
Di tempat yang berbeda terlihat Papa Arsa dan Adit sedang berkemas merapikan barang-barang yang akan dibawa pulang karena pagi ini Mama Ester diperbolehkan dokter untuk pulang. Diketahui bahwa saat ini kondisi Mama Ester sudah membaik.
“Pah, Adam mana sih kok lama banget ini?”, tanya Mama Ester
“Lagi di jalan kali Mah.., katanya dia sama Javas temen sekolahnya yang di Jakarta itu. Dia kan nginep di rumah kita sambil jagain adeknya yang lagi study tour ke Joja”, jelas Papa Arsa
“Siapa sih Pah.. Mama kok lupa ya?”, jawab Mama Reska
“Ituloh Maa… Bang Javas anaknya Pak Tras.. inget ga?”, sahut Adit
“Anu deh Ma.. dulu yang nganterin Bang Adam waktu mau menciduk Mba Reka jalan ama simpenannya, inget lah pasti kalo yang itu?”, imbuh Adit
Mama Ester masih terlihat diam karena dipikirannya sedang berusaha mengingat memori itu. Dan ya! Mama Ester berhasil mengingat peristiwa waktu itu
“Ohhh…iya iya Dit, inget Mama..oalaaah ya ya ya”, ucap Mama Ester
Tak lama berselang, terdengar suara pintu dibuka. Rupanya yang dinantikan oleh Mama Ester datang juga, ya itu Adam yang di sampingnya ada Javas.
Namun hampir bersamaan dengan Adam terlihat juga ada dokter yang menangani Mama Ester turut masuk ke ruangan, dokter bermaksud memeriksa ulang Mama Ester sambil memberikan wejangan agar hal semacam itu tidak terulang kembali
“Selamat pagi Bu Ester, bagaimana? Lebih baik dari sebelumnya?”, sapa dokter dengan ramah
“Selamat pagi dok, sangat-sangat baik rasanya dok”, jawab Mama Ester
“Saya izin melakukan pemeriksaan ulang ya Bu?”, ucap dokter
Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter yang menangani Mama Ester pun memberikan wejangan agar Mama Ester tidak sampai mengalami kelelahan apalagi stress berat yang dikhawatirkan bisa memicu hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena sebelumnya Mama Ester pun sudah pernah dirawat karena terkena serangan jantung. Namun saat itu lebih parah dari yang sekarang ini
Setelah kurang lebih tiga puluh menit menyelesaikan administrasi dan lain sebagainya. Mereka pun sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan Adam menuju rumah keluarga kecil itu
"Javas.. lagi ada acara apa ini di Jogja?", tanya Mama Ester memecah keheningan
"Emmm.. ini tante, gaada acara sih. Cuma sama Papa disuruh ngawasin adek yang lagi stody tour di Jogja. Maklumm te, anak bungsu cewek lagi, hehe", jelas Javas
"Pasti cantik ya Vas? Tante boleh liat fotonya?"
"Oh iya bentar-bentar te.."
"Ihhhh ga usah Vas kaga usah.. Mama mau ngapain emangnyaa haduh", sahut Adam yang mengerti arah pembicaraan Mamanya itu
"Apa sih kamu Dam, masa liat foto aja gaboleh ya kan Vas?"
Selama di perjalanan perdebatan Adam dan Mamanya terus berlanjut. Adit, Javas, dan Papa Arsa yang sedari tadi seperti figuran hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.
••
Hari pun sudah larut, kini Hera dan kawan-kawan sudah tiba di hotel. Tadi setelah dari Goa Pindul mereka menuju ke rumah makan dan ke pusat oleh-oleh.
"Venus mana sih, kunci kamarnya kan ada di dia", gumam Hera di depan kamar hotelnya.
Setibanya di hotel, Hera bergegas menuju kamarnya karena dia sudah benar-benar penat. Karena tadi Hera yang pertama turun dari bus jadi lift masih bisa digunakan tanpa harus antri. Berbeda dengan Venus yang sudah terjebak kerumunan, alhasil Venus pun harus menunggu antrian lift.
Saat sudah naik lift, ponsel Venus berdering yang tak lain itu adalah bunyi panggilan telepon dari Hera. Namun karena sebentar lagi Venus sudah sampai jadi ia membiarkan saja panggilan telepon Hera
Dan tinggg...
Venus cukup terkejut melihat sahabatnya itu memilih duduk di depan pintu kamar mereka.
"Yaampuuun ngapainn lo ngemper begitu Raa", ucap Venus sambil tertawa
__ADS_1
"Gue capek banget deh Ven.. mending lo bukain pintu buruan, ngantuk inii", jawab Hera
Mereka berdua pun bergegas masuk ke kamar. Baru saja akan merebahkan tubuhnya ke kasur, Hera dikejutkan dengan suara notifikasi khusus yang memang sengaja ia setel pada kontak Laksya
"Venn, liat nih. Gimana donggg, gue takut", ucap Hera sambil menunjukkan layar ponselnya
"Takut apaan lo?", selidik Venus yang mulai mendekat pada Hera
"Mmm..gini, aduh gue juga bingung. Tapi menurut gue gapapa deh lo bukain aja pintunya, nanti kalo ada apa-apa ada gue dan yaa tadi Bang Javas katanya mau kesini juga. Gue takutnya kalo kaga dibukain malah dia nekat", jawab Venus dengan penuh keraguan
"Gitu yaa.. oo..okee deh", jawab Hera masih dengan raut cemas
Akhirnya dengan penuh keraguan Hera memberanikan diri membuka pintu kamarnya. Bagaimana tidak ragu, perlakuan Laksya tempo hari benar-benar membuat Hera ketakutan.
Saat pintu dibuka terlihat jelas dan di sana sudah ada Laksya sambil membawa banyak sekali kantong plastik berisi makanan ringan, minuman kemasan, susu indomilk banana, dan masih banyak lagi.
Hera tidak berniat memulai percakapan apapun dengan lelaki di hadapannya itu.
"Ra.. gue mau minta maaf soal yang tempo hari itu, gue sama sekali ga bermaksud ngomong kasar apalagi sampe mukul lo. Gue kebawa emosi, sorry", jelas Laksya
"Santai aja hehe, gue juga udah biasa aja", jawab Hera
"Ini gue bawain snack, minuman kemasan, ama nasi padang kesukaan lo. Terima aja, tolong. Gue niat ngasih tanpa embel-embel", ucap Laksya
Hera hanya menganggukkan kepalanya, ia sama sekali tidak ada minat untuk membalas ucapan Laksya.
"Ra, bisa ga sih lo ngomong kek apa kek gitu ke gue?", imbuh Laksya yang mulai naik pitam melihat sikap Hera yang sangat dingin
"Chat dari siapa?", tanya Laksya ketus
"Dari Arga dia mau kesini bawain nasi padang", jawab Hera apa adanya
"Lahhh, gue juga bawain lo nasi padang. Ada di kantong ungu itu. Ngapain juga lo deket-deket ke Arga?", sahut Laksya
"Haduuuh apaan sih berisik ini? lo tuh ya Laks, udah gapunya muka apa ya? masih aja ngejar Hera, ga kasian apa lo bikin dia sakit ati mulu?", bentak Venus yang sedari tadi diam mendengarkan percakapan sahabatnya dengan mantan kekasih sahabatnya itu.
Hera hanya diam, dia masih bingung dengan situasi yang ada di depannya kali ini. Di satu sisi ada Laksya yang tiba-tiba datang, di sisi lain ada Arga yang dari dulu tidak pernah absen memberi perhatian padanya.
"Ohhh Tuhaan, apa ini?", batin Hera
Saat masih mematung, Arga ternyata sudah sampai di depan kamar Hera dan Arga pun cukup terkejut karena disana sudah ada Laksya
"Loh ada lo juga bro?", sapa Arga pada Laksya
Laksya hanya diam dan tak menggubris sapaan Arga padanya. Hera yang sedari tadi bungkam akhirnya membuka suara juga
"Daripada berdiri disini mending pada masuk aja deh, kan lo bawain gue nasi padang Laks. Arga juga kan udah bawain gue nasi padang. Jadi mending kita makan sama-sama aja di dalem, gue capek juga berdiri disini", cetus Hera
Sebenarnya dia sendiri juga tidak menginginkan ada di situasi ini tapi apalah daya.
"Vennn, yuk ikut makan ini lo makan jatah gue yang dibawain Laksya. Gue makan yang dibawain Arga", tutur Hera
"Siapppp laksanakan, gue juga udah laper banget ini", sahut Venus
__ADS_1
Mendengar penuturan Hera, Laksya tentu sangat ingin protes. Namun karena saat ini hubungannya dengan Hera benar-benar sedang tidak baik jadi dia tidak ingin membuat situasinya makin runyam.
Arga yang melihat raut muka masam dari Laksya hanya bisa menahan tawa.
"Kali ini gue pasti bakal dapetin Hera", batin Arga
Saat sedang asik menyantap nasi padang, ponsel Hera berbunyi karena Bang Javas menelponnya setelah puluhan chat yang dikirimkan tak kunjung dibalas oleh adiknya itu.
^^^"Halo bang kenapaa??"^^^
^^^"Abang di depan, bukain"^^^
^^^"Buka aja, ga dikunci"^^^
Saat sudah masuk, Javas cukup terkejut karena ternyata di dalam kamar adiknya ada Laksya dan Arga. Kalau Laksya, dia tentu mengenali lelaki yang sudah membuat adiknya itu terluka.
"Nih abang bawain bolu, makan aja. Abang ga lama-lama, Adam nungguin di bawah buru-buru mau ada tugas. Mau nitip makan apa biar abang gojekin nanti?", jelas Javas
"Okeeeh, tengkyuu abang. Ati-ati yaa, ga titip deh bang ini udah makan dibawain Arga", jawab Hera apa adanya
"Oke, abang balik ya. Oh ya dek, besok kan terakhir di sini nanti dijemput Mama sama Papa di Malioboro jadi adek pulangnya gaikut rombongan", jelas Javas
"Seriusss?? yaaaahhh ga seru deh", jawab Hera
Melihat itu Javas hanya mengangkat bahunya tanda ia sendiri tidak tahu menahu alasan mengapa Mama dan Papanya sendiri yang akan menjemput adiknya itu. Setelahnya Javas langsung berpamitan pergi meninggalkan adiknya itu.
"Guys, lanjut aja makannya. Gue mau chat bokap dulu, bentar doang", tutur Hera
Ketiga temannya itu hanya menganggukkan kepala. Karena masih belum sepenuhnya percaya, Hera pun mengirim pesan pada Papanya
Membaca balasan pesan dari Papanya, Hera hanya mengambil napas panjang. Setelah itu dia melanjutkan makannya dengan tidak bersemangat.
"Vennn.. Ra.. besok pas di Malioboro kita bareng-bareng lagi ya kayak tadi waktu rafting", cetus Arga
"Ya.yaa... gue.. setuju banget", sahut Venus dengan kondisi mulutnya sedang mengunyah makanan
Hera juga merespon dengan hanya mengangkat ibu jarinya, itu artinya Hera pun setuju dengan ide Arga.
"Gue ikut", tukas Laksya yang sedari tadi seperti tidak digubris oleh yang lain.
Mereka bertiga pun hanya menatap heran pada Laksya dan memilih untuk melanjutkan makan. Setelah usai makan, Hera pun langsung mempersilakan kedua teman lelakinya itu untuk segera kembali ke kamar masing-masing.
"Udah malem banget ini guys, buruan balik ya. Gue capek mau istirahat", ujar Hera
"Makasih juga nasi padangnya hehe", imbuh Hera
Arga dan Laksya pun mengiyakan ucapan Hera. Akhirnya mereka berdua pun lekas meninggalkan kamar Hera.
Saat akan berpencar tiba-tiba saja Laksya menarik bahu Arga dan memperingati temannya yang saat ini menjadi saingannya itu
"Lo jangan macem-macem apalagi berani ngedeketin Hera. Dia itu punya gue, ngerti?", tukas Laksya
"Waduhh ngeri juga ya, gue gabisa janji. Kita liat aja nanti", jawab Arga
"Berani lo ya? awas aja lo breng***", tegas Laksya
•••
__ADS_1