Senja Yang Berpulang

Senja Yang Berpulang
#2


__ADS_3

" akhirnya kita bertemu juga setelah beberapa tahun terakhir kamu menghilang ril, kamu apa kabar? engak lupakan sama aku?" tanya Kevin. Ariel mengangguk "aku baik, kamu sering kesini ya ?". tanya Ariel.


" iya awalnya hanya waktu ada KKN dulu, terus enggak sengaja aku bertemu dengan anak cantik bernama Rara, itu menjadi alasanku sering datang kesini. karena wajahnya yang mengingatkanku dengan dia, sahabat yang menghilang 8 tahun silam. kurasa kamu juga masih mengingatnya." ucap Kevin sambil menatap Ariel yang juga menatapnya. " aku sudah tidak mau mengingat apapun tentangnya, karena bagiku dia sudah tidak ada dalam list orang yang harus aku kenang". ujar Ariel.


Kevin hanya tersenyum pedih jika saja Ia belum berjanji dengan Andra mungkin dia akan menceritakan yang sesungguhnya pada Ariel. ANDRA NATHANIO adalah sahabat mereka sekaligus cinta pertama Ariel. sungguh takdir seakan mempermainkan kisah cinta sang sahabat, ataukah akan ada pelangi setelah hujan yang mereka alami.


Kevin menatap keluar sambil memikirkan sahabatnya Andra apakah Ia sudah sembuh dari penyakitnya atau.. ah Kevin tidak ingin memikirkan tentang hal yang akan membuatnya merasa buruk. karena dia diberi amanah untuk menjaga wanita yang Andra cintai sampai saat ini, tapi Ia merasa gagal untuk melaksanakan amanah sahabatnya. karena sebuah kejadian tak terduga terjadi saat Ariel harus diusir dari rumahnya dan menghilang tanpa kabar 7 tahun lalu, yang tanpa pamit dengannya maupun dengan temen-temen yang lainnya.

__ADS_1


"kamu tau ril, aku enggak sengaja membaca data tentang Rara. dan melihat nama kamu tertulis dalam data Rara. yang aku pikirkan pertama kali adalah apakah itu Ariel yang sama. atau aku hanya sedang berhalusinasi karena sangat merindukanmu. siapa Rara Riel? apa hubungannya denganmu? jawab jujur Riel aku mohon." ucap Kevin penuh harap menatap Ariel yang sedang menatap kedepan dengan tatapan penuh pertimbangan. "aku enggak mau membahasnya Vin, alasan aku sering kesini karena aku menyukai anak-anak". "stop dengan keegoisanmu Riel, tolong jujur sama aku, aku sahahatmu, jangan simpan semuanya sendiri ingat kamu masih punya kami untuk tempat bersandar dan tempatmu mengadu keluh kesah. tolong sekali ini saja dengarkan aku dan tolong jangan menghilang lagi. sungguh kami sangat kehilanganmu Riel . atau kamu mau aku mengambil paksa Rara darimu, kamu tidak mempermasalahkannya kan?".


" gak kamu gak berhak mengambilnya dari aku Vin. kamu bukan siapa-siapa aku ibunya aku yang berhak atas Rara" ucap Ariel sambil menahan emosi dan tangisnya. Kevin menatap Ariel seakan mencari pembenaran dari yang barusan Ia dengar dengan sambil tersenyum Ia berucap " setidaknya aku sudah tau jawabannya Riel."


Ariel pun menutup mulutnya dengan tangannya tak percaya dengan apa yang barusan Ia ucapkan. "tapi kenapa kamu menghilang selama 7 tahun ini Riel. Kamu tau aku, vino, Enda dan rosi gak pernah berhenti mencarimu Riel, kita semua khawatir sama kamu karena kamu seperti ratu kecil dalam hidup kami Riel, jangan mentang-mentang Andra gak ada kamu gak anggap kita ada Riel." ucap Kevin mengeluarkan semua yang Ia pendam selama ini.


" aku punya alasan sendiri kenapa aku pergi dari hidup kalian dan itu semua juga ada hubungannya dengan Rara, iya kamu tahu sendirikan dulu aku sama Andra bagaimana dekatnya, saking dekatnya aku dan Andra melakukan hal yang sangat tidak diperbolehkan agama. tapi apa setelah semua itu terjadi Andra berubah. sakit Vin kalau harus diceritain. jadi aku mohon jangan sebut nama dia lagi". ucap Ariel sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


" andai kamu tau riel apa alasan andra berubah dan pergi dari hidupmu dan kita semua ". batin Kevin. "jadi rara anakmu dengan Andra riel? tapi kenapa rara ada disini riel, jangan bilang kamu membuangnya? apa salah dia riel? apa karena kamu benci dengan ayahnya sehingga kamu tega berbuat begitu? ingat riel kamu ibunya tidak pantas kamu berbuat seperti ini." ucap Kevin masih menahan emosinya.


"aku tahu aku bukan ibu yang baik vin ,tapi ini semua aku lakuin hanya semata-mata demi keselamatannya. kamu tahu selama ini aku selalu bersembunyi dari papa dia selalu mengancam akan untuk membunuhku dan rara . maka dari itu jalan satu-satunya yang harus aku lakukan, karena aku tidak mampu melindunginya seorang diri Vin." ucap Ariel sambil tergugu.


Kevin menatapnya tak percaya adakah seorang ayah yang tega melakukan itu terhadap darah dagingnya sendiri, sungguh ia baru menemui hal semacam ini dari sahabatnya sendiri. Kevin pun mendekat kearah Ariel sambil membawa tubuh ariel kedalam dekapannya "kalau memang seperti itu ceritanya, maka aku akan berjanji akan melindungi kalian, yakinlah riel aku sanggup menjagamu dan rara. aku akan bawa rara kerumahku dan akan selalu menjaga dan mengawasinya. aku tidak akan gagal lagi riel." ucap Kevin penuh keyakinan sambil menenangkan ariel.


Ariel mengurai dekapan Kevin lalu menatapnya penuh tanya "emang kamu pernah gagal apa Vin?". "pernah gagal menjagamu yang menjadi tanggung jawab ku setelah amanah yang andra berikan sebelum dia pergi." Kevin kembali menatap Ariel. "gak usah bohong Vin, dia aja udah gak peduli lagi sama aku, kenapa dia harus repot-repot nyuruh kamu jagain aku segala, aku tidak sepenting itu dihidupnya."

__ADS_1


__ADS_2