Selendang Takdir

Selendang Takdir
Wanita Yang Hina?


__ADS_3

"Tidak Perlu Menangis seperti itu Lara, Aku hanya ingin bermain main dengan Gadis lugu sepertimu" Ucap Anton sambil melangkah mendekat ke hadapan Lara


Lara mematung perasaan nya campur aduk antar Marah kesal malu dan semua nya menjadi satu.


"Jangan mendekat atau aku teriak " balas Lara dengan seluruh anggota tubuh nya gemetar karna takut akan tindakan Anton ia tidak heran disekolah ini Anton selalu jadi buah bibir karena tindakan senono nya kepada siswi siswi lain sering dibicarakan. namun tertutup rapat karena Ayah Anton adalah Salah satu pemilik Sekolah ini.


"Kamu lupa cantik, Kita dimana Kita di Gudang sekolah dan kamu pasti tau Gudang ini kedap suara" ucap Anton sambil memegang dagu Lara yang nampak nya makin ketakutan


"Aku mohon jangan macam macam Anton" balas Lara dengan muka memelas


Tangan Anton pun turun dari dagu lancip milik Lara , sekarang tangan nya sudah ada tepat di Buah Dada Lara yang ranum itu bahkan belum ada satupun laki laki di dunia ini yang memegang atau meremas harta milik Lara itu.


Lara semakin ketakutan akan tindakan kurang Ajar Anton itu.


sedangkan dikelas Bu Dini Masih meberikan materi kepada siswa dan siswi nya yang kain sambil melihat jam ditangan nya.

__ADS_1


Bu Dini heran kenapa Lara yang biasanya permisi tidak pernah lebih dari 15 menit belum juga kembali kedalam kelas,


"Andika Saya bisa minta tolong sebentar, Coba kamu keluar cari Lara kenapa dia belum juga kembali", ucap Bu Dini kepada Andika


Andika ini adalah ketua kelas dikelas 2 mipa ini jadi kalau ada apa-apa Andika lah yang akan bertanggung jawab atas teman teman nya yang lain.


"Baik Bu, saya permisi dulu" kata Andika sambil melangkah keluar menuju koridor sekolah mencari Lara


"kemana si ni anak, merepotkan banget apa jangan jangan pingsan juga ni di toilet" Gerutu Andika didalam hatinya


ia toilet dibelakang sekolah disebelah Gudang yang jarang sekali dipakai karena letak nya di sudut sekolah.


"Gak mungkin de kayaknya ni anak satu ke toilet belakang" ucap Andika sambil berjalan menuju ke arah toilet belakang


sedangkan di Gudang sekolah Tangan Anton terus meremas gundukan lembut milik Lara yang membuat Lara mematung diam akan tindakan yang dilakukan Anton itu.

__ADS_1


Gubrak.. bunyi meja yang jatuh kesenggol tangan Lara karena terus mundur agar bisa menjauh dari Anton yang semakin mengila.


Anton terus meremas payudara Lara dan ******* bibir nya membuat Lara benar benar dibuat kacau akan perasaan nya.


ada rasa dimana ia menikmati setiap remasan dan jilatan lidah Anton yang sedang bermain main didalam mulutnya serta ada rasa takut dan cemas akan apa yang diperbuat Anton kepada nya.


"eh bunyi apaan tu didalam, apa jangan jangan Lara didalam ya" ucap Andika didepan pintu Gudang sekolah


Andika mencoba membuka pintu yang ternyata tertahan oleh sesuatu dibelakang pintu


sampai akhirnya pintu pun terbuka dan membuat Andika kaget adalah disana Lara telah pingsan dengan memar di bagian kening nya yang mengeluarkan darah segar.


"Ya Tuhan ini kenapa " ucap dika sambil mengoyangkan tubuh Lara supaya bangun dari pingsan nya.


Tanpa berpikir panjang Andika pun menggendong Lara yang sedang terluka menuju ke UKS sekolah.

__ADS_1


__ADS_2