Semesta Jangan Permainkan Aku

Semesta Jangan Permainkan Aku
episode 4


__ADS_3

...Hai hai semua nya Sebelum lanjut yuk budayakan like dan komen di lapak author yok !! biar author semangat nulis nya ..... ....


episode sebelum nya:


Ia yang melihat hal tersebut bukan lah melerai melainkan hanya menonton saja.kenapa ?hal itu ia lakukan karena lenna berani menolak keinginan nafsu nya semalam, ia menganggap itu adalah hukuman untuk Allena .


...****************...


Tik ...


Tik...


Detik suara jam terdengar jelas di dalam sebuah kamar ,berisi kan seorang gadis yang terlelap di atas kasur.


Perlahan mata nya mulai terbuka hal yang pertama kali terlihat hanya lah plafon putih polos .


Dengan kepala yang masih di perban ,di serta rasa sakit kepala , Allena pergi meninggalkan kamar nya .Berjalan menuruni satu demi satu anak tangga ,hingga menemukan salah satu pelayan wanita yang sedang bertugas sekarang.


" Bibi " ucapnya. Allena spontan memegang salah satu pundak Pelayan wanita tersebut.


" ehh astaga si enon ,ih bikin bibi aja "tutur nya mengelus mengelus dadanya karena kaget.


" Bi Ayah ,Ama antek antek nya kemana bi?"


Tanya nya tidak memperdulikan rasa kaget wanita yang di ajak bicara nya.


" eh anu non tadi setelah non tidur ,non Ilona pulang dari sekolah lalu langsung si ajak sama pak Andi pergi jalan jalan.Tapi bibi gak tau pergi kemana non,terus bibi gak berani nanya juga non"


tutur Heni asisten rumah tangga mencoba merangkai kata.


" oh ok lah . makasih ya bi!" ucap nya berjalan ringan mulai menaiki anak tangga menuju lantai 2.namun langkah nya berhenti.


" Bi!! ,Bang Aryo ada di rumah?" ucap nya sedikit berteriak ke arah bi Heni.


" Mas Aryo ny .."


ucapan bi Heni terpotong karena adanya keberadaan orang yang tadi di tanyain tepat di belakang Allena.


" Ada apa" suara bariton Aryo berhasil membuat bulu kuduk Allena berdiri dengan cepat Lena membalik kan badan nya hingga berjumpa dengan sang pemilik suara bariton


Bi Heni yang melihat itu segera menoleh ke belakang ia lanjutkan aktivitas nya yang tadi sempat tertunda.

__ADS_1


Mendengar tidak ada jawaban dari Lena ,Aryo melanjutkan ucapannya lagi.


" gua mau pergi nongkrong , mau ikut gak? biar aku manjain kamu sama kawan kawan aku?." ucap nya penuh arti . menatap dengan menggoda.


Lena terdiam tatapan bengis ia berikan kepada Aryo sembari diam beberapa menit untuk mulai merangkai kata yang cocok untuk Abang tiri penuh nafsu nya.


" gk! ,gua gak perlu di manja ,sama pria binatang kayak kamu!" ucap nya pergi melalui Aryo .


" ck songong amat ,lu anak adopsi anj.gak tau diri" Aryo menatap lekat punggung Lena yg sudah mulai menjauh.


Selepas itu Aryo sudah selesai turun dari anak tangga ,ia yang melihat bi Heni Segera mendatangi bi Heni .


" bi kalo udh selesai kerjanya, jangan lupa kunci pintu Ama jendela ya bi!!, ucap nya di balas anggukan kepala oleh BI Heni.


" ok Mas". ucap bi Heni berhenti sebentar kemudian melanjutkan aktivitas menyapu nya.


Setelah dia rasa cukup ,Aryo dengan langkah ringan bergegas meninggalkan rumah . Punggung besar tersebut sudah tidak ada lagi di kediaman.


...****************...


Lena terduduk di kursi belajar nya menatap pekerjaan rumah ( pr) yang sudah menumpuk menunggu untuk di kerjakan. Hal itu pula yang membuat dirinya mengingat suatu kejadian.


Flashback on..


suara ketukan pintu berhasil membuat bungkam Allena kecil yang sedang menangis.Lena kecil mendongak


"Allena "


Allena membuka pintu pintu dengan mata yang masih sedikit basah ia paksa kan senyum.


Sebalik nya Ilona menyodorkan beberapa tumpukan tumpukan buku kepada Lena kecil.


" tolong kerjain yaa ".


" kamu kan udah gede Ilona , aku Takut di marahi lagi"


" tenang aja bunda sama ayah lagi pergi ,kali ini gak bakal ketahuan lagi don't worry Len"


" kita kan sebaya kenapa gak kerjain sendiri aja ,aku aja kerjain sendiri Ilona


Rahang nya mengeras sembari beberapa kali berdecak kesal ,matanya menatap sengit tidak terima" oh jadi udah gak mau bantuin aku lagi!!". bentaknya kesal.

__ADS_1


Allena menggeleng kan kepala nya pelan


" bukan kek gitu maksud aku Ilona ,aku gak bisa terus terusan ng-"


" heh ngapain kalian berdua!" teriakan nyaring yang berhasil membuat telinga menetas .mampu membuat lenna kecil ketakutan walaupun ia tidak bersalah.


Brak


" aduh ,sakit banget , tangan aku sakit." ucap Ilona menjatuhkan diri nya sembari menyetel buku buku agar berserakan.


" aku udah gak sanggup nulis nya lagi . kenapa gak kamu tulis sendiri aja harus nya kan Lena bisa mandiri. aku juga ada pekerjaan rumah Lena!!.'


" Ilona kamu kenapa ?" ucap Lena ingin membantu.


Terlambat Lauren berjalan dengan tergesa gesa menghampiri kedua anak kecil tersebut. dengan cepat mencubit kuat tangan. Lena hingga meninggal kan bekas merah.


"jangan sakiti anak saya berani beraninya kamu , menyakiti anak saya "


Ilona bangkit dari duduknya lalu memeluk ibunya dengan wajah memelas . sedangkan Lena yang tidak mengerti apa apa ia hanya diam menahan tangis sembari memegang tangan nya yang sakit kena cubit.


belum sampai situ, setelah kejadian tersebut tentu saja Lauren menghukum Lena ,dia menyeret dengan kasar tangan lena hingga tubuh nya masuk ke dalam gudang gelap tanpa penerangan.


Lena kecil waktu itu sangat takut gelap ,ia sudah tidak sanggup lagi menahan air mata yang sudah penuh di pelupuk mata nya.dengan kencang menangis sejadi jadinya. Tapi dari situ lah dia tahu betapa licik nya Ilona .hingga sekarang ia masih ingat kejadian tersebut.


Dimana kah sang Ayah ?.Pak Andi waktu itu sedang ada kerjaan proyek ke luar kota waktu itu.


flashback off..


Lena membuka tangan yang menangkup wajah nya. Dengan Cepat membuka buku pekerjaan rumah nya dan mengerjakan nya.


Namun pikiran sama hati nya berbeda . pikiran nya menyuruh dia untuk mengerjakan tugas nya sedang kan ,Hati nya masih sangat sakit jika mengingat kejadian tersebut .pikiran nya jadi tidak fokus.


Beberapa jam kemudian akhirnya ia selesai mengerjakan tugas tugas nya ..Lena berjalan mendekati jendela . hujan mulai membasahi bumi tersebut ia terduduk di dekat jendela besar tersebut.


Di balik lamunannya kini dia sedang berpikiran keras .Pasti suatu saat ada saat nya dirinya di usir dari rumah ini . Entah konflik apa lagi yang akan menimpa dirinya yang rapuh


Maka dari itu sebaik nya dirinya harus bisa mencari uang sendiri , tatapan berbalik menatap meja dekat kasur sebuah black card tergeletak di atas nakas ,ia berpikir mengambil sedikit uang nya untuk keperluan yang akan mendatang .


Bersambung...


Spoiler :

__ADS_1


Ngapain lu ada di kamar gua? ,siapa yang ngizinin lu masuk kamar gua hah? . rupanya udh tukang fitnah , rupanya lu juga berbakat jadi Maling yaa!! " ucap nya memekik cukup kuat.


__ADS_2