
Kamu memintaku untuk mengejar masa depan, padahal masa depanku itu kamu
- Asha
_______________________________________
"Bruk, Aduh" Asha menabrak seseorang
"Gimana si jalannya" ucap orang itu,
"Maaf ya" Setelah mendengar permintaan maaf, Orang itu menatap perempuan yang telah menabraknya.
"Eh ternyata si cantik yang nabrak"
"Duh, kenapa harus nabrak si" batin Asha
"Kenapa diem aja, ngga ada yang sakit kan cantik? btw, salam kenal, gue Rewana Keswoo, panggil aja Keswoo, cowok paling populer di sekolah ini, kalo lo?" Hari ini bagaikan ketimpa gunung fuji untuk Keswoo, dia bisa berinteraksi secara langsung dengan cewek yang sudah ditargetkannya dari pagi tadi.
"Gue Asha, thanks gue emang cantik, makannya lo jadi genitin gue kan" balas Asha
"Udah cantik, peka lagi, boleh kali neng pdkt" genit Keswoo
"Ada kali ya orang yang pdkt pake bilang-bilang, udah gue sibuk, masih banyak tugas ini" Asha melihat jam yang menempel di pergelangan tangannya, sepertinya waktu dia sudah tidak banyak untuk bisa menyelesaikan targetnya.
"Basa basi, lah baru masuk SMA udah ada tugas aja lo?, tugas apa emangnya?" Keswoo penasaran akan tugas apa yang begitu banyak padahal Asha itu anak baru di sekolahnya.
"Kepo! orang kepo giginya bisa ompong nanti, udah dulu ya" songong Asha .
"Kualat lo nanti ngatain kaka kelas, bilang aja mending, siapa tau bisa gue bantu" Keswoo tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa bersama Asha.
"Lumayan juga sih kalo gue manfaatin Kaka kelas gajelas ini, siapa tau relasi dia sama anak OSIS/MPK banyak" batin Asha
"Boleh deh, tapi lo ngga ada niatan tersembunyi buat bantuin gue kan kak?" Tanyanya hati-hati
"Ya ngga lah!, gue kan emang orang baik hati" bohongnya "gue kan mau deketin lo bocil, itu tujuan gue" ia menjawab kebenarannya dalam hati.
"Yaudah deh kak, bantu gue cariin 9 tanda tangan OSIS/MPK ya kak, soalnya gue ngga tau mereka siapa aja"
__ADS_1
"Oh itu, ngga masalah, e-zet itu mah dek, temen gue banyak, ayo ikut gue" Asha akhirnya menuruti Keswoo untuk ikut dengannya, akhirnya mereka mendapatkan 8 tanda tangan dengan mudah hanya dalam waktu singkat, ternyata Keswoo benar-benar populer pikir Asha.
Sisa satu tanda tangan yang ia perlu kumpulkan, tapi disekeliling mereka tidak terlihat ada anak OSIS/MPK itu kata Keswoo.
"Duh, gimana dong kak? waktu gue ini tinggal sedikit buat nyelesain misinya" panik Asha
Keswoo tampak berpikir, hingga akhirnya dia teringat teman dekatnya itu kan OSIS. "Tenang, gue punya satu kenalan lagi, dia temen deket gue, coba liat sekarang jam berapa dulu?" Tanya Keswoo
Asha melihat jam tangannya, "Sekarang udah jam 11.20 kak"
"Berarti dia lagi di Masjid, ayo ke masjid" Keswoo menarik tangan Asha agar mereka ke Masjid, namun Asha menarik tangannya.
"Ngga usah dipegang juga kali, muahall" sinis Asha
"Dih iya dah iya, buruan makannya, waktu sisa 20 menit lagi sebelum adzan"
Merekapun sampai di masjid, Keswoo tampak sedang mencari seseorang disana,
"Nah itu dia lagi gelarin karpet masjid" Keswoo pun menemukan Sandykala yang sedang mempersiapkan masjid untuk ibadah salat Dzuhur nanti.
"Itu dia yang bakal lo mintain tanda tangan, ayo" jelas Keswoo
"Assalamualaikum kakek haji Kala" Keswoo
"Waalaikumsalam, gue belom kakek kakek, alhamdulilah lo jam segini udah ke masjid, sini bantuin gue" Kala melanjutkan menggelar karpet itu, Keswoo menatap jengah ke arah Kala.
"Gue sibuk, ini mending lo bantuin dia dulu nyelesain misinya" Jawab Keswoo
Kala pun menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Keswoo, yang ternyata di sebelahnya ada seorang wanita, tatapan Kala kembali menjadi datar jika itu sudah soal wanita.
"Cewek mana lagi yang lo bawa?" lirik sekilas Kala ke Asha lalu kembali menatap Keswoo
"Aamiin dulu aja mumpung lagi di masjid, ini cewek lagi ngerjain misi bro, karena gue baik hati jadi gue tolongin, dia butuh satu tanda tangan OSIS lagi, lo bisa tanda tanganin kan?" Tanya keswoo
"Kamu coba kesini" suruh Kala pada Asha
Asha yang sedikit gemetar pun mengarah mendekat ke Kala, jarak mereka kini hanya 1 meter
__ADS_1
"Kenalkan diri, tujuan, dan kelas" dingin Kala
"Assalamualaikum kak, mohon maaf sebelumnya karena kedatangan saya ini mengganggu, perkenalkan nama saya Sadira Asha Ar-rayyan, saya baru masuk jadi belum tau kelas tetapnya, tujuan saya kesini yaitu untuk menyelesaikan misi untuk mendapatkan 15 tanda tangan dari Kaka OSIS/MPK, namun kini sisa satu, apa kaka anu ehm" ragu Asha, karena saat ini dia merasa seperti tertekan dengan hawa dingin Kala.
"Yaelah, kaku banget lo berdua" Keswoo membuka suara agar suasana tidak terlalu tertekan
"Diam" ucap Kala pada Keswoo
"Untuk apa Asha?" Lanjutnya
"Saya kesini mau minta tolong kakak, untuk menandatangani buku ini apakah bisa kak?" Ucap Asha sambil menjulurkan buku kecil yang senantiasa ia bawa itu.
Kala tersenyum kecil, sangat kecil hingga tidak bisa dilihat oleh mata yang terbuka. "Jadi ini yang namanya Asha?" Batin Kala.
"Saya bisa saja menandatangani itu, tapi tanda tangan saya tidak bisa didapatkan dengan mudah, saya punya syarat, kamu siap?" Tanya Kala
Mata Asha berbinar mendengarnya, apapun akan ia lakukan asal tugasnya bisa segera selesai. "Saya siap!" Ucap Asha sambil tersenyum manis.
Kala yang melihat senyuman dan keberanian Asha itu akhirnya mengalihkan pandangannya khawatir akan gadhul bashar.
"Kalau begitu kamu ikut saya" putus Kala
_______________________________________
Noted.
Gadhul Bashar menurut Ibnu Katsir yaitu bahwa yang dimaksud dari gaddul bashar adalah menahan, menundukkan, atau menjaga pandangan.
Allah S.W.T. berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara ***********; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
_______________________________________
Hayoloh mau diajak kemana ya kira-kira?
Stay tuned guys!
Jangan lupa untuk votingnya akkai
__ADS_1