
Terlihat dari luar kaca jendela bahwa diluar sedang hujan deras sampai membuat bunyi berkemlotek diatap bus antar kota yang ia tumpangi. Membuat suasana menjadi semakin riuhh bersahut sahutan dengan kondektur bus yang berteriak teriak mencari penumpang di terminal. " Praci...praci...pracii...yoo."
Hujan di pagi hari saat orang orang berangkat kerja. Mungkin sebagian orang menganggap itu sebuah kesialan tapi tidak untuk Rifka justru ia sangat menikmatinya. Sambil mendengarkan musik dari earphone nya dan membaca buku novel yang baru ia pinjam dari perpustakaan umum kemarin menemani perjalanannya.
Rifka Khoirunnisa. Biasa dipanggil Rifka atau Kaka. Gadis berusia 18 tahun yang baru saja tamat sekolah kejuruan dan kemudian mencari pekerjaan yang kemudian diterima di Kantor UPTD Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur.
Waduk yang terkenal sebagai ikon kota tersebut selain makanan khasnya. Meski hanya dalam satu kota dengan kantornya ia tetap harus naik bus karena kantornya berada di 6 km dari pusat kota sedangkan rumahnya berada di pusat kota tepatnya dibelakang alun alun kabupaten.
" Mau kemana mbk" tanya kondektur setengah baya.
"Ke waduk ya pak." Jawab Rifka sambil menyodorkan uang lalu menerima kembaliannya.
***
__ADS_1
Sampai Obyek Wisata(OW) hujan reda Rifka pun langsung masuk lewat pintu gerbang sebelah timur dan langsung disuguhi pemandangan yang menakjubkan bagai berada di pesisir laut padahal waduk ini tercipta karena buatan manusia di era Presiden Soekarno. Konon katanya, perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo.
Dinamakan Gajah Mungkur, karena lokasinya yang tak jauh dari Pegunungan Gajah Mungkur disebelah barat waduk. Luas Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk ini mencapai 1.350 Km dengan pintu masuk melalui beberapa sungai besar yaitu Bengawan Solo, Sungai Kaduang, Sungai Tirtomoyo, Sungai Parangjoho, Sungai Temon, dan Sungai Posong. Luas genangan maksimum Waduk Gajah Mungkur adalah 8.800 Hektar mencangkup 7 kecamatan yaitu Kecamatan Wonogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi, Baturetno, Giriwoyo, Eromoko, Kecamatan Wuryantoro. Sedangkan bangunan bendungan berada di Desa Pokohkidul, Kecamatan Wonogiri.
Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur buka setiap hari namun sering dipadati pengunjung ketika akhir pekan seperti sekarang ini.
Waktu menunjukan pukul 06.45, masih ada 15 menit untuknya bersantai sambil menikmati pemandangan di teras kantor.
" Kaka ngapain bengong aja masuk yukk." Ajak Wati yang baru saja datang lalu diangguki oleh Rifka.
"Pagi Pak Raka."sapa Rifka dengan senyuman manisnya memperlihatkan lesung pipi. " Pagiii" jawab Raka ramah. Disini tidak ada yang seumuran dengan Rifka namun tak membuatnya canggung, karena memang teman kerja nya asik di ajak bicara.
"Pak Raka sudah sarapan?"tanya Wati. Dokter hewan itu pun menjawab," Blum Wat nungguin Rifka dulu nih."Iya,disini memang dibutuhkan dokter hewan untuk selalu mengecek kondisi para hewan di kebun binatang karena selain menyuguhkan pemandangan cantik, obyek wisata disini juga menyediakan kebun binatang kecil dengan hewan" yang dilindungi bahkan gajah pun juga ada disini. Selain itu juga menyediakan wahana lainnya.
__ADS_1
" Bapak nungguin saya makan? Kenapa?"timpal Rifka
" Iya. Soalnya saya suka membuka sarapan dengan yang manis manis,Ka."jawab Raka enteng dan disambut cieeee cieee oleh Wati dan Amar.
"Ahh bapak kirain mau nraktir."kata Rifka sambil terkekeh pelan.
" Boleh dehh saya traktir tp dengan syarat ya ntar siang kamu yang nraktir saya."kata Raka sambil menyunggingkan senyum jail.
Setelah sarapan mereka pun kembali bekerja. Rifka selalu melakukan pekerjaan nya dengan cepat dan tepat karena itu ia disukai teman teman dan kepala UPTD tersebut. Ia juga selalu ramah kepada pengunjung terlebih kepada yang meminta bantuan dengannya.
Selesai bekerja pukul 16.00 WIB. Ia pun langsung pulang. Kali ini ia membonceng Amar karena jalannya searah Rifka pun mau saja bukannya kesempatan buat ngirit ongkos pasalnya bus atau angkot tidak akan lewat ketika sore. Sampai rumah ia disambut oleh ibunya.Rifka lalu istirahat sebentar kemudian bergegas mandi, makan, bercengkrama dengan keluarganya. Sedang diluar sana turun hujan lagi. Karena mengantuk Rifka pun pamit tidur.
***
__ADS_1