Selingkuh Tak Nampak

Selingkuh Tak Nampak
Pertemuan dan Perpisahan


__ADS_3

Suara tv yang nyaring di kamar 305 hotel Alabour seakan menjadi suara backsound dari desahan Anty dan Arnold yang masih menikmati pertarungannya.. suara mereka menjadi pemeran utama di kamar 305.


akhirnya merekapun terkapar di atas kasur berseprai putih bersih dengan tubuh bermandikan keringat tanpa sehelai kain pun yang melapisi tubuh mereka.


titt tit tit....... tanda suara dering sms handphone milik Arnold.


Arnoldpun beranjak dari tempat tidurnya berniat untuk mengecek Hpnya yang sejak tadi dia cuekin seraya mengenakan celana yang sudah berserakan di lantai hotel karena pertarungan tadi.


"besok saya tunggu depan kos kamu pukul sembilan pagi, pokoknya harus ikut, temani saya antar 7 cewek anak stikes ke Air terjun Kupu kupu" bunyi sms dari Ardi , yang membuat bibir Arnold tersenyum simpul.


"siapa sayang, dari pacarnya yah? kok senyum senyum", tanya Anty penasaran melihat perubahan wajah dari Arnold.


" ohhh. ini dari manajer PT Alto bersama, katanya saya lolos tahap selanjutnya dan besok pukul 9 pagi harus standby di sana" jawab Arnold, dengan nada meyakinkan padahal semuanya hanya bualan belaka, agar besok Anty tidak mempersulitnya pergi, inilah salah satu keahlian si Playboy Arnold yang mampu mencari solusi dadakan di dalam membual.


"Alhamdulillah, selamat yah sayang.. kebetulan besok pagi juga saya mau ketemu pacar saya di depan tribun merah, karena dia ada rapat dadakan di makassar lusanya, jadi kesempatan ajak saya jalan besok, sekaligus bareng saya balik kerumah" timpal Anty dengan senyum manisnya yang sangat menawan.

__ADS_1


"yahhh, ... dak sempat jalan jalan dong sama saya, malah harus berpisah begitu" sahut Arnold yang malahan senang dengan situasi itu, karena membantu mempermudah langkahnya buat esok hari.


"iya sayang, tapi kan masih ada hari hari lain kalau saya ke Makassar" jawab Anty yang berusaha menenangkan padahal dia tidak tahu kalau Arnold membohonginya dengan alasan dapat sms dari manajer PT Alto bersama.


Arnold pun mulai melumat kembali bibir manis Anty, merekapun terlarut didalam kenikmatan yang tiada tara.


matahari pun menampakkan dirinya, mereka berdua masih bertelanjang yang hanya dilapisi dengan selimut hotel yang lembut.


kringg.. kringgg .. krinng , bunyi Alarm Arnold tepat pukul 07:00 wita menandakan waktunya Arnold bergegas balik ke kosan untuk siap siap, dibangunkannya Anty yang masih tertidur pulas karena kelelahan.


"iya , Sayang.. kenapa?" tanya Anty sambil mengucek matanya sembari memegang tangan Arnold.


"ayo sayang siap siap, saya sudah mau ke kosan, terus nganterin kamu ke tribun merah" sahut Arnold sambil masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih.


" iya sayang , btw gak usah diantar yah. biar saya naik ojek , takutnya pacarku lihat" timpal Anty sambil mengikuti Arnold ke kamar mandi.

__ADS_1


" kok ditutup sayang, saya ikut mandi yah biar waktunya keburu" tambah Anty sambil membuka pintu mengikut dibelakang Arnold masuk ke kamar mandi.


air hangat pun membasahi tubuh mereka berdua, tak disangka Anty pun mulai mencium bibir Arnold dan memeluk erat dengan birahi yang tak tertahankan, akhirnya merekapun melakukannya sekali lagi dikamar mandi, dengan sangat puas dan segar. merekapun keluar dan mulai mengenakan pakaian untuk siap siap meluncur.


"duluan aja yah sayang , saya mau dandan dulu , ntar jam 8 aja saya meluncur" sahut Anty sambil memakai bedak baby.


"baiklah sayang,saya pamit dulu yah, maaf yah sayang, saya dak enak nih sama kamu soalnya ada panggilan mendadak nih jam 9 nanti sudah harus disana, maaf yah sayang" sahut Arnold seakan merasa bersalah, padahal itulah taktik dia yang halus.


"iya sayang gak papa, saya juga nanti jam 8 kan sudah di jemput pacarku di Tribun Merah " sahut Anty dengan nada menenangkan.


"iya sayang,, mksh yah atas semuanya.. sampai ketemu lagi" sahut Arnold yang tampak senang karena ditolong oleh pacar Anty yang mau menjemput gadis manis itu sehingga mempermudah dia untuk pamit.


"iya sayang, saya malahan makasih sudah ditemani jalan, nanti kalau saya kesini lagi saya kabarin yah" timpal Anty sambil memeluk Arnold.


Arnold pun meninggalkan Anty menuju ke kos untuk bertemu dengan Ardi. dengan satu kecupan kekening Anty, Arnold berangkat dengan sebuah senyuman.....

__ADS_1


"Makasih yah buat kawan kawan yang telah membaca novelku, dukung terus yah, sampai ketemu dicerita selanjutnya"


__ADS_2