Selendang Takdir

Selendang Takdir
Tolong jangan ambil Dia Tuhan


__ADS_3

Kring.. kring.. kring bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu pulang sekolah. Lara sengan sepeda tuanya terus berjalan menyusuri jalanan kota yang cukup padat hari ini. dengan suasana mendung dan sepertinya akan turun hujan hari ini.


Lara berusaha cepat mengayun sepeda nya agar bisa sampai cepat kerumah.


sebelum sampai dirumah hujan lebat pun tiba dengan gemuruh dan angin yang kencang Lara berteduh di emperan toko yang nampaknya kosong.


"hemm padahal belum sampai ini, udah hujan saja" ujar Lara sambil memarkirkan sepedanya disebelah toko itu


tak selang beberapa lama ada sebuah mobil pajero hitam berhenti didepan Lara dan turun seseorang dari dalam mobil tersebut dengan membawa payung.


"Ra pulang bareng gua aja yuk,? " ujar laki laki itu


"Aduh ngak usah, aku nunggu hujan nya berhenti saja dulu" balas Lara dengan senyuman


"Ngak apa apa ra, gua bareng sopir kagak sendiri kok. " balas Andika.

__ADS_1


ia laki laki itu adalah Andika teman sekelas Lara dan juga teman kecil Lara yang sampai saat ini selalu ada ketika Lara kesusahan ataupun ketika Lara sedang senang


"Kita satu arah loh ra, ntar loe malah lama pulang nya.kasian paman dirumah pasti bibi juga belum pulang " ujar Andika meyakinkan Lara


"oh ia, pasti ayah sendirian dirumah ini mana genteng banyak bocor. ia sudah aku bareng kamu ya" kata Lara


"ya sudah ayuk. nanti sepeda mu biar ditarik dibelakang saja"


akhirnya mereka berdua pun pulang bersama menyusuri jalan kota yang sedikit lengah tidak seperti biasanya ketika anak sekolah pulang biasanya macet.


mungkin saat ini sedang turun hujan itu lah yang menjadikan alasan masyarakat sekitar enggan beraktivitas diluar untuk saat ini.


"Oh ia ra bagaimana keadaan paman, Aku sudah jarang main kerumahmu sejak menjadi ketua OSIS " ujar Andika membuka obrolan


"Ia untuk sekarang kondisi ayah masih belum ada perkembangan " balas Lara sambil tertunduk meratap nasib yang menimpa sang ayah.

__ADS_1


"Hem tidak apa2 ra. paman pasti sembuh kok kamu tenang saja " uajr Andika memberi semangat kepada sahabat nya itu


"Kamu tau Dik, ayah dan ibu adalah alasan aku tetap kuat untuk saat ini, Aku tidak mau kehilangannya salah satu dari mereka" ujar Lara sambil meneteskan air mata. begitu berharga sekali kedua orang tuanya buat dirinya


Lara adalah gadis kecil dengan sejuta keinginan dan harapan yang begitu besar.


tidak ada balasan dari Andika . Andika hanya menepuk menepuk pundak sahabat nya itu memberikan semangat kepada sahabatnya itu.


tak beberapa lama selepas obrolan itu akhirnya mereka sampai dirumah kediaman Lara dan keluarga nya.


lara melihat mengapa begitu ramai orang orang di rumah mereka.


Lara turun dari mobil tanpa berbicara sepata kata pun kepada Andika , keadaan sekita membuat Andika bertanya tanya ada apa orang orang berbondong-bondong datang ke rumah sahabat nya itu. tanpa berpikir panjang Andika langsung turun untuk menyusul sahabat nya itu.


"Tidak tidak tidak.. ayah..." ujar Lara saat melihat tubuh sang ayah yang ditutup kain diatas kasur milik ayahnya.

__ADS_1


"Bangun yah aku mohon yah.. aku pulang yah ini Lara" Dengan nada tangisan yang begitu deras Lara benar benar hancur untuk saat itu.


dunianya seakan berhenti ketika apa yang sedang terjadi di hadapan nya saat ini


__ADS_2