
setelah kericuhan yg di lakukan oleh devano dan Alfin berakhir, mereka pun memutuskan untuk
ke kamar devano saja tanpa perlu pergi keluar nongkrong
Alfin
"huh lama-lama ngantuk gw dah, kalau udah
rebahan kayak gini, huooom๐ฅฑ๐ฅฑ"
devano
"heleh kan kerjaan kesukaan Lo juga tidur maka
nya Lo kek gitu ๐" sinis devano
Alfin
"ahh terserah ap kata Lo dh Bambang, gw
dah ngantuk banget, huooomm๐ฅฑ๐ฅฑ" ucap nya lagi
tak lama setelah Alfin berbicara tersebut, dia pun
sudah tertidur pulas
devano yg melihat itu pun begitu terheran
Devano
"nih orang kalau masalh tidur juara 1 banget dah"
ucap devano seorang diri, sedangkan Reval hanya
menggangguk menginyakan tanpa berkata
sepatah kata pun
tiba-tiba terlintas di pikiran devano tentang tingkah laku Reval akhir-akhir ini kepada Lylia adiknya,
yg agak-agak tidak biasa ke kpd seorang cwe
devano pun langsung mempertanyakan nya kpd Reval
Devano
"hmmm val gw boleh nanyak sesuatu GK?"
tanya nya sambil mengambil satu bungkus makanan ringan di atas meja nya
reval
"apa?"
devano
"Lo suka yah sama adek gw?" sambil menatap Reval namun org yg di tatap malah masih asik nge-game
devano
"val jawab pertanyaan gw!"
Reval
"hmmm"jwbn simpel Reval
devano yg mendengar jwbn simpel dari reval pun hanya mendengus kesal dan tak lama dia pun
juga bermaen game
makan malam pun tiba, Reval dan Alfin ikut juga makan malam bersama dgn keluarga Lylia
di meja makan....
saat semua orang sedang sibuk memakan makanan mereka masing-masing, tiba-tiba datanglah Darrel, Darrel pun langsung duduk di dekat Lylia.
Lylia hanya melihat sebentar Abang nya dan kemudian kembali pokus terhadap makanan nya
setelah selesai acara makan malam bersama dgn keluarga Lylia, Reval dan Alfin pun ikut serta bergabung duduk di ruang keluarga Kennard, perbincangan demi perbincangan hangat di Sertai canda tawa dari orang-orang yg berada di ruangan tersebut, dan tak terkira waktu pun sudah menunjukan waktu nya jam tidur
semua yg ada di ruangan tersebut pun bubar ke kamar masing-masing, tak terkecuali Devano dan kawan-kawan nya
__ADS_1
Yap dia adalah Reval dan Alfin mereka malam ini akan menginap di rumah devano, Meraka sudah memberitahui kedua orang tua mereka masing-masing kalau mereka akan menginap di rumah devano
saat devano dkk menuju ke kamar devano, tiba-tiba....
bruk.... suara seseorang terjatuh
"aduuh shitt sialan banget dah gw, syiitt" ucap Lylia
Yap yg jatuh itu adalah Lylia, dia terjatuh dari kasur nya karna tidak melihat ke belakang nya kalau tempat dia terduduk sudah di tepi kasur dan ketika di memundurkan diri nya lagi ke belakang, Lylia pun langsung terjatuh
devano yg mendengar suara tersebut langsung bergegas pergi menuju kamar Lylia, di ikuti dengan Reval dan Alfin di belakang devano
sesampai nya di dalam kamar Lylia, mata devano langsung menyelusuk mencari keberadaan Lylia, takut-takut terjadi sesuatu dengan adek tercinta nya itu.
devano
"dek.. adeeekkk.." teriak devano sedikit kenceng di dalam kamar Lylia, Lylia yg mendengar nya pun langsung memunculkan kepalanya sambil menatap datar devano
Lylia
"apaan sih teriak-teriak gak jelas gituuh๐๐" ucap nya sambil mencoba untuk bangkit
devano yg melihat Lylia tidak terjadi apa-apa pun, dia langsung bernafas lega
Devano
"tadi gw denger suara sesuatu terjatuh, makanya
gw langsung masuk kesini"
Lylia yg sudah berhasil bangkit pun mencoba perlahan-lahan untuk kembali duduk di kasurnya, tanpa menjawab perkataan Devano, saat akan berjalan, tiba-tiba...
"aduuhh eshhhh... " keluh Lylia
" brakk" Lylia kembali terjatuh karna kakinya keseleo tanpa sepengetahuannya
devano yg melihat itu pun langsung berlari ke arah Lylia seraya membantu adik nya tersebut untuk mendudukkan dia ke kasurnya
devano
"dek Lo kenapa? knp tiba-tiba Lo bisa terjatu?
apa langsung ke rumah sakit aja yuk?"
pertanyaan cerocos devano tanpa jeda
Lylia yg mendengar itu pun hanya menatap kesal kpd sang Abang
Lylia
"bisa diem gak sih Lo๐, gw lagi kesakitan Lo nya
nanyak, banyak ammet terus pertanyaan lo kek
ujian lisan ae"
devano
"hehee mf๐, habis nya gw panik sih "
Lylia
"๐๐"
Reval langsung maju kehadpan Lylia, sambil
memeriksa kaki Lia karna melihat kakinya yg mulai agak bengkak
Reval
"hmmm kaki Lo keseleo, Lo tahan dikit gw mau
kurusin dulu ini nya" sambil menunjuk pergelangan kaki Lylia yg keseleo
krekk........
"aaaa sakit wooyy pelan-pelan Napa aaah"
jeritan Lylia kesakitan
Reval
__ADS_1
"iya-iya ini pelan kok" tiba-tiba nada Reval yg melembut mendengar teriakan kesakitan Lylia
Devano dan Alfin yg mendengar itu pun sampai menganga- nganga mendengar ucapan Reval yg lembut terhadap Lylia
Alfin
"gw gak salah denger kan ini?" tanya Alfin kpd devano
devano
"enggak kita GK salah denger kok fin"
Alfin
"beneran? cobak cubit gw"
devano pun langsung menyubit Alfin dengan keras sehingga Alfin pun mengadug kesakitan
Alfin
"woy anjiir sakit wooyy Lo nyubitnya keras ammet"
kesal Alfin sambil mengelus-elus tangannya yg kemerahan
devano
"heheee ๐๐Lo kan yg minta"
Alfin
"๐๐tapi kan gw GK minta yg keras๐"
devano
"Lo nya GK bilang hehee๐๐"
Alfin
"serah AE dah Lo๐๐"
Reval
"gimana udah GK terlalu sakit kan?" tanyanya masih lembut kepda Lylia
Lylia pun mencoba menggerakkan kakinya dgn perlahan-lahan
Lylia
"hmmm udh agak mendingan"
Reval
"y udh Lo langsung istrht aja, oke Jan banyak
gerak dulu biar cepet sembuh" perhatian Reval
Lylia
"hmmm"
setelah Lylia tertidur, devano dkk pun keluar
dan langsung menuju ke kamar devano
di dalam kamar devano.....
devano
"hmmm muka Lo knp val" tanyanya kpd Reval karna wajah Reval agak sedikit tidak tenang seperti biasanya
Reval
"GK pp" jawab nya singkat namun di dalam hatinya agak risau dengan keadaan Lylia, padahal dia lah tadi yg menolong Lylia
devano
"hmmm cihh alesan lagi Lo"
Reval
"๐๐"
__ADS_1