yap, Laksya hanya terdiam tidak percaya, ia benar-benar belum menerima semua itu
"arrghh... kok bisa gue gatau kalo ada Hera disini", ucap Laksya sambil mengacak rambutnya dengan kasar
"Nit, lo pergi dari sini.. gue lagi pening sekarang, please", pinta Laksya
Anita yang merasa tidak dipedulikan pun langsung melenggang pergi, ia juga kesal pada Laksya yang ternyata hanya menjadikannya sebagai kekasih bayangan, mungkin?
__ADS_1
Saat ini Hera dan Venus sedang berboncengan menuju ke arah pulang, tidak ada sepatah kata pun di antara mereka. Venus yang sedang menyetir memilih fokus, sedang Hera ia sedang menangis pilu tanpa suara.
"Mungkin ini yang terbaik Hera, sekarang gue harus fokus karena sebentar lagi mau kululusan.. gue harus bisa jadi yang terbaik buat diri gue juga orang tua gue. Ada yang lebih penting dari Laksya, itu masa depan gue" batin Hera
Flashback off
••
Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu, selama di sekolah Laksya bukan diam saja, saat ada kesempatan ia selalu berusaha menemui Hera. Namun Hera sudah benar-benar bulat dengan keputusannya, alhasil Hera selalu berhasil menghindar dari kejaran Laksya.
Telebih saat ini juga sedang berlangsung ujian akhir sekolah, Hera memilih untuk fokus menyelesaikannya dengan baik. Walau tak dipungkiri, saat ini kondisi hati dan pikirannya sedang benar-benar kacau. Hera seperti kehilangan dunianya meski pada kenyataannya tidak seperti itu.
Di belahan bumi yang lain terlihat ada seorang lelaki bernama Adam yang hampir frustasi di depan layar laptop, ia merutuki banyaknya tumpukan tugas yang harus ia selesaikan. Dan yap, Adam sebentar lagi akan segera menuntaskan kuliahnya, jadi sekarang hari-harinya benar-benar disibukkan dengan skripsi, hahaha.
"Yuk bisa yuk, kelar skripsi langsung nikah", ucap Adam pelan dengan maksud untuk menyemangati dirinya sendiri yang juga sudah sangat jenuh dengan dunia per-skripsian.
"Oke deal, selesai skripsi mama carikan jodoh buat kamu. Taun ini harus lulus ya anak mama", sahut Mama Ester sambil berjalan menuju ke arah putra sulungnya itu
Adam yang tidak menyadari keberadaan Mama Ester pun terlonjak kaget, karena ia tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Loooohhhh, sejak kapan Mama ada disitu yaampuuun!!", tanya Adam
"Ehh Maa, tumben banget mukanya pucet? Mama sakit?", tanya Adam mengalihkan topik
"Pucettt??? engga kok Dam.. Mama sehat cuma agak lemes aja hari ini. Udah.. fokus tuh selesain skripsinya jangan di tunda-tunda. Mama ke bawah dulu ya, mau masak", jawab Mama Ester
"Siapp ibu negara!!"
"Nanti soal nikah, mama udah siapin kok calonnya", gurau Mama Ester sambil melenggang pergi
"Maaa, Adam gaa serius lo ngomongnya", teriak Adam
Mendengar teriakan putranya, Mama Ester hanya tersenyum lebar sambil terus melajukan langkahnya menuju dapur untuk menyiapkan masakan makan siang.
Saat sedang asik memasak tiba-tiba saja Mama Ester merasakan sakit yang sangat pada kepalanya. Sebenarnya sejak pagi tadi wanita paruh baya itu sudah merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya, namun ia memilih untuk tidak terlalu mempedulikannya.
Saat akan mengambil air putih di meja makan, Mama Ester tak sengaja malah memecahkan gelas karena rasa sakit yang dirasakan Mama Ester semakin kuat dan dia sudah benar-benar tidak tahan lagi bahkan untuk berjalan saja sekelilingnya terasa berputar. Sedetik kemudian Mama Ester jatuh pingsan, tidak sadarkan diri.
Adam yang mendengar suara gelas pecah langsung bangkit dari kesibukannya dan berlari keluar kamar menuju lantai bawah khawatir jika terjadi apa-apa pada Mamanya.
Dan benar saja, baru saja sampai di ambang tangga kekhawatiran Adam nyata terjadi begitu saja. Ia bergegas turun melihat Mama Ester yang sudah tergeletak di lantai, Adam yang panik pun langsung berteriak memanggil orang-orang rumah dan berlari untuk segera membopong tubuh Mama nya itu.
__ADS_1
"Paaaahhhh....Mama Paaaahhh", teriak Adam
"Ditttt...Paapaahhh tolongin", teriak Adam sekali lagi dengan suara gemetar
Suami Mama Ester, Papa Arsa yang berada di taman depan cukup heran mendengar teriakan dari putranya. Karena sebelumnya tidak pernah ia mendengar teriakan keras dari putra sulungnya itu.
"Tumben banget Adam teriak-teriak", sambil mematikan kran air yang ia gunakan untuk menyiram tanaman.
Setibanya Papa Arsa di dalam rumah, kakinya begitu lemas karena melihat orang yang dia cintai tergolek lemah di pangkuan anak sulungnya. Di sana juga terlihat ada Adit, anak kedua mereka
"Alllahuu akbaaarrr... Dam..Mama kamu kenapa? Kok bisa sampe kayak gini", ucap Papa Arsa sambil menahan tangis
"Adam juga gatau Pah.. tapi tadi Adam denger suara gelas pecah terus pas turun ternyata Mama udah pingsan", jelas Adam yang masih berusaha menenangkan dirinya sendiri
Tak menunggu lama Papa Arsa, Adit, juga Adam memutuskan untuk membawa Mama Ester ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang terbaik.
"Cepet bawa mobilnya, Dit. Biar Papa sama kakakmu yang pegangin Mama", ucap Papa Arsa
"Oke bentar, aku ambil dulu mobilnya", jawab Adit yang juga panik
15 menit berlalu kini mereka sudah sampai di RS. Kersane Gusti yang mana Mama Ester langsung dibawa menuju IGD rumah sakit untuk mendapat pertolongan sesegera mungkin.
Singkatnya setelah menjalani rangkaian pemeriksaan, Mama Ester dipindahkan ke ruang VIP. Namun mereka bertiga harus menelan kecewa setelah mendengar penjelasan dari dokter terkait kondisi Mama Ester, karena penyakit Mama Ester ternyata kambuh lagi. Alhasil Mama Ester harus rawat inap selama beberapa hari.
Syukur terus terucap sebab kondisi Mama Ester terus membaik setiap harinya. Saat sedang makan disuapi Adit, perhatian Mama Ester tertuju pada Adam yang terlihat sedang fokus menatap layar laptop sambil sesekali menatap langit-langit berharap ia bisa menemukan inspirasi untuk segera menyelesaikan skripsinya.
"Dam, skripsi kamu gimana?", tanya Mama
"Amaan kok Ma, ini juga sambil jagain Mama sambil ngerjain skripsinya. Makanya sehat-sehat yaa Ma, biar Adam juga bisa tambah semangat selesai skripsinya", jawab Adam dengan hangat diiringi senyum manisnya
"Oke baguslah kalo gitu", sahut Mama Ester sambil senyum-senyum sendiri. Entahlah apa yang sedang memenuhi ruang pikiran wanita paruh baya itu.
Sebenarnya Adam sempat tidak ingin melanjutkan kuliah. Karena ia ingin langsung mencecap dunia kerja, ya meskipun Adam lahir di keluarga yang serba berkecukupan tekadnya begitu kuat untuk bisa sukses dari hasil jerih payahnya sendiri.
Papa Mama nya sudah beberapa kali meminta Adam untuk kuliah, tapi permintaan itu ditolaknya dengan halus. Hingga tibalah waktu dimana Adam luluh dengan rayuan dari Mama Ester, akhirnya pada tahun 2018 lalu Adam memutuskan untuk kuliah.
Ya bisa dibilang Adam telat kuliah, karena saat menjadi mahasiswa baru ia sudah berusia 20 tahun. Tapi itu bukan masalah sebab Adam juga tergolong sebagai mahasiswa yang berprestasi. Sambil kuliah Adam juga menyambi dengan kerja paruh waktu di sebuah rumah makan ternama milik Papa nya.
Keren kan?
Dan sekarang Adam sudah ada di tahap akhir perkuliahan, yap.. selangkah lagi ia akan segera menyandang status sarjana di usia 24 tahun.
__ADS_1