
Di tengah Hutan Kalvir sekitar 1 KM dari Kediaman Arnold, mendaratlah Helikopter yang membawa Arnold dari atas Hotel Alabour.
Hutan Kalvir adalah Hutan milik Keluarga Tandoyo, di tengah hutan Kalvir dibuatlah Helipad darurat untuk Helikopter pribadi Arnold.
Di sisi kiri Helipad itu ada pintu rahasia melalui ruang bawah tanah menuju Kamar Arnold , dengan menggunakan kereta bawah tanah Arnold bisa sampai ke kamarnya dengan cepat.
Tidak menunggu lama setelah Helikopter Arnold mendarat, Arnold dengan pakaian serba hitamnya melompat turun dari helikopter dan berlari dengan gagahnya, dengan diiringi kibasan baling baling heli yang membuat rumput disekitarnya bergoyang seakan menambah pesona wibawa dan kegantengan Arnold, dua pengawal Arnold yang setia juga berlari mengikuti Arnold dari belakang.
Alan Dan Randi adalah pengawal bayangan Arnold yang selalu berada di setiap langkah Arnold. dia merupakan pengawal yang paling setia dan sudah dianggap saudara oleh Arnold.
Mereka hanya kelihatan disaat genting kayak begini, disaat keadaan agak kalem dia hanya mengintai dan mengawal Arnold dari jauh sehingga tidak ada yang tahu kalau Arnold didampingi oleh Alan dan Randi, bahkan disaat kejadian Mie Ayam Mas Rayhan mereka sempat ingin menghadapi ajudan Nurul, namun Arnold memberi tanda dari jauh dengan kode jari agar mereka tidak turun tangan.
Alan dan Randi memiliki banyak keahlian. Bidang Politik, Hukum, IT dan semua beladiri mereka kuasai.
Kecerdasan mereka berdua memang diatas rata-rata, sehingga mudah dalam membantu menyelesaikan perintah dari Arnold.
Mereka direkrut langsung oleh Arnold, Arnold yang mempunyai kecerdasan dan keahlian melebihi mereka ( Alan dan Randi ) pasti sangat mudah menemukan pengawalnya itu.
sebenarnya ada 3 rekrutan Arnold, namun yang satu bernama Ridal berkhianat dan pergi meninggalkan Arnold dengan membawa berkas rahasia Perusahaan PT Berkarya untuk dijualnya entah kesiapa. namun tak menunggu lama Arnold mampu mengambilnya kembali dari Ridal.
Arnold hanya membiarkan Ridal pergi dan tidak menuntut apa-apa, dia juga tidak mau mencari tahu untuk siapa Ridal bekerja sehingga Ridal mau mencuri berkas rahasia perusahaan tersebut.
Namun satu yang Arnold tahu, ada banyak orang yang mau memiliki dan menjatuhkan Perusahaan milik Ayahnya dengan berbagai cara.
✓✓✓✓✓✓✓✓
Tiga orang berjubah hitam telah berhasil masuk menerobos ke Kamar Arnold, namun tak sempat jauh melangkah dari pintu kamar Arnold mematahkan langkah mereka dengan melempar sebilah pisau tajam dan menancap langsung di atas meja tepat berada didepan
mereka bertiga.
"selangkah kalian bergerak, nyawa taruhannya" Ancam Arnold sambil duduk di atas sofa dengan menyilangkan kaki kanannya diatas lutut dengan memegang sebuah berkas lalu melemparnya keatas meja.
"inikan yang kalian cari, sini ambil sendiri" tambah Arnold didampingi pengawalnya yang sedang berdiri sejajar dibelakang sisi kanan kiri Arnold sambil melipat tangan mereka didepan dada.
Ketiga orang berjubah hitam itu tampak heran karena kemunculan tiba tiba Arnold bersama kedua pengawalnya, tiba tiba salah satu dari mereka mengeluarkan senjata api dari pinggangnya.
Namun tak sempat mengangkat senjata, tangan orang tersebut tertancap pisau yang dilempar oleh Alan sehingga menjatuhkan senjata dari tangannya dan meneteskan darah kelantai.
Ketiga orang berbaju hitam itu tampak tertekan , karena mereka tahu sekarang siapa Arnold sebenarnya setelah melihat langsung wajahnya. mereka tak berani lagi bergerak maju karena sekali melangkah mereka bakal mendapatkan resikonya.
mereka mencoba berbalik untuk lari namun beberapa pengawal rumah Arnold telah berkumpul di belakang mereka dengan menggunakan senjata dan benda tajam.
Mereka terhenti untuk melangkah lebih lanjut dan tampak bingung serta sangat tertekan.
"tidak usah lari, saya juga bakal melepaskan kalian, agar kalian bisa menyampaikan kepada orang yang menyuruh kalian kalau mereka salah memilih LAWAN" sahut Arnold tegas dan mengintimidasi.
__ADS_1
"Saya akui kalian bertiga hebat mampu masuk ke kamarku tanpa ketahuan Pengawal Rumahku, itu semua karena bantuan dia kan"
Arnold menunjuk salah satu pengawal rumahnya yang membantu ketiga orang berjubah hitam itu masuk ke rumah tanpa ketahuan yang lain.
"maaf tuan, maaf tuan saya diancam dibunuh oleh mereka , setelah menemukan saya lagi sama gadis di hutan belakang" sahut pengawal rumah tadi sambil gemetar dan bersujud dihadapan Arnold.
"sudah-sudah, berdiri pak. Lain kali hati-hati yah, hukuman kamu berlari 150 kali putaran rumah ini dan satu lagi kamu harus nikahi gadis itu juga harus menjaganya selalu, awas loh sampai saya tahu kamu mempermainkannya, okeeyyy''
"Siap tuan terimakasih" sahut pengawal tadi dengan tampak senang dan sedikit meneteskan air mata haru karena kebaikan Tuan Arnold.
setelah beberapa saat dengan penuh rasa takut dan terintimidasi Akhirnya ketiga orang berjubah hitam itu memilih untuk pergi, para pengawal rumah Arnold memberi jalan kepada mereka.
"Maaf Tuan, apa saya membereskan mereka? dan mencari tahu siapa Bossnya?" tanya Randi sambil menunduk
"tidak usah, saya sudah tahu orangnya dan dalam 3 hari boss mereka bakal datang bersujud meminta maaf atas kejadian ini, setelah melihat sms dari saya " sahut Arnold
"Siap tuan"
"Kamu antar saja saya kembali ke Hotel Alabour yah"
"Siap tuan"
Sambil berjalan menuju ke ruang bawah tanah. Arnold mengambil sepucuk bunga mawar🌹 diatas lemari dekat pintu ruang bawah tanah.
"Waduh kamu masih kurang jeli sedikit yah, coba jelaskan ke Randi lann"
"Siap tuan, di punggung tangan kanan mereka ada tatto kelompok pembunuh bayaran Tornalja, bergambar naga berkaki dua" jawab Alan
"Jelas kan Ran" sahut Arnold sambil menaiki Helikopter
Mereka akhirnya tiba di Hotel Alabour, Arnold turun dan menuju ke Kamar 305 sedangkan Alan dan Randi kembali ke kedudukan mereka biasanya.
"Kamu sudah datang yah sayang, tadi saya sempat kaget baca surat kamu soalnya saya takut kamu kenapa-kenapa" Sahut Sinta yang masih tak mengenakan kain sehelaipun.
"tidak apa - apa kok sayang, sudah aman" timpal Arnold sambil memberikan sepucuk bunga mawar kepada Sinta yang membuat Sinta terhanyut oleh cinta buta.
tak menunggu lama setelah memberi sepucuk bunga Arnold melepaskan pakaiannya dan tanpa aba-aba langsung menerkam bibir halus Sinta, Sinta membalas lumatan Arnold dan membuat birahi Arnold meningkat, desahan dan kecupan melengkapi suara birahi yang menyelimuti keheningan Kamar 305 .
Mereka akhirnya melanjutkan pertarungannya, sampai Fajar menyambut.
✓✓✓✓✓✓
Di Jl. Toa Daeng 3, Markas pembunuh bayaran Tornalja. Ketiga orang berjubah hitam tadi berlari dan melapor kebos mereka akan kejadian semalam. tak sempat melapor Boss mereka langsung menampar ke tiga anak buahnya itu.
"goblok, berani sekali kamu membuat masalah setelah tahu siapa yang kamu hadapi, biar itu perintah dari saya untuk mengambil berkasnya tapi kalau sudah tahu itu dia, kalian harusnya meminta maaf langsung dan tidak membuat kekacauan" sahut Bos Pembunuh bayaran Tornalja yang telah mendapat sms dari Arnold.
__ADS_1
"senjata apinya keren bang sampai hampir membuatku lecet, tolong 3 hari lagi bawa kesini yah sebanyak 100 buah By: Beruang Hitam Arnold" isi sms Arnold kepada Bos Tornalja yang membuat seorang Bos pembunuh bayaran gemetar dan keringat dingin saat membacanya.
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
TERIMA KASIH BANYAK BUAT PARA READER YANG SETIA MEMBACA NOVEL INI.
DENGAN SUPPORT PARA READER SELALU SEHINGGA MEMBUAT SAYA SEBAGAI AUTHOR SEMANGAT TERUS UNTUK BERKARYA.
TERUS DUKUNG NOVEL
"SELINGKUH TAK NAMPAK"
NANTIKAN KISAH SELANJUTNYA,
pasti para reader penasaran dan timbul pertanyaan :
Apa sih hebatnya Arnold, sampai sampai bos pembunuh bayaran tunduk dan takut
Kenapa Arnold menyebut dirinya Beruang Hitam
Masih banyak lagi
Tantangan terbuka buat para Reader
"coba para reader tuliskan dikolom Komentar Rasa penasaran anda yang belum sempat saya sebutkan"
Demikian Episode ini sampai ketemu di episode selanjutnya yah.
Created By ANNO NURUL
__ADS_1