
*jika ada yang lebih baik bagiku ,itu pasti hanya kematian saja*.
dear allena liora gentari.
Semesta yang menangis deras menutupi sayup sayup Deru napas terengah engah milik wanita di salah satu bilik kamar mandi di taman.
Kamar mandi yang sepi dengan air di keran yg bocor mengeluarkan setetes demi setetes air yang mampu menambah kan suasana horor semerbak.
Kini ia dengan kekuatan yang seandainya tengah bersusah payah meloginkan bayi di dalam kandungan untuk ikut bersama nya di dunia.
Tak perlu waktu lama ,sekali tarikan napas di serta hentakan dan dorongan kepala bayi menyembul di balik rok nya yang sudah berlumur darah merah kental .
1...2...3...
Uek...
uek...
Ruangan senyap telah di penuhi oleh tangisan bayi .Dengan cepat bau anyir menyerbak di seluruh ruangan. dia menatap lekat ke bayi yang sedang menangis .
Tak ada rasa baginya untuk meraih dan mendiamkan darah daging nya. yang ada dia hanya merapikan rambut yang menghalangi wajah putih nya.dan menyingkirkan rapor serta izasah yang tergeletak di atas kloset.
Sembari menghembuskan napas lelahnya di usap nya keringat yang bercucuran di dahi kini dia sudah resmi menjadi ibu.
Belum lagi dia merasa lega, gejolak di perut nya timbul rasa mules yang di serta rasa sakit merasuki nya lagi , entah setan apa yang merasuki raganya.
Dengan sisa tenaga beserta heran ,panik dan takut bercampur di kepala nya. Tanpa pikir panjang ,memukuli perut nya dengan membabi buta ntah karena pukulan atau apa .
Seorang bayi keluar dari lubang yang sama dari rok nya dia menatap dengan tatapan heran. 1 menit 2 menit tidak dia dengar suara tangis pilu pemecah telinga,bayi Tersebut menutup mata.
Mati?? dia beranggapan bayi tersebut mati , seketika senyum kecil terukir di bibir pucat nya , berharap bayi itu mati karena pukulan nya sayang nya tidak...
Di menit ke3 bayi itu membuka mata , menatap ke arah ibu yang telah melahirkan nya .Senyum mengejek terukir sempurna di wajah cantik nya yang langsung tertuju kepada wanita di depan nya.
Senyum sumringah itu langsung pudar bibir nya bergetar ketakutan. dia sedikit mencubit bayi yang baru dia lahir kan berharap bayi tersebut menangis layaknya bayi normal seperti saudara nya. dia tidak tahan melihat senyum dari bayi tersebut.
Tetapi hasilnya bayi tersebut tidak menangis malah hanya mengedipkan mata tidak mengerti. dia mengigit bibir bawah nya berpikir keras.
Beberapa air bening berlalu di pipi nya yang putih , gadis itu kemudian tersenyum bahagia mencoba untuk menerima kenyataan . menatap dengan tajam lurus kepada bayi kecil nan mengemaskan .
lalu ia meraih bayi tersebut sembari membisikkan sebuah nama " Allena Liora Gentari."
__ADS_1
****************
Di saat yang sama ketika semesta yang masih menangis, gadis yang sama berlari-lari menerjang hujan dia tidak memedulikan bayi yang dia bawa kehujanan atau tidak dengan sigap meraih kotak dan kain yang berada di tong sampah.
dia berhenti terpana menatap panti asuhan besar yang bertuliskan " panti asuhan bersama"
kini berada di depan nya. menghembuskan napas nya yang kasar dia bolak balik menatap panti asuhan dan bayi yang sudah berada di kardus
bayi bayi itu tertidur pulas walau pun sudah terkena hujan dia pandangi lekat bayi bayi lekat.
tidak dia rasa di dingin nya hujan sebuah air hangat jatuh membasahi pipi pucat nya. dia menangis di dalam hati nya
Semenit ,dua menit ia menatap lekat wajah anak anak nya .Bibir pucat itu mulai berucap walaupun pelan dan patah tapi sudah dapat membentuk sebuah kalimat
" nama mu adalah allena liora gentari, dan chaka rafeyza gentari.katanya pilu meletakkan kotak bayi di depan panti.
Ia berjalan menjauhi panti, beberapa kali kali ia membalik menatap kotak kardus yang berisi bayi tersebut.
Bagaimana pun kini sekarang dia adalah seorang ibu ,ada setitik rasa bersalah di hati kecilnya .namun ia lebih memilih untuk meninggalkan bayinya di panti.
Sembari merutuki kesalahan nya Bayi haram, hasil perzinaan yang entah sengaja, atau tidak sengaja kini telah terlahir di dunia.
"Tuhan tolong jaga bayiku jangan beban kan dosa ku kepada mereka ,jaga lah mereka "
----------------
beberapa tahun kemudian sudah berlalu...
"Aileen " teriakan parau dari seorang pria sukses membuat wanita itu memutar punggung nya . menelisik dengan teliti dari mana suara berasal Lantaran kini ia sedang berada di taman yang cukup ramai orang yang berdatangan.
ia terpaku menatap pria di depannya pria yang kerap di panggil Athaya putra Gentari.Pria yang menghamili dirinya.Pria dari kedua anak kembar nya kini sudah berdiri di depan nya .
Di tengah keramaian kota ,pria Tersebut berdiri di depan nya. dengan sorot matanya menatap dengan raut muka khawatir,yang tidak dapat di jelaskan lagi. Lalu menghujani pertanyaan yang bertubi tubi kepada wanita yang ada di depan nya.
" kemana saja engkau ,kau tau berapa lama aku mencari mu ?? ." tanya nya penuh dengan tekanan interogasi.
Sementara wanita yg di interogasi hanya diam menatap ke bawah, sembari mencoba untuk menawan agar air bening yang ada di pelupuk mata nya tidak jatuh .
" kemana anak kita?. Apa kau mengugurkan nya ?, jawab Aileen kenapa kau diam ?. Kenapa kau pergi di saat kau hamil ?.Apa kau tidak bisa kah sa... " ucapan nya terpotong
Bukanya menjawab yang ada malah kekasih nya terduduk di lantai taman ,ia yang sadar menjadi pusat perhatian orang banyak , segera membopong tubuh kekasihnya di bangku taman .
__ADS_1
Setelah mendudukkan Kekasih dia menangkup wajah yang selama ini ia cari selama 4 tahun ,sedih rasanya hati melihat wajah kekasih nya sudah di penuhi oleh air mata.
ia mengusap pipi kekasih yang basah .
Lalu kekasih nya baru menjawab
"Apa kau tidak mengerti juga ?, ibumu menyuruh diriku menjauhi dirimu atau anak kita akan di buat nya tewas.Aku tidak tau harus berbuat apa di 1sisi kau hanya lah pelajar yang masih butuh kedua orang tua mu dan aku? ,aku hanya wanita biasa yang tidak punya perlindungan apa apa ," katanya sendu mengusap air mata nya lagi.
" Kenapa kau pergi begitu saja Aileen,aku mencari mu selama beberapa tahun ini.Kau hampir frustasi" tutur nya memegang tangan kekasihnya mencoba menyalurkan kekuatan.
"tentu saja aku lebih baik mengalah,dari pada harus taruhkan anak ku. dan kini mereka ada di panti asuhan tidak mungkin aku mengugurkan nya" tutur nya, ia sudah tidak sanggup menahan air mata maka membiarkan air mata berhamburan keluar dan membasahi pipinya.
pemuda di depannya segera mendekap bahu sang wanita agar masuk ke dalam pelukannya , supaya ia bisa menangis dengan leluasa.
Ia merasa sangat bersalah dengan kejadian yang menimpa kekasih nya . dengan suara yang Pelan dan lembut pria tersebut berbisik kecil di telinga Aileen
" sayang ayo kita jemput anak kita , mereka pasti sudah tidak sabar menunggu kita " katanya parau , sembari mengusap pipi kekasih ny lembut.
Sang kekasih balik menatap dan mengangguk kan kepala pelan ,lalu meninggalkan taman.
----------------
20 tahun kemudian....
" Brakk" suara vas kaca pecah terdengar nyaring memenuhi ruangan besar.
Suara melengking tinggi dari wanita dengan kisaran 39 tahun berhasil membuat telinga menetas.
"Allena Liora delincia , gadis sialan gak Tau di untung diri mu .Keluar kau sekarang dari rumah ini kau bukan lagi keluarga Delincia kau hanya hama " pekik nya menatap menusuk ke arah gadis yang sekarang berada di lantai atas .
Tak mau kalah gadis dengan rambut terurai itu menatap tak kalah sengit sembari menuruni anak tangga mengandeng koper hitam dan tas yang ada di bahunya
" ck aku juga tidak mau tinggal bersama ****** seperti dirimu ,ingat nyonya siapa yang membawa ku dengan paksa ,dan membuat diriku menggunakan nama delincia !!." pekik nya nyaring membuat beberapa orang menutup telinga.
Ia kembali melempar vas yang ada di meja, tapi kali ini hampir mengenai pria tua yang yang berdiri di samping wanita Tersebut .
Bersambung.
Spoiler :
"*lepas kan aku !! kau pria binatang gak punya hati aku adek mu sialan* " keluhnya .
__ADS_1
tangan nya sudah terkunci kini pria tersebut sudah berada di atas tubuh nya.