
Angin bertiup kencang ditambah guyuran hujan yang sangat deras, sekitar 1 Km dari rumah Pak Andika orang yang pernah menolong Arnold saat kecelakaan sekitar 6 bulan yang lalu.
Didalam sebuah rumah batu, yang memiliki 2 kamar, Arnold dan Fitri sedang berduaan dikamar depan rumah tersebut.
Arnold tampak melumat bibir merah muda yang tipis milik Fitri, Fitri yang terhanyut oleh Birahi yang kuat terlihat meremas sepray dengan kedua tangannya.
diatas kasur gabus berdipan kayu mereka saling berciuman, namun Fitri tiba tiba mendorong Arnold dan langsung menampar Arnold.
plakkkkkk (bunyi tamparan keras ke pipi kanan Arnold)
"kita tidak seharusnya begini, saya sudah bilang kita tidak boleh pacaran dulu sebelum tamat SMK tapi kamu malah membuatku berada dalam situasi seperti ini" Bentak Fitri dengan keras dan tampak sangat marah dengan pipi memerah sampai meneteskan air mata.
Fitri adalah teman sekelas Arnold di SMK, dia memiliki badan yang proporsional dengan kulit putih bersih dan rambut hitam panjang menambah pesona seorang ABG.
Fitri juga memiliki watak yang agak kalem, lembut dan mudah bergaul. Dia termasuk gadis yang cerdas dikelas Arnold.
Fitri banyak menarik perhatian teman sekelasnya bahkan kakak kelas juga ada yang tertarik dengannya, selalu saja ada yang menyatakan cinta kepadanya namun tetap ditolak olehnya.
Fitri memiliki prinsip untuk tidak berpacaran sebelum tamat SMK. karena dia mau fokus belajar.
Selama sekolah memang dia tidak pernah pacaran, dia memang dekat sama beberapa cowok tapi hanya menganggapnya sebagai teman saja, Termasuk Arnold yang selalu mengejar cinta sang bidadari kelasnya itu.
Baru kali ini seorang gadis membuat Arnold penasaran sehingga rela menghilangkan harga dirinya sebagai seorang yang terkenal sangat playboy dan gampang menaklukkan seorang gadis, namun akhirnya bertekuk dan mengejar-ngejar Fitri si gadis biasa Anak penjual alat rumah tangga dari bahan Stainless.
Semua berawal semenjak Arnold kecelakaan 6 bulan yang lalu, setelah beberapa bulan di Rumah Pak Andika ternyata Fitri teman sekelas Arnold yang tidak pernah membuat Arnold meliriknya sedikitpun, tinggal 1 Km dari rumah Pak Andika.
Fitri bagi Arnold hanya biasa saja karena pakaiannya yang tidak terlalu sexy seperti gadis lainnya dan agak kalem, namun ternyata orang lain malah menganggap Fitri adalah gadis tercantik dengan busana yang kalem dan sopan.
Arnold yang sudah agak baikan dari lukanya mulai bergerak ke depan rumah pak Andika untuk menghirup udara segar sebuah pedesaan, sambil melamun dan merencanakan sesuatu tiba tiba lewat seorang gadis cantik sedang berjalan kaki menggunakan pakaian SMK Terpadu Makassar.
"Loh kok kamu bisa ada disini Arnold, terus kamu kenapa penuh bekas luka, beberapa bulan ini juga kamu tidak ke sekolah" tanya Fitri penasaran sambil mendekat dan berusaha melihat bekas luka di tangan Arnold.
"Sudah dak usah dipegang, pergi sana kesekolah, apa urusanmu" bentak Arnold yang tampak kesal karena perhatian dari Fitri yang membuyarkan lamunan dan rencana didalam otaknya.
Fitri terdorong kebelakang sampai hampir terjatuh, tanpa melihat ke arah Arnold Fitri berlari pergi dari hadapan Arnold, Arnold yang melakukannya tanpa sadar bahwa perbuatannya itu akan menyakiti hati Fitri tampak menyesal melihat seorang gadis tak bersalah apa-apa menerima emosi sesaat dari Arnold.
Arnold yang tak pernah memikirkan Fitri seolah tergiring memikirkan gadis kalem itu karena sifat tega dari Arnold sendiri.
Fitri berlari sampai tidak terlihat dari pandangan Arnold, tetesan air matalah yg menemani rasa kecewa Fitri.
"apa salah saya?, ada apa dengan Arnold?" suara hati Fitri sambil berlari menuju ke halte bus untuk menunggu bus menuju ke Sekolahnya.
Arnold tidak berhenti memikirkan Fitri yang berlari menjauh darinya dengan berlinang air mata kecewa. dia mulai masuk ke dalam rumah untuk merebahkan diri diatas kasur.
"Nak Arnold, tadi siapa di depan ribut-ribut?" tanya Ibu Nila istri Pak Andika sambil memasak buat sarapan.
__ADS_1
"itu bu, Fitri teman kelas Arnold" jawab Arnold sambil merebahkan diri di tempat tidur, kebetulan tempat tidur dengan dapur tidak berjauhan, namanya rumah kecil.
"ohhhh.. Fitri anak Si Pak Anders dan Bu Rohaya, penjual barang Stainless itu yah, Rumahnya dekat dari sini kok "
"Gimana sih orangnya Fitri bu"
"Fitri tuh anaknya baik dan lembut, dia tuh sopan banget. katanya sih dia lulus di sekolahnya karena dapat beasiswa untuk anak yang berprestasi, tiap pagi hari dia jalan sekitar 2 Km dari rumahnya ke Halte bus untuk ke Sekolahnya, pulang sekolah kadang dia membantu ibu dan bapaknya jualan keliling barang stainlessnya kadang juga kalau adiknya tidak ikut dia yang jagain adiknya dirumah"
"gitu yah bu" timpal Arnold sambil melihat kelangit langit rumah sambil memikirkan Fitri yang telah meneteskan airmata karenanya.
setelah kejadian itu Arnold memutuskan untuk meminta maaf kepada Fitri.
Keesokan harinya tepat dipagi hari Arnold menunggu di depan rumah Pak Andika.
Arnold berusaha meminta maaf kepada Fitri namun ternyata Fitri hanya menundukkan kepala dan berjalan terus tanpa menghiraukan Arnold.
Seorang Arnold yang gampang menaklukkan seorang gadis seakan tidak berdaya di hadapan Fitri, tamparan keras akan sikap dingin Fitri membuat Arnold jadi tersadar akan ketidakberdayaannya dihadapn Fitri.
Seolah tak percaya hal itu, Arnold terus mencoba meminta maaf kepada fitri namun Fitri tetap pada sikapnya.
Arnold yang ganteng sekarang tampak seperti seorang pengemis, tiap hari hanya jadi pengemis Maaf karena perasaan bersalahnya.
Semakin Arnold meminta maaf semakin Fitri tidak menghiraukannnya, Arnold kadang kesal karena merasa diabaikan namun dengan begitu Arnold malah tambah penasaran dengan si Fitri.
Kadang didepan teman sekelasnya Arnold menghilangkan harga dirinya dengan mengemis maaf kepada Fitri. berbagai cara telah dicobanya namun Fitri tetap diam.
Arnold kadang kesal, kadang penasaran dan kadang kasihan, semua bercampur menjadi satu membuatnya bingung dan dilema dengan perasaannya itu.
Berbulan bulan Arnold berusaha meminta maaf sama Fitri, namun tak dihiraukannya.
Arnold saking seriusnya mengejar maaf dari Fitri sampai kadang nginap di rumah pak Andika dan rela berjalan pagi-pagi untuk ikut naik bus bersama Fitri kesekolah.
"Fit, maafin yah salah saya tempo hari, please maafin saya" Melas Arnold yang sengaja mengambil tempat duduk disamping Fitri tepat dibelakang supir Busnya.
Fitri tetap diam dan malah mengambil Novel dari dalam tasnya lalu membacanya, Arnold yang sangat kesal menarik Novel dari tangan Fitri.
"Kembaliin , sini kembaliin"
"terima dulu maafku, baru novelnya saya berikan ke kamu" Paksa Arnold yang mulai sedikit arogan.
Bus pun sampai di SMK Terpadu Makassar, Fitri tidak menghiraukan Novelnya malah memilih langsung turun dari Bus dan berjalan menuju kekelas.
Arnold mengikuti Fitri sampai kekelas, dijalan pun Arnold meminta maaf, sampai dikelas masih juga mengejar maaf.
Arnold tidak pernah putus asa, selalu saja mengejar maaf. hingga suatu waktu Arnold yang merasa percaya diri Karena sudah lama mengejar maaf dari Fitri sehingga dia merasa yakin ada benih Cinta di hati Fitri terhadapnya.
__ADS_1
Arnold yang sok keren dan menganggap dirinya sudah cukup berusaha dalam meminta maaf dan telah mengikutkan beberapa teknik playboynya dalam mengejar maaf sehingga berpikir mampu menundukkan hati Fitri dengan sebuah Kata Cinta dari seorang Arnold yang ganteng.
"Fit sebenarnya saya sudah lama sayang sama kamu, beberapa bulan ini saya tidak mampu menghilangkan sedetikpun namamu dipikiranku" sahut Arnold mencoba peruntungannya yang tidak mendapat maaf dari Fitri selama ini, dengan cara Menyatakan Cinta agar dengan Cinta dia bisa mencuri maaf dari Fitri.
Fitri hanya terdiam dan menunduk, tak ada satu katapun keluar, Arnold yang dengan wajah penasaran mencoba memegang tangan Fitri namun Fitri langsung menepisnya dan berjalan pergi menjauh dari Arnold.
"Apa yang terjadi, saya seorang Arnold tidak dihiraukan oleh seorang gadis padahal banyak gadis yang rela antri pengen jadi pacarku" sahut Arnold dalam hati yang terdiam dan merasa malu dengan dirinya sendiri.
Arnold yang tertegun dengan situasi itu dikagetkan oleh Rita teman sekelasnya.
"Oeee , melamun saja. mikirin negara yah om"
"Bikin kaget saja kamu Rit, saya tidak melamun saya cuman tidak nyangka sama situasi ini"
"Kenapa Nold, kamu kenapa coba ayo cerita"
"Rit...sebenarnya bagaimana sih menurut kamu si Fitri itu? saya sudah minta maaf berkali kali tapi tidak digubris, saya tadi nembak dia malah diam dan tidak menghiraukan saya" Tanya Arnold kepada Rita teman sekelasnya dengan wajah penasaran.
" Wahh masa sih, seorang Arnold di abaikan sama gadis"
"Iya nih saya juga heran, Bagaiman sih dia sebenarnya?"
"Dia tuh baik kok, cuman memang sih dia pernah bilang tidak mau pacaran sebelum tamat SMK Tapi masa sih kamu diabaikan secara Arnold gitu loh"
"hmmm.. kmu melebihkan sekali sih. buktinya sekarang apa coba"
"Nold.. sebenarnya sih saya lihat selama ini kayaknya dia mau gantung kamu deh , dia tuh sebenarnya suka sama kamu, saya sebagai cewek lihat dari sorot matanya walau mungkin selalu tidak ada respon ke kamu tapi saya yakin dia itu suka deh sama kamu"
"Gimana mau suka coba, maaf saja tidak digubris sama dia,"
"Memang kamu yakin dia tidak maafkan, ngomong - ngomong kamu suka tidak sama dia"
"hahahaha... suka!!.. tidaklah"
"Terus kenapa coba kamu kejar-kejar dia sampai segitunya hanya untuk minta maaf"
"hmmm... " ...... Bersambung.
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
Terimakasih buat Para pembaca setia semoga Novel ini kelak bisa selalu menemani Aktifitas Anda. Salam Hangat dari Author "Selingkuh Tak Nampak"
Bagaimanakah Kisah Arnold selanjutnya ayo ikuti terus tiap episodenya.Terimakasih"
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
__ADS_1