
"Hmmmm... yah cuman karena merasa bersalah saja kok rit, saya kan penyayang wanita wwkwkwkwkw"
"Ahhh... memang kata-kata playboy"
"sudah ahh... saya mau cari Ardi dulu"
Mereka berdua akhirnya berjalan dengan arah yang berbeda.
"Ardi dari mana saja kamu, seharian saya cari-cari"
"Apa saya tidak salah dengar nih, kamu cari saya atau Fitri?"
"Fitri siapa yah?"
"Ahhh... memang dasar munafik kamu Nold. ngomong-ngomong kamu sudah dimaafkan oleh Fitri gak?"
"Dimaafkanlah, Arnold gitu loh" sahut keras Arnold yg berbohong karena takut gengsi.
"Seriusan nih, bukannya malah dicuekin"
"Sssttttt...., sebenarnya belum wkwkwwk" bisik Arnold sambil mendekatkan wajahnya ketelinga Ardi.
"Katanya playboy, tapi kok cuman seorang Fitri kamu tidak bisa mendapatkan kata maaf darinya."
"Wkwkwkwk, tahu kok. Hmmmmm... makanya saya cari kamu mau minta tolong cari tahu dia, kamu pokoknya korek apa sih sebenarnya di dalam hatinya? saya sangat penasaran jangan lupa ajak Rita yah"
"Hmmm.... Gimana yah???"
"Pokoknya saya berikan kamu dengan Rita bonus deh, tenang saja"
"Oke deh, kamu memang teman yang paling pengertian wkwkkwkwk" tawa Ardi sambil menepuk pundak Arnold.
Keesokan harinya, Arnold masih tetap standby menunggu Fitri di depan rumah Pak Ardi.
Selama ini Arnold kadang tinggal di rumah Pak Ardi dan sesekali juga pulang ke kediamannya di Kota Kalvir.
Tidak ada satupun teman sekolahnya yang tahu kalau dia tinggal disana karena selama ini dia tertutup soal siapa dirinya.
Arnold yang semakin hari semakin penasaran dengan Fitri akhirnya benar benar dilema dan mulai merasakan Cinta dan Rindu apa bila tidak bertemu dengan Fitri.
Arnold terus mencari cara untuk menaklukkan hati Fitri ditambah Rita yang selalu memberi semangat hampa dengan menjelaskan kalau sebenarnya Fitri suka sama dia, namun saat Arnold mencoba peruntungannya dengan menyatakan cinta lagi Arnold ternyata ditolak.
Arnold yang awalnya meminta maaf dari Fitri berubah menjadi meminta cinta. Akhirnya Arnold sekarang jadi pengemis cinta.
__ADS_1
Fitri ke perpustakaan Arnold ikut untuk mendekati Fitri. Fitri duduk dibelakang Arnold ikut, Fitri berjalan Arnold bahkan ikut berjalan.
Berbulan-bulan berlalu Arnold mengejar cinta Fitri namun tak kunjung membuahkan hasil. hanya menambah rasa penasaran dari Arnold terhadap Fitri.
Arnold kadang merasa mendapat respon dari Fitri, namun saat menyatakan cinta lagi-lagi Arnold ditolak.
Sampai tiba saat hujan deras tepatnya 6 bulan setelah kecelakaan Arnold, Arnold dan Fitri pulang sekolah agak kemalaman karena Busnya telat datang jadi Arnold dan Fitri terpaksa berjalan sampai di tempat Bus berikutnya.
Arnold yang sudah mempersiapkan payung karena sudah melihat perkiraan cuaca hari itu akhirnya menggunakan payung itu untuk melindungi Fitri dari titik-titik hujan.
Tatapan tajam Fitri yang seakan mau melelehkan hati Arnold penuh dengan rasa salut terhadap kebaikan Arnold ditambah Fitri memikirkan selama beberapa bulan terakhir sampai mereka naik ke Kelas 3 SMK, Arnold terus mengejarnya tanpa berhenti.
Fitri terhanyut dan mulai terbawa sama situasi saat itu, dengan payung berwarna hitam mereka berdua berjalan berdampingan menuju halte bus selanjutnya.
Bus akhirnya datang menjemput mereka, Arnold membantu Fitri naik ke bus, tanpa disengaja Arnold memegang tangan Fitri, dan Fitri seakan membiarkannya.
Mereka berdua duduk berdampingan didalam bus, biasanya cuman Arnold yang berbicara sekarang Fitri pun mulai membuka suara.
"Nold, Terima kasih yah selama ini." Sahut Fitri sambil melihat ke arah kaca mobil bus dengan disambut titik hujan yang sangat deras.
"Terimakasih buat apa, perasaan saya tidak pernah berbuat apa-apa." Jawab Arnold yang mencoba tidak membahas pendekatannya selama ini.
"Sudahlah tidak usah dibahas"
"Fit, kamu sudah maafkan saya yah"
"Tapi kenapa kamu hanya diam"
"Tidak apa-apa kok, Nold kamu tidak usah dekati saya yah, karena saya sudah janji dengan diri saya sendiri bahwa tidak akan pacaran selama masih sekolah."
Arnold hanya terdiam dan hanya tersandar di kursi, mereka berdua tiba di halte tempat Fitri dan Arnold biasanya menunggu bus
untuk ke sekolah.
Arnold dan Fitri turun dan tetap disambut dengan hujan deras. mereka berjalan sampai di rumah pak Andika.
"Nold, boleh minta tolong tidak?"
"Santai aja Fit, Apa sih formal sekali. Kamu mau minta tolong apa?"
"Antar saya sampai di rumah yah, soalnya kedua orang tuaku dengan adik keluar kota, saya takut soalnya masih hujan apa lagi baru- baru ini ada perampokan di dekat rumah"
"Ya mau bagaimana lagi masa saya menolak membantu orang yang saya sayang." Jawab Arnold tegas padahal itulah yang dia harapkan.
__ADS_1
Mereka berdua kembali berjalan dengan payung hitam yang melindung mereka dari derasnya air hujan, walau memakai payung mereka tetap sedikit basah karena percikan air hujan yang sangat deras.
Mereka akhirnya tiba di rumah Fitri, Fitri memepersilahkan Arnold masuk ke rumahnya.
"Nold mau minum apa, teh atau kopi?"
"terserah deh, yang penting tidak merepotkan"
" Ya sudah, tunggu yah"
"Fit, saya mau baring-baring dulu yah ngantuk banget nih." Sahut Arnold yang memang terlihat lelah.
"Masuk saja ke kamar depan Nold, tidak dikunci kok" Teriak Fitri dari dapur yang sedang membuat teh buat Arnold.
Hujan masih mengguyur dengan derasnya, seakan tidak mengizinkan Arnold untuk pulang.
"Nold teh nya sudah jadi, saya simpan di atas meja yah"
Arnold tidak menjawab satu katapun sehingga membuat Fitri penasaran. Fitri mencoba melihat Arnold di kamar depan namun ternyata Arnold sudah menggigil kedinginan.
Entah karena apa Arnold tiba tiba menggigil, Fitri lalu mengulurkan tangannya untuk mengecek apa Arnold demam dan ternyata setelah disentuh oleh Fitri tubuh Arnold sangat panas.
Fitri terkaget dengan situasi itu, dia langsung berlari mencari selimut di dalam lemari dan langsung membungkus tubuh Arnold.
Fitri bergerak ke dapur untung memasak air hangat, dan membuat racikan obat alami yang biasa diajarkan oleh ibunya.
Beberapa jam berlalu Arnold yang masih dibungkus selimut mulai mengambil posisi duduk dan meminta minum kepada Fitri yang dari tadi duduk di samping Arnold.
"Tidak usah repot Fit"
"Ahhh.. Tidak repot kok, santai saja, toh ini juga sebagai ucapan terima kasihku karena sudah mengantar sampai ke rumah apalagi kamu kan teman kelas ku masa saya cuekin padahal kamu sakit" Ucap Fitri sambil memberi minum Arnold.
Hujan masih menghujam keras genteng rumah Fitri dengan suara gemuruh yang sangat keras ditambah suara guntur yang menambah suasana menjadi seakan mencekam seakan mau merontokkan rumah Fitri.
Dua insan yang berbeda jenis itu berada dalam situasi yang mendukung dengan cuaca yang dingin sehingga membuat keduanya saling bertatap mata.
Fitri seolah terhipnotis dengan tatapan tajam Arnold. Akhirnya...
"Bersambung......"
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
Terimakasih buat Para pembaca setia semoga Novel ini kelak bisa selalu menemani Aktifitas Anda. Salam Hangat dari Author "Selingkuh Tak Nampak"
__ADS_1
Bagaimanakah Kisah Arnold selanjutnya ayo ikuti terus tiap episodenya.Terimakasih"
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓