Senja Yang Berpulang

Senja Yang Berpulang
#5


__ADS_3

sinar matahari yang semakin menunjukkan eksistensinya pun bisa membuat seorang Andra Nathanio terbangun dari tidur nyenyaknya. ia mengercapkan matanya dan bangun, ia ingat tadi malam ia sudah melakukan dosa besar, dan dimana Ariel. ia pun mulai menginjakkan kakinya dilantai dan memakai bajunya, ia mendengar gemericik air dari kamar mandi pasti Ariel sedang mandi pikirnya. ia menunggu Ariel mandi tapi sudah lebih dari 30 menit Ariel tidak keluar, andrapun memberanikan diri mengetuk pintu kamar mandi "riel, kamu didalam, riel kamu gak papakan?". tanya Andra tapi tidak ada jawaban, ia pun semakin khawatir lalu mulai membuka pintunya yang ternyata tidak dikunci.


Andra melihat kedepan dan melihat Ariel terduduk dilantai sambil menangis dengan badannya yang bergetar tatapannya yang kosong, itu membuat Andra merasakan sakit luar biasa di relung hatinya, ia juga ikut meneteskan air matanya melihat orang yang sangat ia cintai begitu terluka karena perbuatannya sendiri. Andra mengusap air matanya dan melangkah mendekati Ariel dan langsung mendekap tubuh ariel sambil membisikkan kata-kata bujukan. beberapa saat tangis Ariel pun mulai mereda dan mau diajak beranjak dari kamar mandi dan duduk diatas ranjang.

__ADS_1


Andra mengambil tangan ariel untuk digenggamnya, " riel aku tau aku bukan manusia sempurna, tapi aku pastikan aku akan membuatmu bahagia, aku janji akan hal itu, maaf". Ariel hanya terdiam mendengarkan ia memang mengikhlaskan itu tapi hatinya masih juga terlalu lemah,ia hanya manusia biasa. Andra pun melanjutkan perkataannya "apapun nanti yang terjadi aku akan bertanggung jawab dan aku tidak akan pernah ninggalin kamu walau sampai kapanpun tapi jika nanti kehadiranku hanya akan membawa tangis dihidupmu dan membuatmu bersedih terus aku akan pergi aku tidak mau melihatmu tidak bahagia disisiku riel aku sayang kamu sampai kapanpun itu",Andra mengakhiri ucapannya dengan menghembuskan napas. Ariel mengangguk dan menyakinkan diri jika semua pasti akan baik-baik saja. " aku juga sayang kamu ndra". Jawaban lirih Ariel mampu membuat Andra tersenyum tenang setidaknya Ariel mau berbicara tidak diam saja seperti tadi.


"drrrttt,drrrttt" bunyi handphone Ariel bergetar kencang , Ariel pun menoleh ke arah teleponnya "PAPA" nama itu terpampang dilayar teleponnya, ia enggan mengangkatnya. hingga ada sebuah tangan mendahuluinya untuk mengangkat telponnya. " pagi om Farhan, ada apa ya tumben om peduli sama Ariel", Andra berkata dengan sarkasnya. " kemana Ariel? kenapa kamu yang menjawabnya, kamu ajak kemana anak saya tadi malam hah.." ucap marah papa Ariel. " mau ariel kenapa-kenapa apa om peduli, yang jelas Ariel akan aman jika bersama dengan saya". "dasar anak kurang ajar awas kamu jika ber..." belum sempat menyelesaikan ucapannya Andra mematikan ponsel Ariel. Ariel menatap andra mencari jawaban apa yang tadi dibicarakan tapi Andra hanya bilang " tidak apa-apa". Ariel pun mengangguk percaya. sekitar jam 9 an Andra mengajak Ariel keluar dari hotel, dan mengantarkan Ariel pulang kerumahnya.

__ADS_1


saat ingin beranjak dari tidurnya Andra merasakan sakit didadanya, ia pun mengingat kalau tadi malam ia belum sempat meminum obatnya karena ia bersama Ariel. "sial" marah Andra "brengsek Lo ndra,, arghhh" ucap Andra sambil memukul-mukul tembok. dia baru ingat bahwa dia punya penyakit yang semakin kesini semakin memburuk tapi ia malah menyakiti orang yang ia cintai begitu dalam, tubuhnya roboh dan Andra terduduk menangis, iya dia menangisi semuanya, memang penyesalan datang diahir itu benar.


Andra memang punya penyakit yang cukup parah yaitu idiopathick pulmonary fibrosis (IPF) dan cara satu-satunya yang dapat menyembuhkannya adalah dengan mendapatkan donor paru-paru, tapi sampai saat ini dia belum mendapatkan donor itu.

__ADS_1


sering kali mama papa andra membujuknya untuk berobat diluar negri tepatnya di Jerman. tapi Andra selalu menolak dengan alasan tidak bisa jauh dari Ariel, " ndra ini juga demi Ariel, kamu mau kan jaga Ariel lebih lama lagi jadi percaya sama papa ayo kita berobat di Jerman papa yakin kamu bisa sembuh ndra", ucap papa Andra meyakinkan. "tapi Andra gak yakin pa , itu gak mungkin penyakit yang ada ditubuh Andra udah gak bisa disembuhkan lagi kecuali ada pendonornya pa". ucap Andra pasrah. "ndra dengerin papa kamu seorang cowok harus bisa dipegang janjinya, kata kamu akan selalu menjaga dan membahagiakan Ariel jadi kamu juga harus lebih kuat agar bisa melindunginya". "tapi pa Andra gak yakin, jika nanti Andra sudah gak bisa disembuhkan lagi papa dan mama mau kan jaga Ariel buat Andra?". tanya Andra menatap papanya dengan penuh harap. " Gak, papa gak mau kamu jaga sendiri dia kan pacar kamu bukan pacar papa, kamu harus yakin bisa sembuh, karena papa yakin kamu bisa sembuh". ucap papa Andra.


__ADS_2