
" Tokk Tokk Tokkkkk. Ka ,kamu libur apa kerja." Sudah ketiga kali ibunya membangunkan namun tetap saja yang punya kamar tidak terbangun, tak biasanya ia terlambat bangun.
" Ka, kamu sakit ndukk."tanya ibu khawatir. Karena memang cuaca sedang tidak baik dan memang sedang memasuki musim penghujan pula. Seperti sekarang ini hujan tak henti hentinya turun bahkan dari semalam.
" TOKKK TOKK TOKKK. SUDAH JAM SETENGAH 7 INI." Ibu Warni berteriak lebih keras berharap anaknya segera bangun dan benar saja.
Cklek cklek ngiekkk
" Ada apa buukk."tanya Kaka sambil mengucek matanya menghilangkan kotoran lalu mengerjap berkali kali dan
"Aaaaaa aku telattt" pekik Kaka ketika melihat jam dinding yang terpasang di tembok depan kamarnya. Ia langsung berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
Melihat kelakuan anaknya itu pun Warni hanya menggelengkan kepala lalu menuju dapur menyiapkan bekal untuk anaknya karena pasti tidak akan sempat sarapan.
Sedang Rifka baru saja keluar dari kamar mandi. Baru kali ini ia melakukan mandi tercepat seumur hidupnya lalu berganti pakaian kantor dan jilbab senada lalu tak lupa menyemprotkan minyak wangi, mengambil tas lalu keluar kamar.
Ia berpamitan dengan orang tuanya dengan berteriak dan setengah berlari namun ibunya justru menghentikan.
"Ehhh Kaka, ini ibu sudah siapkan bekal buat kamu." Sambil memberikan nya kepada Rifka. " Ka, pakai motor ayah hari ini ayah libur." Kata ayahnya sambil memberikan kunci.
***
Di jalan Rifka berkendara dengan kecepatan 70 km/ jam dan masih aman aman saja. Bahkan ketika melewati kantor SATLANTAS dan Kantor Polisi. Sampai di OW ia pun langsung masuk dan menuju parkiran. Ia melihat jam dipergelangan tangannya menunjukan pukul 7 kurang 5 menit.'Fiuhhh legaa' batin Kaka. Namun ketika turun dari motor metiknya Rifka terperangah melihat POLANTAS juga turun dari motor yang dikendarainya dan mendatangi Rifka.
__ADS_1
" Ya Allah mbkk. Kenapa mengendarai motor dengan kebut kebutan main nerobos lampu merah. Mbak saya klakson nggak minggir", mbak berkendara dengan cara seperti itu bisa meresahkan pengguna jalan lain mbk." Kata polisi tersebut memperingatkan. Namun yang diajak bicara justru cengo melihat polisi tersebut seakan telinganya tuli matanya membulat mulutnya membentuk huruf O. Bagaimana tidak wajah polisi tersebut amatlah tampan macam oppa oppa korea dengan kulit putih bersih ,hidung mancung, alis tebal serta bibirnya yang merah,sexy,dan jangan lupakan seragam kepolisiannya yang membuatnya terlihat gagah.
" Mbak... mbakk... eee mbakkk.... ehh diomongin kok malah bengong sihh." Kata polisi itu sambil menyadarkan Rifka dengan tangan nya.
" Ehh... iya pak maaf. Kantor UPTD nya ada disebelah sana pak.." kata Rifka setelah tersadar sambil menunjuk gedung kantornya.
" Kok gedung kantor sih. Siapa yang mau ke kantor? Kamu saya tilang!" Kata Polisi menekankan kata tilang." Mana nggak pake helm juga. Kamu bawa SIM dan STNK?"tambahnya
Kali ini Rifka bener bener tersadar akan kesalahannya." Aduhh maaf pakk." Ringis Rifka sambil mengeluarkan dompetnya mengeluarkan SIM dan memberikannya pada polisi itu lalu mencari STNK di jok motornya namun ternyata nggak ada.'waduhh matii'batin Rifka sambil menepuk jidatnya yang mulus tanpa jerawat." Maaf pak, STNK nya ketinggalan." Akunya. Polisi tersebut hanya geleng geleng lalu menyodorkan surat tilang dan SIM Rifka. "Jangan diulangi lagi dan lakukan sidang 2 minggu lagi."tuturnya halus. " Siapp pak."jawab Rifka. Polisi itu pun pergi. Lalu ia teringat sesuatu, jam 07.10 'mati aku'umpatnya dalam hati. Ia langsung menuju lobi karena apel sudah selesai.
Hari ini Pak Pras sendiri selaku Kepala UPTD yang memberikan evaluasi. Rifka pun meminta maaf kepada beliau dan memberikan alasan keterlambatannya tanpa ada kebohongan. Ia mendapat omel dari bos nya setelah itu ia tetap diizinkan masuk dan bekerja. Kesialannya itu bertambah ketika pulang ban motornya bocor karena tertancap paku.'Hari yang Sial'batinnya.
__ADS_1