
"Gaess, hari ini akan ada meeting penting dengan kantor pusat. Membahas soal event festival setahun sekali yang akan diselenggarakan hari Minggu nanti." Kata Wati."Eh bukannya masih dua minggu lagi ya."timpal Amar." Tadinya. Tapi berubah jadwal karena akan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pahlawan dan rencananya mau berkerja sama dengan POLRI dan TNI juga."jawab Wati menjelaskan karena memang ia ditunjuk menjadi ketua panitia event tersebut.
" Ka, Laporan yang saya berikan minggu kemarin sudah selesai?"tanya Pak Pras, lelaki yang berumur setengah baya dengan kumis tebalnya itu. "Sudah pak."sambil menyodorkan beberapa berkas. "Untung sudah kelar. Oh iya Ka, Tolong kerjakan berkas yang ini dulu segera ya. Kalau sudah selesai taruh dimeja saya." Titah Pak Prass. "Baik pak."jawab Kaka. " Wat, untuk meeting kita hari ini sudah kamu siap kan."tanya Pak Pras. " Kamu yang ditunjuk sebagai ketua panitia kali ini jangan sampai gagal dan bikin saya malu."tambahnya. " Siap pak, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk event kali ini."jawab Wati dengan sedikit gugup. Karena untuk pertama kalinya ia melaksanakan tugas seperti ini. " Bagus" kata Pak Pras yang berlalu dengan membuka beberapa berkas ditangannya. Sebagai kepala ia memang bertindak tegas dan suka menyebalkan jika di kantor namun diluar itu Pak Pras adalah orang yang humble dan asik dan yang lebih penting sangat dermawan.hehe. Setelah kepergian Pak Pras mereka fokus berkutat dengan pekerjaan masing".
***
Jam makan siang telah berlalu. Teman temannya sedang meeting dan ia ditugaskan untuk menjaga kantor. Namun ia bingung pekerjaannya sudah selesai dan pengunjung tidak terlalu ramai bahkan bisa dibilang sepi hanya terlihat beberapa penjual aksesories dan pakaian di pinggir danau sebelah timur juga beberapa kedai disebelah barat selatan lapangan.
Sedang di lapangan terlihat sepasang kekasih baru saja turun dari paralayang. Mereka terlihat mesra, sepertinya sang lelaki baru saja melamar sang kekasih, setelah mengajaknya naik paralayang lalu turun dan memasangkan cincin dijari manis perempuan itu, bahkan Speaker OW yang bisa terdengar diseluruh penjuru itu sedang melantunkan lagu 'melamarmu- Badai'yang memang dipesan oleh lelaki itu pada Wati pagi tadi sebelum meeting. Woww begitu romantis bukan dan hal itu tidak akan mungkin terjadi pada dirinya karena ia takut ketinggian terlebih sekarang ini pacarnya sedang melanjutkan kuliahnya diluar negeri. Hal itu membuat senyum kecut terukir dibibir Rifka. Jangankan melakukan hal romantis pacarnya, Gilang jarang sekali menelepon dengan alasan sibuk dengan tugas kuliahnya disana.
Rifka yang sedang duduk didermaga dekat kantor pun dikagetkan dengan kedatangan ibu ibu sambil . tergopoh gopoh menghampirinya. " Mbak...Mbakk... tolong mbak... tolong saya..." kata ibu itu dengan wajah yang amat cemas. "Ada apa bu?"tanya Rifka.
__ADS_1
"Tolong mbak bantu cari anak saya,anak saya hilang."
"Kok bisa ibu, bagaimana kronologinya?"selidik Rifka bak polisi.
"Tadi anak saya sedang bermain trampolin disana lalu saya tinggal sebentar untuk membeli minuman. Ketika saya kembali anak saya sudah nggak ada. Saya sudah mencari carinya kemana mana tapi tidak ketemu."jelasnya.
" Apa tidak ada keluarga lain yang menunggunya bu?"tanya Rifka. Ibu itu hanya menggeleng raut wajahnya sudah terlihat pucat pasi takut takut anaknya diculik atau mungkin ke kebun binatang lalu dimakan binatang buas disana atau lebih parahnya jatuh ke danau.
Ia pun menginformasikan kepada seluruh pengunjung bahwa ada anak hilang dengan ciri ciri yang disebutkan ibuk itu dan apabila menemukan dimohon untuk membawa anak tersebut ke kantor menggunkan mikrofon dan langsung terdengar seantero obyek wisata.
Hari semakin siang para team yang selesai meeting pun kembali ke kantor.
__ADS_1
" Haiii, Ka." Sapa Amar. "Hai"jawab Rifka. "Kenapa Ka mukanya ditekuk gitu?tanya Wati yang baru datang dan melihat temannya yang duduk melamun di kursi lobi. "Galau aku tanpa kalian."gumam Rifka dan disambut kekehan oleh kedua temannya.
" Gimana meetingnya lancar?tanya Rifka pada Wati.
" Sejauh ini masih lancar pihak DISPARPORA sangat setuju dengan rencanaku."jawab Wati." Syukur dehh. Semangat Kak!"kata Rifka menyemangati. Wati hanya tersenyum.
" Eh iya, tadi aku dengar kamu mengumumkan ada anak hilang ya ,udah ketemu?"tanya Amar.
"Sudah, ternyata anaknya mengumpat dibalik batu besar dekat trampolin. Untung ada orang baik yang mendengar informasi dariku dan mengantar anak itu kemari."jawab Rifka.
Kedua teman nya nyengir kuda. "Ada ada saja"kata Wati sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1