
Hai semua nya Sebelum lanjut yuk budayakan like dan komen di lapak author yok !! biar author semangat nulis nya .....
Sebelum nya....
Allena menggeleng kan kepala nya. mana mungkin ia menginap di rumah Indira yang ada Indira bisa mati di buat Andi .kini ia cuman bisa pasrah.
****************
Jam berlalu begitu cepat kini sudah pukul 4 sore . Suara riuh siswa siswi keluar dari kelas masing Masing.
kini depan sekolah sudah sangat padat , karena bel pulang sudah berbunyi. Allena terdiam di salah satu pojok halte sekolah.menunggu jemputan. Sedang kan Indira sudah di jemput bersama dengan teman nya yang lain.
Ia termenung di sudut halte sekolah , mengingat nilai ulangan nya ,yang hilang 2 poin ,entah kenapa ia bisa begitu ceroboh , salah masukan rumus membuat ia harus berdebat dengan Pak Anton .
tak dapat di pungkiri kesalahan nya karena ia yang salah baca rumus ,hal itu membuat dia sangat tidak ingin pulang hari ini , pikiran nya hanya terfokus kan kepada alasan apa yang harus ia berikan.Teman teman nya mengatakan itu adalah nilai yang sangat bagus.
Tidak masuk akal,apa mungkin orang tua nya marah . karena nilai yang kurang dua.
Ia mengusap wajah lembut nya menggunakan kedua tangan nya . sembari berkata
" sial , cuman kurang 2 poin"hanya kata itu yang terucap dari mulut nya yang kering
Hingga tanpa ia sadari sebuah mobil hitam kini sudah berhenti pas di depan halte tempat ia menunggu ,tidak mendapatkan respon dari nona muda nya,pria berusia kisaran 50 akhirnya memanggil Allena.
" non! " ucap supir mobil tersebut membuka jendela mobil dan memanggil Allena.
Lamunan Allena yang seketika buyar ia membuka matanya,mendapati mobil sudah berada di depan nya kemudian ia dengan segera beranjak memasuki tubuhnya ke dalam mobil bewarna hitam Tersebut.
__ADS_1
Mobil melesat dengan kecepatan sedang membelah jalan yang ramai di penuhi kendaraan bermotor dan bermobil . perjalanan dari sekolah ke rumah Allena menempuh waktu sekitar 40 menit ,Selama di perjalanan ia hanya menatap keluar jendela mobil, menatap kendaraan yang bergerak gerak.hingga tidak terasa mobil sudah sampai di depan gerbang besi bewarna hijau.
Mobil tersebut mengeluarkan suara klakson yang nyaring ,di balas dengan gerbang yang terbuka lalu kendaraan baja beroda 4 tersebut melanjutkan perjalanan melintasi taman kecil yang berada di halaman hingga berhenti di depan rumah .
Allena segera turun dari mobil ,membuka dengan pelan pintu rumah lamu memasuki rumah besar tersebut ia mengedarkan pandangannya menelisik dengan teliti kondisi rumah nya. Sepi .hanya itu yang dapat menggambarkan kondisi rumah besar yang di penuhi aksesoris mewah tersebut.
Ia melangkah melewati beberapa pelayan yang sedang bekerja, menaiki satu demi satu anak tangga memasuki kamar tamu yang kini menjadi kamar nya. mengunci kamar tersebut ,lalu melanjutkan ritual mandi sore .
****************
Beberapa buku tebal tergeletak berserakan di lantai.ada yang juga sudah rusak.
" ANAK SIALAN .Gilak kamu ,ya Allena!!setelah sekian lama mama cariin Kamu tempat Les terbaik dan nilai kamu cuman dapat segini." Ucap Lauren.
" Mau kamu apa sih ,kamu mau keluarga kita di permalukan di Depan keluarga besar ayah kamu.!! Sebenarnya apa sih yang bisa mama banggain dari kamu !! tutur Lauren mendekat ke arah Allena yang berada di samping bar tempat makan.
" anak sialan" ia berjalan mendekati rak piring yang sudah tersusun rapi dengan piring.menopang tubuh nya menggunakan tangan nya.
" kenapa sih padahal kamu tinggal belajar dengan baik dan rajin ,apa susah nya .apa jangan jangan kamu pacaran hah!"ucap nya berteriak keras . jantung Allena ( Lena )
berdegup kencang.
Bandingkan terus Ilona sana Ilona sini ,gak di lihat apa !? ,anak yang di banggakan sifat nya seperti apa .aku juga gk minta di lahir kan ke dunia ini,aku juga gak minta kau mengadopsi diriku tutur nya .ucap di dalam hati.
Lauren membalik kan badan ,ia menatap gadis yang di depan nya hanya melamun saja . karena merasa tidak di dengar kan , dengan membabi buta ia meraih piring piring kaca yang berada di rak , dengan enteng melempar kan piring pertama ke arah Allena.
Piring tersebut meleset mengenai dinding di belakang Allena.Belum juga puas kini ia melempar piring tersebut hingga pas mengenai tangan nya . Allena meringis kesakitan darah merah mengalir.
__ADS_1
Lauren yang melihat hal tersebut tersenyum smirk . dengan sangat kasar menarik rambut terurai milik Lena menyeret tubuh nya memasuki kamar mandi .
"Bruk "
suara benturan itu berasal dari kepala Lena. Lena terjatuh karena di dorong oleh Lauren. dengan cepat kepala nya berkurang Kunang
darah segar mengalir mengenai pelipis nya.
Lauren tidak berhenti sampai di situ ia menguyur Lena dengan shower yang berada di dekat nya .
Setelah Lena terkapar lemah dan tak bergerak ia keluar mengelap tangan nya sembari mengucapkan beberapa kata.
" siapa pun ibu yang melahirkan kamu pasti sangat menyesal karena telah membawa gadis gak berguna seperti kamu datang ke dunia ini.
tutur nya meninggalkan Lena yang terkapar di lantai yang dingin. ia masih bisa mendengar sayup-sayup suara milik Lauren ,walaupun ia sudah mulai tidak sadar.
"aku juga tidak minta di lahir kan dan berada di rumah ini.tuhan tolong akhiri penderitaan ini ."tutur nya sebelum ia kehilangan kesadaran dan menutup mata. semua nya gelap.
" oi lu gak mati kan? " ucap aryo menggoyang goyang kan tubuh lena yang basah karena Air.
Ia yang jengkel tak mendapatkan respon dari lawan bicara nya berdecak kesal . lalu ia berdiri mundur beberapa langkah mempersilahkan 2 pelayan wanita yang ada di belakang nya untuk masuk ke kamar mandi. Dengan mudah mereka membawa Lena dan mengurus luka yang ada di tubuh Lena.
Apakah Aryo peduli dengan Allena?, Tet tot salah besar. Aryo yang waktu itu baru pulang dari kampus mendapati suara gaduh yang sangat nyaring dari dapur rumah nya.hal itu lah yang membuat dirinya tertarik untuk melihat kejadian apa yang sedang terjadi.
Sesampainya di sana pemandangan yang pertama kali ia lihat . Ia Ibunya ,lauren melemparkan piring dengan membabi buta kearah Lenna.
ia yang melihat hal tersebut bukan lah melerai melainkan hanya menonton saja.kenapa ?hal itu ia lakukan karena lenna berani menolak keinginan nafsu nya semalam, ia menganggap itu adalah hukuman untuk Allena .
__ADS_1
Bersambung......