
Pagi menjelang udara terasa sejuk. Masih tersisa genangan air akibat hujan semalam. Abdul mengendarai motornya menyisiri jalan. Seharusnya hari ini ia libur tapi karena ia harus mengurusi pembuatan kartu SIM orang orang yang telah lolos diacara festival itu ke kantor.
Kemudian tak sengaja ia melihat gadis itu ,Rifka berjalan kecil kecil sambil menghindari genangan air takut takut sepatu flat nya itu kotor. Cantik,dengan setelan tunik dan hijab yang ia kenangkan tidak panjang memang tapi cukup menutupi rambut dan dadanya.
"Hai, mau kemana?" tanya Abdul. Rifka pun menoleh dan kaget. "Kenapa kaget gitu aku kan cuma nanya?" tanya Abdul lagi. Mungkin gadis itu kaget karena tiba tiba Abdul menanyainya takut juga kalau ia membuat pelanggaran lalu lintas lagi. Abdul sendiri pun juga agak heran kenapa ia menghampiri gadis itu.
π©Tak lama kemudian Rifka tersadar. "Owh itu pak mau berangkat kerja tapi nunggu bis kayaknya hari ini nggak lewat."
π¦"Ya udah ayo berangkat bareng aku kayaknya kita satu arah." ajak Abdul.
π©"Mmm nggak usah pak nggak papa kok"jawab Rifka cepet.
π¦"Yakin mau jalan kaki OW dari sini masih 5 Km lhohh."
π©"Iya juga ya pak." jawab Rifka sambil meringis. " Boleh deh pak hehe."
π¦"Kenalin aku Abdul" mengulurkan tangan
π©"Saya Rifka pak"
π¦"Nggak usah panggil pak panggil Abdul aja."
π©"iya pak ehh Abdul. Hii Mas Abdul aja deh."sambil nyengir." kayaknya kurang sopan kalau cuma panggil Abdul."rifka menambahkan.
π¦"terserah kamu aja deh." sambil memberikan helm.
Mereka pun berangkat bersama.
Perjalanan mereka hening tanpa kata sampai Rifka memecahkan keheningan itu ketika sampai.
__ADS_1
π©"Saya turun disini saja Mas." kata Rifka mengintrupsi.
Abdul pun memberhentikan motornya disamping gerbang.
Rifka pun mengembalikan helm dan berpamitan.
Sepertinya pertemuan ini membuat kesan dihati mereka sehingga melukis senyum yang tak pudar di wajah masing masing.
***
Jam menunjukan pukul tepat 12 siang. Ow terlihat agak sepi sekarang. Rifka termenung disalah satu bangku ditaman sambil melihat pemandangan didepan ia terpikir oleh sesuatu tentang kejadian kemarin yang membuat ia kesiangan sampai tidak mendapat bus lalu bertemu 'Mas Abdul'.
flasback on
Kejadian satu hari yang lalu.
" Hayyy. Kamu udah lama Ka." tanya Gilang
" Kamu kapan datang dari Belanda" tanya Rifka.
" Kamuuu kangen nggak sama aku?"tanyaaa Gilang balik.
" Mmmm nggak." jawab Rifka menggoda Gilangg lalu mengembungkan pipi karena malu.Tentu dihatinya begitu merindukan sosoknya sudah 3 tahun perpisahan mereka setelah Gilang menamatkan SMA nya dan kemudian kuliah di luar negeri.
"Kamu udah makan siang belomm ,pasti belum kan sibuk mulu sih."tanya Gilang sambil menoel hidung Rifka sehingga membuat Rifka benar benar malu diperlakukan dan diperhatikan seperti itu.
"Makan yukk."ajak Gilang dan Rifka pun mengiyakan karena memang ia belum sarapan tadi karena takut terlambat datang.
Mereka pun berjalan bergandeng tangan. Menghilangkan kerinduan mereka. Gilang membantu dan menemani Rifka bekerja lalu menghantar pulang. Bahkan mereka mengobrol sampai larut malam. Setelah pukul 11.00 malam Gilang baru pamit pulang.
__ADS_1
flasback off
"Ka, Rifkaaa...."
"Ka makan yukkk" ajak Rifka sambil menoel noel bahunya tapi tak kunjung sadar dari lamunannya. Justru malah senyam senyum sendiri.
"ihhh ini gila ni anak kayaknya. Apa kesambet yak."pikir Wati keheranan." Waduhh waduhhh gawatt inii." kata Wati sambil mondar mandir didepan Rifka. Lalu,
" Kamu ngapain sih Wat kok mondar mandir mulu."tanya Amar yang lewat sambil membawa segelas air putih.
Wati pun menoleh lalu menyambarr gelas Amar.
"Ehh Ehhh Wattt" cegah Amar yang mengerti apa yang akan dilakukan temannya itu pada Rifka yang senyum senyum sendiri.
"WAHAIII JIN DAN SETAN PENUNGGU DANAU PERGILAHH PERGILAHHHH JANGAN GANGGU TEMAN SAYA." kata Wati sambil menyipratkan air kewajah Rifka.
"Wahhhh Watiiiiiiii kamu ngapain sihh,nyiram nyiram aku pake air." teriak Rifka. Malah kedua teman nya itu tertawa terbahak bahak.
"Wati kira kamu tadi kesurupan Ka. Habis kamunya melamun sambil senyum senyum sendiri sihh."jawab Amar masih sambil ketawa. Rifka pun mengerucutkan bibirnya tanda tak suka.
"Udah udahh aduhhh kamu ni hahahaha siang bolong melamun senyum senyum sendiri. Aku tadi mau ngajak kamu makan malah kamu nya aku panggil nggak nyaut aku toel toel nggak sadar hahahaha. Aku kira beneran kesambet tau." kata Wati masih ngakak
"Emang kamu aja yang jail." kata Rifka memgalihkan rasa malunya.
" Oke dehhh sebagai gantinya aku traktir makan. Ayokkk." ajak Wati
" Aku juga ya." sahut Amar.
"Nggak. wekkk." jawab Wati.
__ADS_1
" Ehhh sebagai gantinya air putih ku kamu obok obok tadi." kata Amar sambil mengejar Wati dan Rifka ke kedai.
***