Senja Untuk Sandykala

Senja Untuk Sandykala
Bab #3


__ADS_3

"Hai, Saya yang akan jadi PJ dari kelompok kalian, salam kenal saya Terra" sapa Kaka OSIS itu


"Halo kak, kenalin nama aku Ica"


"Jena"


"Zia"


"Biu, Bia"


Mereka berlima mengenalkan dirinya, namun, sejak Terra datang, Asha seakan-akan mencoba menjauh dan menjadi lebih banyak diam.


"I got you, long time no see" bisik Terra pada Asha


Melihat Terra yang mendekat ke arah Asha tentunya membuat mereka bingung, "Kakak kenal sama Asha?" ceplos Biu.


"Kenal, Ngga kenal" ucap Terra dan Asha secara bersamaan. Perasaan Asha sangat berantakan saat ini. Siapapun tolong bawa dia pergi. ia tidak ingin menemui Terra, mantan kekasihnya.


"Jadi yang benar itu kenal atau ngga kenal?" Selidik Jena


"Ngga tau! Udah ayo kita mulai mainnya aja, kertasnya coba di buka kak" ajak Asha yang berusaha mengalihkan pembicaraan, Terra yang paham pun langsung membuka kertas perintah yang harus dijalankan untuk kelompok itu.


"Baiklah adik-adik semua, permainan akan kita mulai dalam hitungan, 3...2...1...mulai!" MC kini sudah membuka permainan tersebut agar dimulai.


"Oke, ini ada 4 perintah, satu perintah akan dijalankan oleh 2 orang agar kita bisa cepat selesai dan memenangkan permainan, kalian setuju ngga kalau gue yang milihin?" Asha yang kini menjadi leader dalam kelompok itu berusaha untuk mengatur strategi sebaik mungkin.


"Setuju! Sama siapa aja deh sini, gue yakin kita menang!" Balas Zia


"Kalau gitu lakuin tugas kalian dengan serius ya, Bia dan Zia kalian ngelaksanain tugas pertama, minta 8 tanda tangan guru yang ada di sekolah ini, buat Jena dan Biu, kalian cari 10 orang random untuk diajak foto, Ica sama Kak Terra cari 5 kotak kecil yang udah disembunyikan di Selasar lantai 1, perintah terakhir biar gue yang nyelesain sendiri" Asha membagikan tugas untuk teman-temannya sesuai dengan kemampuan mereka yang Asha ketahui. Lagipun ia sengaja, agar ia tidak berdua dengan Terra.


"Emang tugas terakhirnya apa? Ngga masalah kalau Lo sendirian aja sha?" Khawatir Ica


"Ngga masalah, minta tanda tangan 15 OSIS/MPK itu kecil, sat set sat set jadi" yakin Asha


"Ih itu lumayan ribet loh sha, apalagi mereka mencar begitu, kenapa kamu ngga sama Kak Terra aja dia kan anggota OSIS jadi bisa lebih gampang?" Saran Zia


"Ngga apa-apa, Kak Terra bantu Ica aja ya, soalnya dia lebih susah tugasnya, nyari kotak yang ngga tau disembunyikan dimana, kalau gitu kita kerjakan langsung dadi sekarang ya, kita mencar!" Asha pun membubarkannya lalu masing-masing dari mereka bergegas langsung menyelesaikan tugas mereka.


"Duh, yang mana aja OSIS/MPK nya ya? apa mereka sengaja ngelepas blazernya biar ngga mudah ketahuan?" Pikir Asha dalam hatinya

__ADS_1


Ia berkeliling cukup lama,


Sampai akhirnya ia menemukan segerombolan orang yang sedang mengobrol di taman tengah "Permisi, mohon maaf sebelumnya, perkenalkan nama saya Sadira Asha Ar-rayyan biasa dipanggil Asha, izin bertanya kak, kaka-kaka disini ada yang anggota OSIS ngga ya?" Tanya Asha dengan berhati-hati


"Saya OSIS dek, ini teman saya juga ada yang MPK, ada apa ya dek?" Jawabnya


"Begini kak, saya dapat sebuah tugas untuk meminta tanda tangan dari 15 OSIS/MPK, apakah kaka berkenan memberikan tanda tangan untuk saya?" Asha berusaha memelas sebisa mungkin agar ia bisa mendapatkan tanda tangan itu, tidak perduli seberapa melasnya wajah cantik Asha, asalkan ia bisa mendapatkan tanda tangannya.


"Hmm, boleh ngga ya, oke, kakak bakal ngasih tanda tangan Kakak, kalau kamu bisa bikin kakak senyum" tantang Kakak OSIS pada Asha


"Asik! Ngga masalah kak, aku pasti bisa, aku mulai ya kak"


"Kak, tau ngga kenapa akhir-akhir ini bulannya berbentuk bulat ngga lengkung seperti sabit, padahal bakal cantik banget kalau sabit" tanya Asha


"Kenapa ya? Ngga tau tuh dek, emangnya kenapa?" Tanya Kakak MPK teman dari Kaka OSIS itu


"Soalnya sabit yang cantik itu udah ada di senyuman kakak" jawab Asha sambil tersenyum semanis mungkin. Hal itu membuat mereka yang melihatnya ikut tersenyum karena merasa sangat gemas, namun juga salting dibuatnya.


"Aaaa bisa aja kamu dek" ucap kakak OSIS itu sambil senyum-senyum sendiri. "Karena kamu udah berhasil, nih kita kasih tanda tangan kita" Asha pun memberikan buku kecil dan pulpen itu untuk ditandatangani.


Namun tiba tiba "LOH KAKAK KAKAK INI JUGA OSIS/MPK? AAA OMG OMG IT'S MY DAY THANK YOU SO MUCH KAKA KAKA CANTIK!" ucap Asha girang, karena ternyata gerombolan itu adalah OSIS/MPK semuanya, jadi ia bisa mendapatkan 6 tanda tangan langsung, ia berasa mendapatkan sebuah jackpot! Kakak-kakak OSIS yang melihat tingkah adik kelasnya itupun tertawa ringan.


"Semangat ya, dek!"


Asha pun pergi melanjutkan tugasnya, akhirnya tidak butuh waktu lama ia bisa langsung mendapatkan 6 tanda tangan dari OSIS/MPK, kira-kira dimana lagi dia bisa menemukan sisanya? Sulit sekali membedakan mereka dengan siswa biasa.


"Sandykala!" Panggil sekelompok orang tadi saat melihat teman satu organisasinya itu lewat.


"Hm?" Jawab Kala singkat sambil menaikkan satu alisnya


Namun bukannya menjawab Kala, mereka hanya senyum-senyum sendiri, hal itu membuat Kala merasa sangat aneh, apa mereka sudah terlalu lelah hingga menjadi gila seperti ini? Begitu pikir kala.


"Ih kok, lo ngga nanya kita kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanya salah satu dari mereka


"Males" jawab Kala singkat


"Ih, Kita baru digombalin adik kelas dong, mana dia cantik banget, lucu juga, gue yakin dia bakal populer dalam waktu singkat ini" jawabnya


"Oh, yaudah, gue ke Masjid dulu" saat Kala hendak melanjutkan langkahnya, mereka kembali menahan Kala

__ADS_1


"Jadi orang sabar dikit!, Maksud kita tuh gini, mau minta tolong sama lo buat ngajak dia gabung ke organisasi kita" jelasnya


"Kenapa harus gue?" Tanya Kala


"Ya, karena lo kan yang bertanggung jawab sama pendaftaran ini Sandykala Al-Harith" kala membuat mereka geram seketika


"Yaudah nanti, siapa namanya?" Akhirnya Kala menyetujui itu, walaupun tidak tau akan benar-benar diajaknya atau tidak.


"Namanya kalo ngga salah Aca?Asa?Kasa? Ih siapa ya, gue lupa, siapa tadi guys?"


"Kasanya pake Betadine aja sekalian, yang bener itu Asha cok!"


"Oh iya, Asha"


"Noted, gue jalan dulu" Jawab Kala


"Emang ngapain sih buru-buru begitu?"


"Mau nanem jagung!" Kesal Kala


"Dih bloon! Mana bisa di Masjid nanem jagung"


"Liat Rundown acaranya Fadilla, selesai games bakal break buat sholat berjamaah dan test baca Qur'an buat yang Islam"  Kala saat ini benar-benar seperti diuji kesabarannya


"Oh iya, gue lupa HAHAHA, yaudah sana, Seksi Bidang Keagamaan otw sibuk" ledeknya


"Hm"


"Jangan lupa buat ajak Asha gabung ya Kal!"


"Bawel, nanti sekalian gue yang bakal test Asha baca Al-Qur'an, gue mau liat dia beneran cantik atau ngga!" Kala pun meninggalkan mereka dan bergegas ke masjid.


_______________________________________


Cerita yang sesungguhnya akan segera dimulai! Ayo tambahkan ke daftar bacaan kalian ya!


Jangan lupa untuk voting juga akkai?


See u readers!

__ADS_1


__ADS_2