
didalam sebuah kamar yang cukup nyaman. "jadi kamu pesen satu kamar ndra?" tanya ariel sedikit linglung. " iya kenapa kan kita dah biasa bareng-bareng". jawab Andra santai. dada Ariel berdegub kencang dan ia mulai menghirup udara perlahan-lahan untuk menenangkan degupan dadanya, jujur ia merasa gugup ya walaupun mereka sering bersama tapi mereka tidak pernah sekamar bersama. suasananya tiba-tiba jadi canggung "kamu ganti baju dulu ndra kamu bisa pakai jaket ini dulu, baju kamu biar nanti dikeringkan dulu", ucap ariel. Andra pun melihat kearah ariel, melihat Ariel yang menampilkan wajahnya yang menurut Andra mengemaskan karena menahan malu itu, Andra pun ingin menjahilinya. "kenapa, lepas aja bajunya nanti pakai selimut juga hangat, gak usah pakai jaket lagi", dengan wajah sok polosnya. "tapikan..ahh" belum sempat menyelesaikan ucapannya Andra sudah melepaskan bajunya didepan ariel, arielpun segera menutupi wajahnya dengan tangannya. Andra tersenyum tipis karena sudah berhasil menjahili Ariel. " kamu kenapa, kayak gak pernah liat aku begini aja", kata Andra. " ish, kamu itu punya malu dikit aja ngapa sih ndra aku kan cewek kamu harusnya malu dong" jawab kesal Ariel. sambil mendekati Ariel Andra berkata "tapikan kamu bukan orang lain riel kamu pacar aku". menatap lain kearah Ariel dan memegang tangan ariel yang masih setia menutupi wajahnya, dan menurunkan tangan ariel, tapi Ariel masih menutup matanya. " kamu mau apa, jangan jahil ya ndra", jawab ariel gugup.
" gak papa buka matamu riel, akukan gak ngapa-ngapain", tapi ariel masih menutup matanya. dan hawa dingin disekitar mereka membuat Andra terbawa suasana, kedua tangan Andra pun mulai naik memegang pipi ariel. " buka matamu riel " bisik Andra. " aku takut ndra kita tidur aja yuk dingin nih", jawab ariel . " hey dengar aku, kita sudah sama-sama dewasa riel, jadi tidak apa-apa, kita juga saling suka",ucap Andra yang wajahnya semakin mendekat kewajah ariel dan tehenti dengan dahi yang menyatu, lalu Andra melirik kebawah menatap bibir Ariel yang seakan memanggilnya. tiba-tiba mata ariel terbuka saat ada yang menyapa bibirnya, ya Andra yang sudah tidak bisa menahannya pun memulai aksinya. ariel pun langsung mundur dan mengakhiri ciuman itu, "jangan ndra kita sudah terlalu jauh, kita masih punya cita-cita yang harus kita gapai, jangan kecewakan orang tua kita ndra", ucap ariel dengan berkaca-kaca.
__ADS_1
Andra memang merasa bersalah tapi dia dikalahkan dengan keegoisannya. Andra mendekati ariel lagi dan berkata " hey tenanglah, tidak apa-apa aku sayang kamu Riel, aku janji gak akan ninggalin kamu, kumohon". Ariel menatap andra sayu , Ariel tahu apa yang dibutuhkan Andra Karena mereka sudah beranjak dewasa dan difase yang menggebu-gebu, dan jujur Ariel takut jika Andra meninggalkannya jikalau ia menolak Andra. dengan tangan yang menggenggam kuat ariel pun mengangguk "iya", Andra yang mendengar itupun tak menyia-nyiakan kesempatan dan memulai aksinya dengan mencium bibir ariel yang sejak tadi memanggilnya. mereka kini bisa merasakan apa yang belum pernah mereka rasakan dan mulai menikmatinya, dengan mata yang saling terpejam. Andra pun mulai membawa tubuh ariel kearah kasur, dan mereka melakukan hal yang terlarang dan sangat dibenci Tuhan itu.
#
__ADS_1
#
ke esokan harinya, sinar mentari menyapa mereka dari arah jendela kaca yang tak tertutup rapat, Ariel membuka matanya terlebih dahulu,ia semula kaget melihat wajah andra didepan matanya tapi dia kembali mengingat kejadian tadi malam dan tersipu malu, lalu ia menggeleng dan menghela napas menyesal ia memang ada tapi rasa cintanya terhadap andra melebihi apapun. Ariel mulai memunguti bajunya yang berserakan dilantai, ia mulai merasakan efeknya dan jalan dengan tertatih,lalu ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1