
di kamar Lylia.....
"akhhh sakit woy, pelan-pelan Napa" celoteh Lylia kesakitan ketika Reval mencoba memijit pelan pergelangan kakinya yg keseleo
"iya bawel, diem aja deh"( masih dgn nada sedikit lembut)
devano
"Lo knp bisa sih keseleo lagi? "
Lylia
"gw gak sengaja tadi jatuh terus ketika gw mau
berjalan tiba-tiba sakit kek gitu kaki gw"
Reval
"makanya kalau jalan liat pakek mata" Reval menimpali Lylia
Lylia
"๐๐"
"aaaa sakit woy, knp sih gak bisa pelan-pelan" teriak Lylia sambil kesal kepada Reval
"hmmm iya-iya " Reval
"dah selesai tuh, Lo jangan banyak bergerak dulu,
Lo istrht aja, besok jangan sekolah biar kaki Lo
cepet sembuh" perhatian Reval
"hmm tadinya bilang aku-kamu, terus sekarang
berubah lagi, aneh dah Lo" heran Lylia
Revan yang mendengar hal tersebut hanya menatap datar Lylia, namun di hatinya merasa senang karna Lylia yang penasaran dengan nya
"gak papa" singkat Lylia
devano
"ini makan dulu, terus setelah itu langsung istirahat"
Lylia
"hmm iya, makasih Abang kooh๐" senyum Lylia kepada devano
Lylia
"bang" memanggil devano sambil mengunyah
devano
"ditelan dulu makanan nya, nanti Lo keselek"
titah nya kepada Lylia
Lylia (setelah menelan makanan)
__ADS_1
" bang, bang Darrel mana? kok tadi gw gak liat
dia?"
devano mengernyitkan dahinya ( hmm kayak nya nih bocah gak tau kalau bang Darrel udah keluar kota) membatin devano
devano
"hmm bang Darrel udah pergi keluar kota tadi pagi
saat Lo udah pergi lari pagi" ucap nya santai tanpa melihat mimik wajah Lylia yang sudah berubah
Lylia
"kok aku gak di beritahu sih sama bang Darrel" ucap nya dengan nada sedih
devano yang mendengar nya pun langsung menatap wajah sang adik, sambil berjalan mendekati nya ke arah kasur king size milik Lylia
devano
"hmm jangan sedih kayak gitu dong, mungkin
Abang buru- buru dek takut nya telat, dan juga
Abang cuma 1 Minggu di luar kota gak bakal lama
kata Abang tadi saat mau berangkat"
Lylia
"hmm tapi kenapa gak telpon Lylia sih atau kasih
tau sama Lia kalau Abang mau keluar kota"
Lylia
"Abang jahat, Abang udah gak sayang sama Lia" ucap nya dan air mata Lylia sudah jatuh sambil mengatakan hal tersebut
devano yang melihat Lylia menangis, dia langsung memeluk adik nya tersebut, memberikan ketenangan meskipun itu sedikit
devano
"udah dek jangan nangis, pasti nanti bang Darrel
kasih tau kamu alasan dia dek" masih menenangkan Lylia
kalian mau tau Reval kemana? Yap Reval tadi setelah selesai dengan Lylia, langsung pamit keluar sebentar untuk membeli sesuatu kata nya
flash back on....
ketika Reval dan Devano akan berangkat lari pagi,
tiba-tiba devano tak sengaja melihat Darrel dengan setelan yang cukup rapi, devano pun menghampiri sang Abang
devano
"cakep bener dah tapi lebih cakepan gw hehee" ucap nya basa-basi, tapi bukan nasi yang basi heheee๐๐
devano
"bang mau kemana? tumben rapi kek gitu? bukan
__ADS_1
kerja kan? soal nya ini kan hari Minggu"
Darrel
"gw mau keluar kota ada urusan di sana yang
gak bisa di ganti "
devano
" ehhh knp gak suruh asisten Abang aja"
Darrel
"gak bisa soalnya ini masalah nya mama sama
papa yang suruh juga, jadi mau gak mau harus
kesana, nanti Lo kasih tau yah sama Lia kalau
Abang keluar kota"
devano
"ehh knp gw ? ya Abang sendiri lah yang kasih tau
sama Lylia"
Darrel
"gw harus berangkat sekarang jadi gak keburu
bisa kasih tau Lylia dan juga Abang sebentar lagi
akan nerbang ini"
devano
"yah di telpon lah o'on banget Lo loli"
Darrel
"huh udah tadi gw udah telpon tapi gak di angkat
sama Lylia nya"
darrel
"udah-udah gw berangkat dulu jangan lupa
sampein ke Lylia" ucapnya sambil pergi menuju mobilnya
flash back of...
devano
"gitu dek kata Abang, jadi Lo jangan nangis lagi ya,
nanti kalau Lo nangis lagi, muka Lo bakal jelek
kek badut gila hehee"
__ADS_1
Lylia yang mendengar ucapan devano pub langsung melotot kearah devano sambil mencubit lengan devano