
Pacaran bukan hal yang tepat, saya pamit sha, semangat mengejar masa depan kamu, kita akan bertemu jika tuhan menghendakinya
- Sandykala
_______________________________________
"Jangan lupa buat ajak Asha gabung ya Kal!"
"Bawel, nanti sekalian gue yang bakal test Asha baca Al-Qur'an, gue mau liat dia beneran cantik atau ngga!" Kala pun meninggalkan mereka dan bergegas ke masjid.
"Menurut kalian Asha aman ngga kalau dia yang test?"
"Ngga tau juga, semoga lolos, Kala terlalu ketat kalau soal agama"
_______________________________________
"Kak Terra kenapa? kok kayak bengong? lagi ada yang dipikirin ya kak?" Tanya Ica yang sejak tadi memerhatikan Terra.
"Eh, ngga kok" jawab Terra singkat
"Kakak pernah ada hubungan sama Asha ya? Soalnya dari tadi kalian berdua aneh"
"Cuma masa lalu kok, cuma saya aja yang belum bisa ngelupain dia" Terra menunduk dan tersenyum simpul, dia membayangkan masa-masa bersama Asha kala itu.
Melihat itu Ica merasa bersalah "Maaf kalo pertanyaannya agak nyakitin ya kak" balasnya
"Ngga kok, salah saya juga yang menyia-nyiakan berlian demi krikil"
Akhirnya mereka terus melanjutkan melakukan pencarian kotak kecil itu, saat di jalan mereka melewati sekelompok orang yang sedang bermain basket.
"AWAS ICA!"
Dengan sigap Terra menarik Ica agar tidak terkena bola, hal itu membuat mereka terlihat sedang berpelukan saat ini, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap sendu kearahnya. "Udah dapet mangsa lagi ya dia?, dan ternyata ngincer temen gue sendiri" Ya, dia adalah Asha.
Jujur saja, Asha masih merasa sakit hati akan apa yang dialaminya sebelum putus dengan Terra.
Flashback on
"Jika aku memiliki banyak wanita yang seperti Asha bukankah akan menjadi surga dunia untukku?"
Terra dengan obsesinya itu kini merencanakan hubungan gelap dengan banyak wanita. Tidak lain pada saat ini, ia dan wanita lain itu sedang berada di sebuah tempat karaoke yang multifungsi, bukan untuk bernyanyi, melainkan menonton, dan menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1
"Aku ke kamar mandi dulu ya babe" ucap Terra sambil mencium kening wanita itu, ia merasa tidak masalah jika tidak membawa handphone, sehingga meninggalkannya di ruangan itu.
Terra tidak tau seberapa licik wanita zaman sekarang, ya, wanita itu bernama Tesla, ia tahu kalau saat ini ia hanya sebagai wanita gelap Terra saja, karena Terra memiliki wanita lain. "Kini waktunya mengakhiri drama menjadi wanita gelap" gumam Tesla.
"Betapa cerobohnya laki-laki bodoh itu memberikan kesempatan buat gue, kira-kira gimana respon dia kalau melihat pacar yang ia kira baik, ternyata selingkuh?" Senyum simpul Tesla mengembang sempurna.
Tesla mengambil handphone Terra dan membukanya untuk menghubungi Asha seolah-olah dia adalah Terra.
Terra (Tesla) : Sayang, kamu ada di rumah ngga hari ini? hari ini aku mau mengajakmu kencan, apa kami bisa ke karaoke freeze sekarang? kalau sudah datang langsung masuk ke ruang 08 aja ya sayang.
Tidak butuh waktu lama, Asha di seberang sana langsung membalas pesannya. Meskipun saat ini ia sedang menonton drama Korea sesuai jadwal liburnya. Tidak ada yang berani mengganggu Asha saat ia sedang bersama oppa nya selain Terra. Asha rela menghentikan sejenak drama Korea itu untuk TERRA!. Malang sekali, dia tidak tau bahwa yang menghubunginya saat ini adalah selingkuhan dari pacarnya.
Asha : Alright, I'm coming!
Setelah membalas pesan itu, Asha bergegas bersiap-siap untuk pergi ke tempat karaoke itu.
"Hari ini gue bakal kencan, kayaknya bakal seru banget sambil karaokean, gue pake apa ya" ia bicara sendiri seolah-olah ia sangat menanti kencan ini karena bernyanyi memang adalah salah satu hobinya.
Sedangkan disisi lain,
"Asha yang malang, mulai sekarang Terra akan jadi milik gue sepenuhnya"
"Babe, mau pesan makanan lagi ngga?"
Terra sudah datang dan menawarkan Tesla makanan.
"It's ok honey, kita sudah cukup banyak makan hari ini, aku kan ngga mau jadi pacar yang suka menghabiskan uang kamu aja, aku cuma mau menghabiskan waktu berdua" Tesla kini sedang bermanja-manja dengan Terra, agar ia bisa mendapatkan perhatian lebih.
"Kamu emang idaman banget sayang, i love you" jawab Terra
"I love you too"
Beberapa menit kemudian, Asha sampai di tempat karaoke freeze, seperti yang sudah dikatakan melalui pesan, ia langsung menuju ke ruang 08.
Ia sengaja tidak mengetuk pintu agar bisa memberi Terra kejutan, tapi ternyata tidak sesuai harapannya.
"Bruk" kantong plastik berisi makanan ringan yang Asha bawa terjatuh, pandangannya saat ini sungguh tidak pernah terpikirkan olehnya. Terra? Memeluk wanita lain yang berpakaian kurang bahan dan menciumnya?
Tentu saja bunyi jatuhnya makanan itu membuat Terra dan Tesla terkejut, Terra sampai membelalakkan matanya mengetahui didepannya saat ini ada seorang wanita yang ia cintai, tidak, sepertinya bukan cinta jika ia masih berpikir untuk selingkuh.
Dengan menahan segala perasaan kacaunya, Asha mendekat kearah Terra, kebahagiaan yang selama ini ia rasakan, perasaan menanti kencan, semuanya hilang.
__ADS_1
"Sekarang aku disini udah ngeliat semua kelakuan kamu, kamu mau menjelaskannya ke aku kenapa kamu ngelakuin semua ini?" Tanya Asha menahan tangisnya, bahkan disaat seperti ini ia masih mencoba tenang agar tidak membuat keadaan semakin buruk.
Terra berdiri dan menghadap ke Asha, "Aku...maaf" hanya dua kata itu yang dapat terucap, ia tidak menyangka hari ini akan datang, sekarang ia benar-benar akan kehilangan sebuah berlian.
Asha hanya tersenyum ketir mendengar jawaban Tesla, "ngga masalah, mungkin aku memang bukan wanita yang seperti kamu harapkan, tidak seperti dia" Asha melirik Tesla sebentar lalu meninggalkan mereka berdua.
"ARGHK! INI PASTI ULAH LO KAN? DASAR WANITA ULAR!" Teriak Terra pada Tesla.
Usai meninggalkan mereka berdua, kini Asha berada di dalam taksi online, ia menatap kosong jalanan, mengingat kembali kenangannya bersama Terra selama ini ternyata palsu.
"Lagi ada masalah ya neng?" tanya Abang taksi, Asha mengelap air matanya sekilas lalu tersenyum ke Abang taksi itu. "Ngga masalah neng, wajar di setiap kehidupan ada masalah, kayak rasa, ngga cuma ada manis, tapi juga ada pahit dan asin buat pelengkap rasa. Mungkin saat ini akan pahit, tapi kalau rasanya dibenarkan, ditambah dengan rasa baru, mungkin bisa jadi lebih enak nanti neng" Abang sopir taksi itu mengoceh panjang lebar untuk menghibur Asha. Ia berbincang dan bergurau bersama, hingga Asha bisa tersenyum kembali.
"Nah sudah sampai, kalo bisa senyum terus ya neng biar jadi cantik nengnya"
"Terimakasih ya bang, ini ongkosnya"
Asha pun turun dari taksi tersebut dan berjanji pada dirinya sendiri, "Baiklah Asha, cukup sampai disini kebodohanmu mempunyai rasa untuk laki-laki tidak tau cara bersyukur itu, kamu harus bisa menjalani hari lebih baik dari sebelumnya, untuk membuktikan bahwa kamu bisa hidup tanpanya, perjalananmu masih panjang".
Flashback off
"Udahlah, ngapain juga mikirin dia, mending lanjutin nyelesain tugas" gumam Asha
Setelah ia mencari lagi, tiba tiba ia menemukan kotak kecil di dekat sebuah pot. Iapun mengambilnya "sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui" senangnya.
Ia terus memerhatikan kotak kecil itu hingga akhirnya,
"Bruk, Aduh" Asha menabrak seseorang
"Gimana si jalannya" ucap orang itu,
"Maaf ya" Setelah mendengar permintaan maaf, Orang itu menatap perempuan yang telah menabraknya.
"Eh ternyata si cantik yang nabrak"
_______________________________________
Plot twist apalagi ini bisa-bisanya si Asha nabrak itu orang!
Hehehehe see u in the next part guys!
Jangan lupa vote akkai?
__ADS_1