Seniorku Suamiku

Seniorku Suamiku
Alasan 24


__ADS_3

setelah kericuhan yg di lakukan oleh devano dan Alfin berakhir, mereka pun memutuskan untuk


ke kamar devano saja tanpa perlu pergi keluar nongkrong


Alfin


"huh lama-lama ngantuk gw dah, kalau udah


rebahan kayak gini, huooom๐Ÿฅฑ๐Ÿฅฑ"


devano


"heleh kan kerjaan kesukaan Lo juga tidur maka


nya Lo kek gitu ๐Ÿ˜" sinis devano


Alfin


"ahh terserah ap kata Lo dh Bambang, gw


dah ngantuk banget, huooomm๐Ÿฅฑ๐Ÿฅฑ" ucap nya lagi


tak lama setelah Alfin berbicara tersebut, dia pun


sudah tertidur pulas


devano yg melihat itu pun begitu terheran


Devano


"nih orang kalau masalh tidur juara 1 banget dah"


ucap devano seorang diri, sedangkan Reval hanya


menggangguk menginyakan tanpa berkata


sepatah kata pun


tiba-tiba terlintas di pikiran devano tentang tingkah laku Reval akhir-akhir ini kepada Lylia adiknya,


yg agak-agak tidak biasa ke kpd seorang cwe


devano pun langsung mempertanyakan nya kpd Reval


Devano


"hmmm val gw boleh nanyak sesuatu GK?"


tanya nya sambil mengambil satu bungkus makanan ringan di atas meja nya


reval


"apa?"


devano


"Lo suka yah sama adek gw?" sambil menatap Reval namun org yg di tatap malah masih asik nge-game


devano


"val jawab pertanyaan gw!"


Reval


"hmmm"jwbn simpel Reval


devano yg mendengar jwbn simpel dari reval pun hanya mendengus kesal dan tak lama dia pun


juga bermaen game


makan malam pun tiba, Reval dan Alfin ikut juga makan malam bersama dgn keluarga Lylia


di meja makan....


saat semua orang sedang sibuk memakan makanan mereka masing-masing, tiba-tiba datanglah Darrel, Darrel pun langsung duduk di dekat Lylia.


Lylia hanya melihat sebentar Abang nya dan kemudian kembali pokus terhadap makanan nya


setelah selesai acara makan malam bersama dgn keluarga Lylia, Reval dan Alfin pun ikut serta bergabung duduk di ruang keluarga Kennard, perbincangan demi perbincangan hangat di Sertai canda tawa dari orang-orang yg berada di ruangan tersebut, dan tak terkira waktu pun sudah menunjukan waktu nya jam tidur


semua yg ada di ruangan tersebut pun bubar ke kamar masing-masing, tak terkecuali Devano dan kawan-kawan nya

__ADS_1


Yap dia adalah Reval dan Alfin mereka malam ini akan menginap di rumah devano, Meraka sudah memberitahui kedua orang tua mereka masing-masing kalau mereka akan menginap di rumah devano


saat devano dkk menuju ke kamar devano, tiba-tiba....


bruk.... suara seseorang terjatuh


"aduuh shitt sialan banget dah gw, syiitt" ucap Lylia


Yap yg jatuh itu adalah Lylia, dia terjatuh dari kasur nya karna tidak melihat ke belakang nya kalau tempat dia terduduk sudah di tepi kasur dan ketika di memundurkan diri nya lagi ke belakang, Lylia pun langsung terjatuh


devano yg mendengar suara tersebut langsung bergegas pergi menuju kamar Lylia, di ikuti dengan Reval dan Alfin di belakang devano


sesampai nya di dalam kamar Lylia, mata devano langsung menyelusuk mencari keberadaan Lylia, takut-takut terjadi sesuatu dengan adek tercinta nya itu.


devano


"dek.. adeeekkk.." teriak devano sedikit kenceng di dalam kamar Lylia, Lylia yg mendengar nya pun langsung memunculkan kepalanya sambil menatap datar devano


Lylia


"apaan sih teriak-teriak gak jelas gituuh๐Ÿ˜’๐Ÿ˜‘" ucap nya sambil mencoba untuk bangkit


devano yg melihat Lylia tidak terjadi apa-apa pun, dia langsung bernafas lega


Devano


"tadi gw denger suara sesuatu terjatuh, makanya


gw langsung masuk kesini"


Lylia yg sudah berhasil bangkit pun mencoba perlahan-lahan untuk kembali duduk di kasurnya, tanpa menjawab perkataan Devano, saat akan berjalan, tiba-tiba...


"aduuhh eshhhh... " keluh Lylia


" brakk" Lylia kembali terjatuh karna kakinya keseleo tanpa sepengetahuannya


devano yg melihat itu pun langsung berlari ke arah Lylia seraya membantu adik nya tersebut untuk mendudukkan dia ke kasurnya


devano


"dek Lo kenapa? knp tiba-tiba Lo bisa terjatu?


apa langsung ke rumah sakit aja yuk?"


pertanyaan cerocos devano tanpa jeda


Lylia yg mendengar itu pun hanya menatap kesal kpd sang Abang


Lylia


"bisa diem gak sih Lo๐Ÿ˜’, gw lagi kesakitan Lo nya


nanyak, banyak ammet terus pertanyaan lo kek


ujian lisan ae"


devano


"hehee mf๐Ÿ˜, habis nya gw panik sih "


Lylia


"๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘"


Reval langsung maju kehadpan Lylia, sambil


memeriksa kaki Lia karna melihat kakinya yg mulai agak bengkak


Reval


"hmmm kaki Lo keseleo, Lo tahan dikit gw mau


kurusin dulu ini nya" sambil menunjuk pergelangan kaki Lylia yg keseleo


krekk........


"aaaa sakit wooyy pelan-pelan Napa aaah"


jeritan Lylia kesakitan


Reval

__ADS_1


"iya-iya ini pelan kok" tiba-tiba nada Reval yg melembut mendengar teriakan kesakitan Lylia


Devano dan Alfin yg mendengar itu pun sampai menganga- nganga mendengar ucapan Reval yg lembut terhadap Lylia


Alfin


"gw gak salah denger kan ini?" tanya Alfin kpd devano


devano


"enggak kita GK salah denger kok fin"


Alfin


"beneran? cobak cubit gw"


devano pun langsung menyubit Alfin dengan keras sehingga Alfin pun mengadug kesakitan


Alfin


"woy anjiir sakit wooyy Lo nyubitnya keras ammet"


kesal Alfin sambil mengelus-elus tangannya yg kemerahan


devano


"heheee ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Lo kan yg minta"


Alfin


"๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘tapi kan gw GK minta yg keras๐Ÿ˜’"


devano


"Lo nya GK bilang hehee๐Ÿ˜๐Ÿ˜"


Alfin


"serah AE dah Lo๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘"


Reval


"gimana udah GK terlalu sakit kan?" tanyanya masih lembut kepda Lylia


Lylia pun mencoba menggerakkan kakinya dgn perlahan-lahan


Lylia


"hmmm udh agak mendingan"


Reval


"y udh Lo langsung istrht aja, oke Jan banyak


gerak dulu biar cepet sembuh" perhatian Reval


Lylia


"hmmm"


setelah Lylia tertidur, devano dkk pun keluar


dan langsung menuju ke kamar devano


di dalam kamar devano.....


devano


"hmmm muka Lo knp val" tanyanya kpd Reval karna wajah Reval agak sedikit tidak tenang seperti biasanya


Reval


"GK pp" jawab nya singkat namun di dalam hatinya agak risau dengan keadaan Lylia, padahal dia lah tadi yg menolong Lylia


devano


"hmmm cihh alesan lagi Lo"


Reval


"๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘"

__ADS_1


__ADS_2