Selaksa Takdir

Selaksa Takdir
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, kini saatnya Hera dan rombongan siswa SMA Wiryata Loka memulai perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta.


"Vennn ayooo buruuuan, koper lo taruh bagasi kita udah telat nih", ucap Hera yang mulai kesal dengan sahabatnya


"Iyaaa iyaa bentar napa, berat tau", ketus Venus


"Sini..sini, Om aja yang bantuin angkat kopernya. Venus langsung naik aja", ucap Papa Tras


"I..ii..ya Om Tras, makasii ya Om. Maafin Venus ya Om, udah sering ngerepotin", tutur Venus sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal


"Buuruuu masuk Venuuus", pinta Hera dari dalam mobil


"Iyaaa bentar dih, sabarrr ini jalan", sahut Venus


Dua puluh menit berlalu, kini Venus dan Hera sudah sampai di gerbang sekolah.


"Paa.. Hera sama Venus berangkat dulu ya. Makasi yaa Pa udah anterin kami", ucap Hera


"Iyaa ati-ati ya Dek di sana, kabarin Abang mu kalo udah sampe di hotel. Nanti biar Abang yang nyusulin ke tempat kamu", pinta Papa Tras


"Dek nanti antimo nya langsung diminum, jangan sampe mabok nanti kamu nyusahin teman sebangkumu", sambung Papa Tras


"Siap bos besar, pasti dilaksanakan. Yaudaah ya Pa. Assalamualaikum", pamit Hera sambil mencium tangan Papa nya yang diikuti oleh Venus


Selepas berpamitan dengan Papa Tras. Baik Hera maupun Venus langsung masuk dan segera menuju papan pengumuman untuk melihat bus mana yang akan mereka tumpangi.


Setelah mendapat informasi Hera dan Venus ternyata satu bus. Saat akan menempatkan barang bawaannya di bagasi bus, Hera dan Venus dibantu oleh kawan mereka. Dani, Haikal, dan Dicky


"Tengss ya guys udah bantuin", ucap Venus ramah


"Okeeeh, buru gih masuk. Oiya Ra.. lo sebangku sama Arga tadi gue liat soalnya bangku lo sejajar ama bangku gue", jelas Haikal


"Waah, tengss ya Kal", ucap Hera yang tampak senang


Tapi tentu tidak demikian, Hera merasa canggung karena pasti selama perjalanan Hera akan sangat merepotkan Arga. Setelah itu Hera dan Venus langsung masuk ke dalam bus menuju tempat duduk masing-masing.


Ternyata di sana sudah ada Arga yang terlihat asik dengan ponselnya, Arga sengaja tidak duduk di dekat jendela karena ia memang benar-benar tahu jika Hera sangat suka duduk di dekat jendela


"Gaa permisi, gue boleh ke situ?", tanya Hera


"Eh.. Hera.. iya silakan silakan", jawab Arga dengan santun


Saat Hera sudah duduk, ia lekas memasang masker karena ia sangat tidak bisa menaiki kendaraan semacam ini. Hera akan mabuk perjalanan, jadi dia sudah menyiapkan obat-obatan pribadinya.


"Gaa.. ac nya gue matiin, ya. Gue ga tahan dingin banget"


"Lo ga betah dingin Ra?"


"Betah sebenernya, cuma kalo di bus gue selalu gini. Sorry yaa gue jadi gaenak sama lo, Ga"


"Ohh iyaiyaa... santaii gue selalu siap siaga kok"


Baru 15 menit bus melaju, Hera sudah mual tak karuan. Tapi dia masih berusaha menahan agar tidak sampai muntah. Menyadari gelagat yang tidak biasa dari Hera, Arga mulai panik


"Ra.. lo gapapa kan?", tanya Arga


Hera hanya menggangguk kepala karena ia sudah tidak tahan dengan mualnya. Arga peka dengan situasi ini dan ia lekas membuka kantong plastik, tidak lama berselang


Hueeeek..


Hera memuntahkan seluruh isi perutnya. Melihat itu Arga hanya menatap tidak tega, ia pun membawa tangannya mengelus punggung Hera.

__ADS_1


"Raa.. pucet banget muka lo. Makan ya? gue suapin abis tu minum obat ya", tawar Arga


Hera yang sudah pusing tak karuan pun hanya mengangguk pasrah.


Setelah makan dan minum obat, Hera pun tertidur di bahu Arga. Entahlah bagaimana perasaan Arga kali ini, antara senang sebab Hera pada akhirnya bisa berdekatan dengan dirinya atau sedih karena melihat orang yang dia sayangi harus seperti ini.


Ya meskipun mabuk perjalanan itu tidak berlangsung lama, tapi Arga benar-benar tidak tega.


Tujuh jam berselang, mereka pun tiba di Yogyakarta dan langsung menuju ke penginapan yang telah ditentukan, Hotel Grand Rindu


"Ra.. bangun, udah sampe nih", ucap Arga lembut


Hera pun hanya menganggukkan kepalanya. Venus yang berada pada dua kursi di belakang Hera pun menjemput sahabatnya untuk segera turun dan mengambil barang bawaan mereka di bagasi. Venus sebenarnya khawatir pada kondisi Hera, karena dia paham betul kalau sahabatnya itu sangat tidak tahan dengan perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum seperti ini


"Ga makasih yaa, maaf banget gue ngerepotin lo and thanks yaa pundaknya nyaman banget.. pules banget gue tidurnya hehe", ucap Hera tulus


"Hehe.. sama-sama Ra, get well soon ya Ra", jawab Arga


Di detik yang sama Arga tentu berbunga-bunga mendengar penuturan Hera barusan. Venus yang baru saja melihat Hera langsung berujar panjang lebar.


"Yaaampuuun Heraaa, pucet banget muka lo. Haduh pasti abis mabok ini bocah, sorry yaa Ga. Hera pasti ngerepotin lo. Padahal tadi udah dibilangin loh ama bokapnya suruh langsung minum obat pas naik bus, pasti ni telat nih minum obatnya, aelaah Heraaa Heraa batu banget sih ah.. gemes gue pengen nabok", ucap Venus panjang repot


"Udaah udah Venn ga usah ceramah dehh, serius deh gue ga repot sekali malah seneng bisa bantuin Hera", jawab Arga dengan senyum


Hera hanya diam mendengar dua temannya itu beradu karena saat tubuhnya benar-benar lemas. Singkatnya, mereka semua pun langsung menuju lobby untuk check-in. Seperti biasa Hera selalu mendapat tempat yang sama dengan Venus, entahlah ini memang sebuah kebetulan atau mungkin sebuah takdir.


“Lantai 3, kamar nomor 6”, ucap Venus


Setibanya di kamar Hera langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia benar-benar ingin segera memejamkan mata tapi dia tiba-tiba ingat pesan Papa nya


"Venn, lo kalo udah beberes tolong chat Bang Javas pake hape gue ya? bilang gue udah sampe di Yogya. Makasih Venuuus", ucap Hera


Bukannya mengiyakan ucapan Hera, Venus malah balik bertanya pada Hera


Mendengar itu Hera hanya berdecak pelan, sungguh saat ini dia sama sekali tidak berdaya untuk sekadar menjawab ucapan sahabatnya itu. Baru saja akan mengetikkan pesan di ponsel Hera, tiba-tiba terdengar suara panggilan telepon di ponsel Hera


"Ehhh Ra..Ra.. Bang Javas telpon nih"


“Gue angkat sini Venn, tolong hape gue dongg”


^^^(Sambungan telepon)^^^


^^^“Haloo dek, abang udah di lobby ini ama temen abang.. jemput gih di bawah”^^^


^^^“Iya halo Bang, Baang.. Hera pusing banget ini tadi abis muntah-muntah di bus, dijemput Venus aja yaa”^^^


^^^“Oiya deng, kok bisa gue lupa bocah ini tukang mabok kalo di jalan, oke deh..buruan ya!”^^^


Tutt..tut..


Sebelum Hera menyampaikan maksudnya, Venus sudah lebih dulu melenggang pergi menuju lobby untuk menjemput Bang Javas


“Siap Ra, gue ke lobby dulu bye!”, teriak Venus sambil menutup pintu


Mendengar itu Hera sama sekali tidak ingin menjawab, lagi-lagi Hera hanya menggelengkan kepalanya tanda dia sudah sangat maklum dengan tingkah Venus


•••


Sepuluh menit berlalu Venus masih belum kembali, sepertinya karena kondisi lift yang terus saja penuh mengangkut siswa-siwa lain ke kamar masing-masing. Jadi saat ini Venus, Javas dan temannya harus mengantre di depan lift


"Ven.. kita pake tangga darurat gimana? panjang antreannya, gue takut Hera kenapa-napa", Javas buka suara

__ADS_1


"Boleh Bang", jawab Venus singkat karena sebetulnya gadis satu ini juga sedikit gugup pada Javas


Akhirnya mereka bertiga pun naik ke lantai tiga menggunakan tangga darurat. Sesampainya di depan kamar Javas langsung membuka pintu kamar, ia ingin memastikan keadaan adiknya


"Dekkkkk... Abang datang", ucap Javas


"Yaaaaa silakan masuuk", sambut Hera yang masih meringkuk di kasur


Melihat adiknya terkulai lemas, Javas langsung panik


"Masih pusing? ini Abang bawa martabak asin, makan dulu yuk habis itu minum obat", ucap Javas


"Iyaa.. nanti dulu deh, masih mual ini belum pengen makan. Eh Venus mana Bang?"


"Mandi mungkin, tuh ada suara shower"


Saat tiba di kamar tadi Venus langsung mengambil pakaian gantinya dan bergegas masuk ke kamar mandi, dia benar-benar gerah karena seharian ada di dalam bus.


"Oiya dek, ini teman Abang. Kenalin namanya Adam", ucap Javas


Hera pun langsung mendudukkan tubuhnya dan menjabat tangan Adam


"Adam.."


"Salam kenal Mas. Hera.."


"Okeh, salam kenal juga Hera"


"Asli Yogya, Mas?"


"Enggak, asli Jakarta sih. Kebetulan aja lagi tinggal beberapa bulan di sini, bokap lagi ada project di Yogya"


"Oh iya..iya"


Setelah percakapan singkat itu Javas mengajak Hera juga Adam untuk makan martabak sembari menunggu Venus yang masih ada di kamar mandi.


"Bang, nginep dimana?", tanya Hera


"Di rumah Adam, kenapa?", Javas menjawab


"Ya gapapa cuma nanya doang", ketus Hera


"Balik deh Bang, gue mau istirahat. Besok mulai kegiatan bareng temen-temen yang laen", sambungnya


"Iyaa iyaa gue balik, yaudah abisin tuh martabak. Baek baek ya Dek, salam aja deh buat Venus", jawab Javas


Melihat adik kakak itu Adam hanya tersenyum karena ia dan Adit pun sama halnya dengan mereka berdua.


"Ra.. Mas balik dulu ya? cepet sembuh..biar besok bisa ikut kegiatannya", imbuh Adam


"Siaaap", jawab Hera


Setelah Javas dan Adam pergi, Venus baru keluar dari kamar mandi. Dan gadis itu celingukan mencari keberadaan Javas dan Adam


"Her, mana abang lo? ama temennya itu?", tanya Venus


"Barusan balik, lo sih lama banget di kamar mandi", jawab Hera


"Ehhh iyaa.. sekalian katanya dapat salam dari Bang Javas", imbuh Hera


Tentu saja Venus sedikit kecewa, tapi tak mengapa yang terpenting Javas masih mentipkan salam padanya lewat Hera.

__ADS_1


Karena sudah malam Mereka berdua pun lekas tidur karena sudah sangat kelelahan dan besok pagi mereka harus rafting di Goa Pindul.


__ADS_2