Seniorku Suamiku

Seniorku Suamiku
28


__ADS_3

" kamu kenapa bisa jatuh lagi? udah tau kaki kamu masih sakit" celoteh Reval sambil khawatir kepada Lylia


" hmm gw lupa" Lylia


"jangan di ulang lagi, gw gak suka liat Lo kayak gini" ucap pelan Reval dengan nada lembut kepada Lylia


Lylia yang mendapat perhatian dari Reval hanya bisa menunduk malu karna dari tadi jantung nya tidak berhenti berdegup kencang dan di tambah lagi sekarang pipinya kemerahan mendapat perlakuan manis dari seorang Reval


"hmmm iya" Lylia


"hmm tadi manggil aku kamu, lah sekarang Lo gw, hadeh bingung gw sama sikap nih orang" membatin Lylia


Reval pun membawa Lylia ke kasurnya kembali, dan memintanya agar tidak terlalu banyak bergerak dahulu


"Lo tadi mau kemana sih? sampai-sampai Lo jatuh segala" Reval


" hmm tadi itu sebenarnya gw mau ke kamar mandi, mau cuci wajah gw" Lylia


"ohh, hmm bentar dulu" ucap Reval lalu mengambil sebuah tisu basah lalu langsung mengelap wajah Lylia dengan perlahan


"eh eh Lo ngapain pakek tisu di wajah gw" Lylia


"hmm katanya mau basuh wajah jadi gw basuhin pakek tisu basah biar Lo gak perlu ke kamar mandi lagi" ucap Reval seraya terus mengusap wajah Lylia


"hmm, biar gw aja" merebut tisu basah dari tangan Reval namun Reval tidak memberinya, alhasil tangan Reval dan Lylia saling bergandengan layaknya sepasang kekasih yang sedang termabuk oleh cinta........ heheheeee canda cinta..........


pandangan mereka saling bertemu, 1 menit, 2menit, 3 menit, mereka masih saling bertatap-tatapan tanpa ada yang salah satu menyudahi tatapan mereka sampai suara deheman seseorang membuat mereka tersadar

__ADS_1


"ekheemmm" devano


Lylia pun langsung melihat ke arah suara deheman tersebut, tak lupa tangan yang tadi saling bertemu juga Lylia lepaskan


"hmm nih bocah ganggu aja " batin Reval kesal kepada devano


"lagi ngapain tuh, kok lama banget tatap-tatapan nya" devano


mendengar hal tersebut Lylia hanya bisa melototi sang Abang yang perkataan nya membuat dirinya malu


"apaan sih Lo, siapa juga yang tatap-tatapan"elak Lylia sambil melihat ke arah lain


"hmm tadi gw lihat yahh" ucap devano sambil berkacak pinggang seolah-olah Mak Mak yang siap akan memarahi sang anaknya karena sudah membuat kesalahn


"Lo salah liat kali" ucap Lylia lagi agar devano tidak membicarakan kejadiaan tersebut


"enggak yaa, gw gak salah liat kok" kekeh devano


"cih ngehindarin gw lagi" devano


"Van tadi Lylia terjatuh, makanya gw tadi ada disini" ucap Reval memberi penjelasan agar devano tak salah tangkap


"ahh apa? kok bisa?" sedikit teriak devano ala lebaynya


"hmmm katanya mau ke kamar mandi jadi dia lupa, kalau kakinya lagi sakit"


"ooh, syukurlah ada elo val, makasih ya " devano

__ADS_1


"hmmm iya tapi orang yang gw tolong aja enggak ucapin makasih ke gw" menyindir Lylia


Lylia yang mendengar sindiran dari reval pun hanya melirik sebentar Reval lalu kembali pokus ke dalam game yang di mainkan nya itu


" hmmm yang sabar bro" ucap devano sambil menepu pelan pundak Reval


"hmm" Reval


"ya udah, ayo kita makan dulu, nanti gw bawain makanan buat Lo dek" devano


"oke, ahh iya, Bang kapan mama sama ayah pulang dari luar kota?" tanya Lylia


" hmm kayaknya tinggal 2 Minggu lagi deh, knp emangnya?"


" hmm Lia kangen ajah sama mereka, mereka emangnya belum tau yah kalau Lia sakit? sampai gak bisa pulang awal?" tanya Lylia lagi


"hmmm mama sama ayah udah tau, sebenarnya kemarin malem mama sama ayah mau pulang tapi karna ada desakan masalah dari kantor cabang jadi gak bisa pulang dan juga gw udah kasih tau mama sama ayah kalau elo udah mendingan" devano


"oohh"


................


siangnya.....


Reval memasuki kamar Lylia sekedar mengecek kaki Lylia


"ehh Lo ngapain masuk" Lylia

__ADS_1


depan tidak menanggapi perkataan Lylia, Reval malah sibuk memeriksa kaki Lylia


"Lo udah makan?" tanya Reval agar suasana tidak terlalu sepi


__ADS_2