
Hari ini Rifka libur kerja karena memang bosnya memberikan izin kepada karyawannya untuk bergiliran libur walau OW tetap buka kecuali akhir pekan atau hari libur tanggal merah lainnya.
Menjadi anak semata wayang Pak Handoko dan Bu Warni namun tak membuat Rifka menjadi manja. Meski keluarga mereka bisa dibilang cukup mampu bagaimana tidak, ayahnya seorang pegawai negeri sedang ibunya memiliki warung makan di dekat perpustakaan umum. Masakan Bu Warni sangatlah enak jadi banyak pembeli yang berkunjung ke warung.
Ketika libur kerja Rifka membantu ibunya di warung. Namun sebelum kesana ia sempatkan dulu mengembalikan novel yang kemarin sudah selesai dibacanya dan mencari novel baru di perpustakaan umum. Setelah mendapat novel yang diinginkan ia bergegas menuju warung ibu dengan jalan kaki tentunya. Ya karena mereka hanya punya motor satu yang dipake ayahnya. Pernah ayahnya ingin membelikan sepeda motor untuknya namun Rifka bersikekeh tidak mau karena ia ingin beli motor dengan jerih payahnya sendiri.
Sampai di warung Rifka disambut oleh karyawan ibu satu satunya yang sedang mencuci piring di disamping warung. "Ehhhh mbak Rifka libur kerja mbak?"tanta mbak Tuti. "Iya mbak Tut."jawab Rifka ramah sambil senyum memperlihatkan lesung pipinya menambah kesan manis dan cantik alami diwajahnya.
"Ibukk"sapa Rifka yang melihat ibunya sedang melayani pembeli lalu mengulurkan tangan nya untuk salim.
" Ka, tolong tanyain bapak bapak polisi itu mau minum apa lalu buatkan ya."kata ibunya sambil menunjuk meja yang terlihat ada 5 orang polisi muda sedang menunggu pesanan. Rifka pun mendekat kesana.
" Maaf pak mau minum apa?"tanya Rifka ramah dan tak lupa senyum. Salah satu dari mereka pun menanyai teman temannya kemudian mengatakan pesenan mereka pada Rifka.
" Es Teh 2 dan es jeruknya 3 ya mbak."ucap polisi muda yang terlihat nama tag nya Erwin Pambudi. Mungkin usianya hanya selisih beberapa tahun dengan Rifka. "Baik pak"jawab Rifka. Ketika ia akan membalikkan badan ada yang menyahut,
"Mbak yang satu es jeruknya jangan terlalu manis ya. Soalnya kamunya udah terlalu manis."godanya dengan senyum jail polisi itu bernama Bondan Widyanto.
__ADS_1
"Manis sih manis tapi ceroboh."sahut yang lain dan tak lain ialah polisi yang pernah menilangnya tempo hari.
Rifka sedikit kaget senyum dibibirnya pun pudar mendengar sindiran polisi itu yang ternyata bernama Abdul Ghani, Rifka pun berlalu sambil mengerucutkan bibir. Membuatkan pesanan mereka dan para pembeli lain kemudian mengantarkannya.
***
Abdul pov
" Dull, dah siang ini mau ikut makan siang nggak kamu"tanya Zaki yang melihatku masih berkutat dengan komputer cctv.
"Ntar dulu bang nanggung."jawabku
" oke oke. Ayo."ajakku segera sebelum Bondan lebih cerewet lagi. Ia tidak bisa bersabar menunggu kalau sudah soal makan. Akhirnya kita berlima ditambah Pradip dan Erwin pergi ke warung makan yang ditunjuk Bondan.Sampai di warung makan, Bondan terlebih dahulu memesankan makanannya sedangkan kami mencari tempat duduk.
"Bu Warni yang cantik dan maniss saya pesen 5 ayam geprek ya bu yang satu jangan terlalu pedas sambalnya."ucap Bondan nampak sudah akrab dengan pemilik warung itu. Kemudian Bondan menyusul kami.
"Ayam geprek ditempat ini paling jos pokoknya kalian nggak akan nyesel."ucap Bondan kala sudah tiba di meja dan duduk didekat ku." Khusus untukmu aku pesankan yang tidak terlalu pedas."tambahnya sambil menepuk bahuku. " Siap Ndan"kataku.
__ADS_1
Tak lama setelah itu datang gadis cantik dengan senyumnya yang manis dan menawan.
" Maaf pak mau minum apa?"tanya gadis itu ramah dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya membuat palung di kedua sudut bibirnya. 'Amat manis'.
Erwin menanyai kami satu satu karena dia berada didekat gadis itu. Tiba giliranku aku menjawab es teh manis sambil memainkan gawaiku.
" Es Teh 2 dan es jeruknya 3 ya mbak."terang Erwin pada gadis itu yang ku ketahui namanya dari kartu SIM miliknya bernama Rifka Khoirunnisa.
"Baik pak"jawab Rifka. Ketika ia akan membalikkan badan Bondan menyahut, "mbak yang satu es jeruknya jangan terlalu manis ya. Soalnya kamunya udah terlalu manis."godanya dengan senyum jail. "Manis sih manis tapi ceroboh."sahutku yang masih asik memainkan gawai membuat bibir gadis itu mengerucut. 'Lucu ' pikirku. Bahkan dipertemuan pertama ia terlihat cengo seperti baru melihat malaikat tampan, bukan kepedean tapi memang aku yang paling tampan diantara teman temanku.
Setelah kepergian gadis itu ada getaran aneh di dadaku seperti kala aku bertemu dengan nya tempo hari. Dia memang cantik, manis berlesung pipit.
'Apakah aku jatuh cinta dengan gadis itu pada pandangan pertama.'pikirku sesaat lalu ku enyahkan.
'Mungkin aku memang lapar sehingga tubuhku gemetar.'pikirnya lagi.
***
__ADS_1
...Beri vote atau coment dongg biar aku semangat nulisnya.😊...