Semesta Jangan Permainkan Aku

Semesta Jangan Permainkan Aku
episode 2


__ADS_3

Hai hai semua nya Sebelum lanjut yuk budayakan like dan komen di lapak author yok !! biar author semangat nulis nya .....


" Kurasa tidak pernah selesai ujian dalam hidupku ... bikin lelah aja "


dear allena Liora gentari.


Episode sebelum nya ...


ia melintasi orang orang ,tidak ia jumpai Abang nya begitu pula dengan pembantu tidak memperdulikan dirinya seakan akan kejadian itu tidak pernah terjadi.Hal itu ia simpan hingga kini dia sudah duduk di bangku SMA kelas 1


****************


Jam menunjukkan pukul 4 dini hari Allena sudah terbangun dari tidur nya ,kini ia berdiri menatap pantulan dirinya di cermin sembari mengompres mata nya yang bengkak akibat menangis .


mata tajam nya mengabsen setiap inci dari wajah yang ia miliki otak nya ia peras berpikir apa yang membuat Abang nya menyukai dirinya .


selain mata yang lentik dan hitam ntah apa yang di sukai pria itu, ia mendengus kasar setelah ia pikir cukup mengompres mata nya ,kini ia melanjutkan ritual nya .


tidak terasa waktu sudah cepat berlalu ,jam sudah menunjukkan pukul 06: Ia segera menuruni anak tangga melintas ruangan ruangan hingga terhenti di ruang makan yang sudah di isi oleh keluarga nya.


Lauren yang menangkap kedatangan Allena segera mencebik kesal ,tapi memilih untuk tetap diam. Sedang kan Ilona Rainey delincia sendang merengek meminta uang jajan ia mengehentikan aksi nya sebentar ketika melihat kedatangan Allena,namun segera melanjutkan nya lagi.


Ia meneliti dengan teliti tidak ia dapati Arya di ruangan tersebut membuat dia bersyukur .


Segera ia percepat makan nya .


Kemudian beranjak pergi ,baru dia mengangkat bokong sebuah suara bariton memanggil nya.


Allena terhenti ,membalik kan punggung nya menatap kepada pria yang memanggil nya.


" Allena tunggu ambil ini " ujar Andi mengambil sesuatu dari saku celana nya lalu mengulurkan . Ilona yang melihat itu mendengus kesal pasal nya dari tadi ia merengek meminta black card tersebut, yang ada malah dengan enteng di berikan ayah nya kepada Allena. Lauren yang melihat itu langsung panas dingin.


Allena menarik salah satu alis kemudian menunjuk dirinya.membuat pria itu mengulang kembali perkataan nya.Stelah merasa yakin .


Allena segera mendekati Ayah angkatnya melewati Ilona yang memberi tatapan nyalang ingin menyerang.mengambil black card di tangan nya ia menatap bingung , seakan mengerti reaksi Allena Andi langsung menjelaskan


" Gunakan jangan bersikap gembel seakan akan kami tidak mengurus mu !" ucap nya lalu berdiri meninggalkan ruang makan.

__ADS_1


Allena tersenyum kecut ia hampir berpikiran positif ,ckck segitu nya kah diriku .cibir nya lalu pergi meninggalkan rumah itu menuju ke sekolah.


****************


Ia sudah sampai di sekolah berjalan dengan santai menuju ke kelas nya . berjalan di koridor sekolah menuju ke kelas .


" Bruk" sebuah pelukan hangat langsung tertuju kepada dirinya


Seorang gadis bernama Indira myesha Kirana langsung memeluk nya nya tersenyum besar


" makin kusam aj Lo ucapnya menyidir "pekik nya membuat mereka menjadi pusat perhatian.Allena yang sadar menjadi pusat perhatian hanya nyengir saja ,tidak memperdulikan tingkah teman satu satunya .


Indira yang merasa di kacangi langsung menganti topik pembicaraan.


Ia baru mau menjawab tapi sudah di potong lagi dengan suara nyaring Indira


" gimana udh siap gk Lo nanti ada olimpiade ,Lo ikut kan? " tutur nya melepaskan pelukannya dari Allena ,lalu menjawab.


" Tentu saja gua siap tapi nanti pas bagi hasil tes kemarin ucap nya semangat."berjalan lebih cepat kek kelas, disusul oleh teman nya


" Ekhem hari ini bapak ada rapat untuk menyiapkan olimpiade, jadi bapak cuma akan


membagikan hasil ujian kalian semoga kalian puas dengan hasil yang kalian dapatkan." ucap nya telaten sembari menyusun kertas yang berada di atas mejanya.


Semua nya langsung riuh tidak sabar akan nilai yang akan di dapat begitu juga dengan Allena jantung nya berdebar kencang.Pikiran hanya fokus terhadap nilai yang akan ia dapat kan.


Wali kelas nya sudah selesai membagikan hasil ujian mereka,lalu pergi meninggalkan kelas menuju ke kantor. Semua siswa yang menerima ,langsung riuh melihat nilai dan . membandingkan.


Begitu juga dengan Allena ia menatap kertas nya lama ia tidak percaya 98 ?. Mengigit bibir bawah nya .Tengkuk nya sudah panas dingin , pikiran nya langsung bisa menerawang kejadian yang akan terjadi selepas ini


Sebuah tamparan pasti menunggu dirinya di kediamannya.Lamunannya pecah ketika suara nyaring khas dari Indira berucap.


" Sudah lah All itu udah bagus kok Lo bilang aj ma nyokap ma bokap Lo nilai Lo yang paling tinggi , dan satu lagi di Dunia gk ada yang namanya sempurna, mereka pasti Gak marah" ucap nya mengusap punggung sahabatnya mencoba menenangkan Allena yang sudah panas dingin.


" gak bisa nilai ku jelek yang ada gua makin di gebuk " tutur nya, lalu beranjak dari bangku dan meninggalkan kelas yang masih riuh.


Sekelas yang kaget melihat tingkah Allena , hanya menyorakinya saja ,bahkan ada juga yang menyindir terang terangan,mereka beranggapan Allena sangat lebay.,

__ADS_1


" dih nilai kek gitu di bilang jelek ,kalo gitu nilai gua apaan". tutur siswa siswi yang lain.


yang hanya di balas dengan tatapan sengit dari Allena hingga akhirnya ia pergi meninggalkan kelas.


Masa cuman nilai kurang 2 aja ia sampai mempermasalahkan hal tersebut ,Tidak bagi Allena nilai nya sangat berguna karena akan mempengaruhi Nyawa nya sepulang sekolah.


Tak perlu waktu lama dengan melewati beberapa lorong ia telah sampai di kantor guru , dengan langkah pasti ia membuka pintu tidak sengaja ia berpapasan Dengan Ilona .


Ilona yang menangkap kedatangan Allena menahan bahu gadis tersebut membuat dirinya berhenti ,mata tajam Allena menatap nyalang ke arah Ilona.


" apa anjing" tanya nya Allena


"Gua manusia tolol ,hahaha berani sekali Lo gk usah sok keras kalo nanti ujung ujungnya berlutut lagi di kamar mandi hahaha" ucapnya tersenyum mengejek menjauh dari Allena.


Allena bertingkah acuh lalu melanjutkan urusannya.Setelah hampir 20 menit mencoba membenarkan hasil ujian nya , berharap membuah kan hasil , kini ia keluar dari ruangan dengan muka di tekuk perasaan nya Begitu tidak karuan .


Rasa takut kini menghantui dirinya sekarang ia menelusuri lorong dengan lunglai , kepada siapa dia harus meminta pertolongan.


Bel berbunyi dengan nyaring .Siswa siswa berhamburan keluar dari kelas dari ujung lorong ia dapat melihat Indira myesha Kirana Melambai kan tangan nya .


Allena yang sudah tidak sanggup lagi hanya berjalan lunglai , sahabat nya memeluk tubuh rapuh Allena.


" sudah jadi kek mana mau nginap tempat aku?" tanya nya polos.


Allena menggeleng kan kepala nya.mana mungkin ia menginap di rumah Indira yang ada Indira bisa mati di buat Andi. kini ia cuman bisa pasrah saja


Bersambung ....


Spoiler:


"*Bruk"


Suara benturan keras tersebut berasal dari Allena. Dengan cepat kepala nya berkunang-kunang, darah segar mengalir mengenai pelipis matanya. Hal tersebut tidak lah membuat wanita tersebut untuk berhenti.


Dengan perasaan yang masih sangat kalap ia menyeret tubuh lemah Allena memasuki kamar mandi yang dingin.


MOHON MAAF KALO TYPO BERTEBARAN ☺️☺️XIXI

__ADS_1


__ADS_2