
baru saja aku berniat mengirim wa ke noorin notif darix tiba2 muncul dia berniat mengajakku mencari angin sore kebetulan aku ingin mengajakx ke suatu tempat aku masih penasaran apa rumahnya masih sama , atau orang dan wajahx masih sama atauuu.. yg namax vino itu memang cuma khayalanku saja dan kisah2 ku memang cuma khayalan hal itulah yang membuatku ingin mencari tau alias kepo dan jika dia memang ada bagaimana keadaannya atau dan atau apa saja lah yang pentinng aku ketemu dia lagi thats it hanya sekedar memastikan aku mengangguk sendiri , sebelum ketempat yang dituju, aku memaksa noor belok kearah rumah vino entah itu benar rumah belum bisa kupastikan sebelum aku melihat dia keluar dari rumah itu,, hampir setengah jam kami parkir di tak jauh dari rumah itu rumah yg hampir 16 tahun kuhabiskan waktuku disana meski keadaanya sedikit berbeda , rumah yang kmrin kutinggalkan sdh berpagar, tapi kalau mengingat rumahx sebelum kami menikah tampakx memang seperti ini, fikiranku tak karuan berharap melihat doa keluar dari rumahnya sekedar memastikan , senjaa ngapain Sih kita disini, nd lama magrib loh belum lagi kita jalan, noor mulai merengek minta pulang bosan rupax dia wkwkw , sebentar.. lagi ada yg ku tunggu kataku sambil tetap memandangi arah rumah itu ,siapa sih yang kau intai dan sejak kapan kau kepo sama hidup orang aku tak menjawab, aku terlalu sibuk memperhatikan menunggu kalau2 ada sesiapa keluar dari rumah itu, dan.. deg.. jantungku hampir keluar dari tempatnya saat aku lihat sosok yang dari tadi kutunggu benar ini rumahx ternyata, sampai disini kisahku masih sama seperti yang kemarin,, tapi mungkin dia lupa pada ku atau mungkin dia memang belum mengenalku,, aku mematung ketika kulihat motornya melaju melewati kami, sempat kulihat dia sekilas melirik tapi cuma itu tak lebih.. ada terbersit sedikit kecewa tapi aku bisa apa bukan kah harapanku cuma memastikan dia baik2 saja apalagi dia masih terlihat segar walaupun kulitx sama seperti dulu hihi hitam2 manis .., ,Tuhan kenapa aku sedih.. ada air mata disudut mataku entah kenapa tiba2 mood ku hilang, aku menurut saja ketika noor menyuruh naik di boncenganx ..dah lah lapar aku.. yuk jalan kita katax , kenapa sih katax saat kami sdh sampai di tempat yang di tuju noor langsung bertanya dia siapa?? Kw kenal?? Tanyanya tanpa menunggu jawabanku , itu vino suamiku.. Noor langsung tersedak hampir keluar semua makanan dari mulutx ,terbatuk2 dia tanpa ampun lantas dia tertawa , nd salah kah seingatku selera pacarmu itu harus yg perfect wkwkw masa dalam khayalanmu segitu aja seleramu wkwkw , aku tak menjawab cuma menarik nafas panjang terlalu lelah untuk berdebat kali ini fikiranku campur aduk, kalau memang vino sama sekali tak mengenalku berarti tidak akan ada ke 3 anakku bukan ? Batinku.. Terus kau mau kaya mana tanyanya sambil mulutx tetap mengunyah, kau kenalan sama dia terus bilang hai kenalan yuk, soalx kau adalah pria yang dalam khayalanku dan jdi suamiku, kita punya 3 anak loh ..wkwkwkw noor kembali ketawa puas aku hanya melempar botol air mineral kearahnya , kembali aku terdiam larut dalam fikiranku setelah ini apa aku sudah tau dia baik2 saja bahakan dia lupa kepadaku selanjutnya apa tuhan?? Tanyaku dalam hati lubuk hati yang paling dalam aku berharap bisa bertemu lagi sekali lagi..