Senja Yang Berpulang

Senja Yang Berpulang
#3


__ADS_3

MASA LALU

__ADS_1


Disebuah caffe ada sekelompok anak remaja yang terlihat sedang mengobrol tak lain adalah Andra, Ariel, Kevin, vino, Enda dan rosi yang sedang membahas masa depannya. "ndra, setelah kita lulus nanti kamu maukan nerusin kuliah bareng kita?" tanya Kevin. Ariel kekasih Andra langsung menatap kearah Andra. "gue gak janji tapi akan gue usahakan, apalagi ada kamu Riel aku gak bisa jauh-jauh dari kamu, aku akan menemani kamu sampai aku benar-benar sudah tidak mampu lagi" ujar Andra dengan keyakinannya sambil membalas tatapan Ariel. Ariel hanya menanggapinya dengan senyuman."yaelah lu, bucin amat. ya deh kita semua ngontrak dimari." sautan vino yang geli mendengar ucapan Andra. "iya sa ae lu ndro". jawab rosi menambahi. "apaan sih kalian gak bisa liat gue bahagia dikit aja", kesal Andra.

__ADS_1


mereka berdua bersahabat dari SMP dan meneruskan SMA ditempat yang sama, dan Ariel alasan utama kenapa Andra memilih SMA ini, Ariel hanya punya andra yang selalu mendukungnya dan melindunginya karena keluarganya tak seharmonis keluarga lainnya. dari kecil papa dan mama Ariel sudah bercerai dan papa ariel menikah lagi , semenjak itu ariel tak terlalu diperhatikan lagi.

__ADS_1


"disini dulu ya gak papakan, kamu kedinginan Riel", tanya Andra. Ariel pun mengangguk memang udaranya sangat dingin. "pasti mereka kuhujanan", gumam Ariel. " ya gak papa mereka kehujanan yang penting kamu enggak", ujar Andra sambil melepas jaketnya dan memakaikan ketubuh Ariel. "ih gak boleh gitu ndra mereka jugakan sahabat kita yang berharga", menatap andra sebal. tapi kemudian ariel dibuat tersipu oleh kelakuan Andra yang dengan tidak tau malunya memeluk Ariel dari belakang ditempat umum, ya walaupun hujan dan tidak ada orang yang lewat. "kalau aku berharga enggak?", tanya Andra sambil menatap kebawah karena dia lebih tinggi dari ariel. "kamu lebih dari berharga ndra, kamu hidup aku. aku gak bisa bayangin hidup aku tanpa kamu," ucap ariel lirih dengan matanya yang sendu. "aku gak akan pernah ninggalin kamu riel kamu juga hidup aku, tapi seandainya suatu hari aku ngecewain kamu dan kamu gak mau maafin aku bagaimana ", tanya Andra. "aku percaya sama kamu ndra kamu pasti gak akan pernah kecewain aku, aku gak mau hal itu sampai terjadi ndra" ucap ariel sambil mendongak menatap andra. Andra pun tersenyum mendengar jawaban ariel dan melihat jam tangannya yang menunjukkan jam 10 malam tapi hujan belum juga reda. Andra bingung sudah mau tengah malam tapi ia tidak bisa mengantar ariel pulang ditengah hujan yang masih lebat, tadi dia memakai motor jadi dia tidak bisa menerobos hujan, ia tidak mau membuat arielnya sakit nanti. "bentar ya aku mau kesana dulu,kamu tunggu disini", andra mengurai pelukannya dan mulai berlari kedepan jalan.

__ADS_1


tak lama kemudian Andra datang dengan baju yang basah "riel aku gak bisa nganter kamu pulang kerumah, hujannya masih deras, tapi didepan ada penginapan kamu mau enggak kita nginep disana dulu untuk malam ini". "tapi nanti..". "gak papa kalau kamu gak mau sih, kita tunggu disini aja sampe hujannya reda", Ariel menatap kearah andra, ia merasa kasihan karena baju Andra basah, ia juga tidak mau andranya sakit. " aku mau kok, kata siapa aku gak mau ", jawab ariel lirih. " yaudah ayo tadi aku pinjem payung sama pak satpamnya dan udah daftar kamar", ucap Andra. mereka pun mulai melangkah menuju penginapan.

__ADS_1


__ADS_2