
Aku duduk termenung menanti sahabatku baruku.
ya kami akan bekerja di kantor yang sama
dihari pertama,aku harus rela berangkat pagi pagi buta untuk menjemputnya.
" ah sangat membosankan sudah rela menembus dinginnya embun pagi tapi sesampai dirumahnya malah belum siap sama sekali.
beginilah menanti orang yang dibilang mampu tapi masih mau bekerja,demi bisa bersenang senang di luar tanpa di kekang dan bergelut dengan urusan rumah.
" Bruaaakkk aku tersadar dengan lamunanku
setelah mbak yeni menimpuki dengan tas mahalnya.
"yuk Dewi kita berangkat pake mobilku aja
taruh motormu di garasi rumahku.
aku hanya meng angguk mengekor i dia memasukkan motorku, tak ku sangka ternyata dia hanya ingin aku bersamanya...
ok lah lumayan daripada pake motor butut jarang jarang bisa numpang mobil bagus pikirku,sekalian ngirit pengeluaran bensin.
sembari menyetir dia selalu ngoceh kesana kemari.
mgkn karna aku teman sekantor dan yang jelas semenjak pelatihan di perusahaan swasta, kami bekerja dia semakin mengakrabi ku.
akhirnya setelah 30 menit perjalanan sampai juga di kantor.aku turun duluan di persimpangan tempat parkir..sambil menunggu sahabat baruku itu.aku masih saja melamun ..ya aku membayangkan sesosok foto yang ada didalam bingkai ruang tamu mbak Yeni
entahlah perasaanku mulai dad dig dug.seperti mengenal laki laki itu yang perawakannya modelnya seperti pernah merasuki hatiku sejak dulu....
dan lagi lagi
bruak mbak Yeni selalu menimpuk kepalaku mengunakan tasnya.
kenapa otakku hari ini tidak bekerja waras.jadi lamban dan dan rasanya ada sesak di dada
" kau kenapa wii dari tadi hanya melamun aku bicara kesana kemari kau hanya menjawab sepatah dua patah kata.apa kau sakit..
dia menjejalkan beberapa pertanyaan aku hanya menggelengkan kepalaku..rasanya tidak ingin mengingatnya.
aku hanya menjawab tidak ada masalah..mgkn hanya gugup aja kita kan baru hari ini masuk kerja...
kita berjalanan beriringan menuju lift ,aku dan dia memang kerja di ruangan yang sama.
sejak jam 8 pagi sampai jam istirahat aku hanya berkutat didepan komputer...
rasanya tidak ingin berdiri karna akan sangat senang dengan pekerjaanku
tidak dengan mbk Yeni ,dia gelisah tak menentu selalu geser posisi sepertinya ingin menyudahi pekerjaannya dan berbaur ke kantin hanya meneguk segelas juice untuk menenangkan diri.
dia gugup capek mungkin dirasa harus seharian otak atik komputer karna memang kenyataannya dia bekerja tidak untuk mencari uang,hanya ingin mencari kesenangan belaka agar tidak jenuh berada di rumah.
" wii yuk istirahat dulu donk kita makan siang
aku dah lapar nih. rajuk mbak yeni
oke siap aku beresin dulu sebentar kerjaan ku tunggu aja di bawah tar aku susul deh nanggung nih kataku pelan.
dia dengan pedenya ngeloyor keluar padahal masih karyawan baru.
beda denganku yang sedikit malu jika di sapa rekan kerja lainnya.
aku berlari kecill menyusul mbak Yeni ke kantin dengan melewati bagian kantor kantor yang lainnya.
kutemukan dia sudah melahap beberapa makanan yang dia pesen.
kenapa kau santai sekali mbak, seolah olah kamu kenal dengan orang orang disini.
tanyaku padanya.
dia hanya terkekeh melihatku...
Setelah sekian jam akhirnya kita pulang juga , ah rasanya.bekerja tidak sesulit yang kubayangkan.
aku tetap menumpang dengan mbak yeni untuk mengambil motorku di rumahnya.
dia selalu tersenyum ya memang dia wanita yang manis.putih dan terawat...
buktinya apa yang dipakai selalu branded,tidak sepertiku hanya wanita pas pas an.
aku memang di lahir kan di keluarga biasa aja.
meskipun pernah hidup enak hanya hitungan tahun setelah itu mamaku meninggal
usaha papaku bangkrut.
kami tinggal di rumah kecill yang sederhana.
"" sesampai dijalan masuk perumahan aku merasa hatiku semakin tidak enak..entahlah atau hanya sebatas perasaanku atau memang firasat ku saja.
ya akhirnya sampai juga di depan rumah mbak Yeni.
aku turun dari mobilll mengambil motorku,
"wi kamu tidak mampir dulu masuk rumah aku bikin kan teh ya,atau istirahat bentar kata mbak yeni dengan kata kata manisnya.
"" gaklah mbak lain kali lagi aja atau besuk besuk.
sudah sore nih tar aku kemalaman lagi masih panjang perjalanan yg ku tempuh butuh waktu satu jam lo.
aku hanya berpamitan didepan pintu..
dan deg
tanpa sengaja aku berpapasan dengan laki laki tampan.atletis berewokan sedikit dia baru saja turun dari mobilnya.
menoleh ke arahku kaget ya kita sama kaget.
dia menegurku "Dewi ya katanya
aku hanya mengangguk mengiyakan.....ehmmm rasanya jantungku sudah meloncat dari sarangnya atau berhenti bernafas.
""mbak Yeni yang tidak sengaja mendengarnya juga merasa kaget.
kemungkinan dia berfikir kapan kenall dengan lelaki tampannya itu.
dia keluar menyapa lelaki itu dan 2 gadis kecil yg baru saja turun dari mobilnya
berhamburan memeluk sambil berkata mama mama adek sama papa barusan dibelikan mainan dia hanya mengangguk dan berkata sana segera masuk dah sore loo mandi sama mbak inem.
aku hanya dibuat melongo didepan gerbang rumahnya..pemandangan apa ini yang bikin dadaku semakin sesak.
bayanganku apa mas *Wijaya Hadi Saputra suami mbak Yeni.
"wi sini dulu kenalin ini mas Wijaya suamiku lain kali kalo bertemu dijalan kamu bisa menyapanya.
__ADS_1
aku menyalami mas Wijaya seolah olah tidak pernah kenal sebelumnya dan dia hanya menjabat tanganku sambil tersenyum manis.
"" tapi mbak Yeni bertanya kok kalian tadi seperti menyapa mas tanya mbak Yeni pada suaminya.
ehmm
iyalah memang aku sudah kenall katanya.
deg deg deg akhirnya aku semakin merasakan lemas sekujur tubuhku
iya ternyata dia adalah teman kecilku dimana aku menyisakan sebagian masa kecilku di desa bersama nenekku...
dan.dia adalah anak orang kaya dan terpandang disana ,katanya sih masih saudara denganku walau jauh.
**flashback off**
iya dia adalah Wijaya Hadi Saputra lelaki tampan yang ada di desa nenekku .semenjak kecil kami memang saling kenal jarak umur kita tidaklah jauh..hanya terpaut beberapa taun saja.
dulu sewaktu aku masih smp kelas 1 dan dia smp kelas 3.
karena sama sama satu sekolahan kami sering bermain bersama.
kemanapun selalu bersama,seolah olah tak akan pernah terpisahkan jika berada di sekolahan.
meskipun jarak rumah kita tidaklah jauh tp aku jarang sekali keluar seperti anak anak pada umumnya jadi jika di rumah aku sudah tidak bertemu dengannya.
aku hanya ikut nenekku yang setiap hari kerja di warung untuk berjualan.
setiap pulang sekolah waktuku ku habiskan di warung dekat pasar '''mainan di sana dengan anak seusiaku.
itupun hanya sebentar karna aku sibuk membantu mencuci piring jika ada orang yang selesai makan membereskannya dari meja dan membawa ketempat dimana seharusnya diletakkan...
itulah keseharian ku,selalu dan selalu bangun subuh subuh untuk mengikuti nenekku ke pasar jualan .
aku mandi di warung setiap pagi dan berangkat zekolah dari sana juga..
" dewi nanti kalo kita sudah dewasa kamu harus bersamaku ya.
pokoknya aku mau kamu selalu jadi temanku
" iyalah aku kan teman terbaikmu sambil mengandeng tangannya aku berjalan membeli jajanan di kantin sekolahan.
waktu berlalu akhirnya dia lulus dari sekolah menengah pertama dan masuk sma terkenal di kota
sedangkan aku masih di bangku smp
semenjak itu kami sudah tidak pernah bertemu.
:*aku diambil orang tuaku lagi dan mengikutinya di kota XX.
sedangkan nenekku tetap di desanya bersama tante dan sepupuku.
itulah awal perpisahan kita sampai beberapa taun akhirnya.
kita dipertemukan kembali waktu aku memasuki perguruan tinggi
dan dia ternyata juga di kota yang sama.....
dia sudah bekerja dibank milik papanya sambil kuliah......;;
inilah awal dimana kita selalu bersama lagi..sampai muncullah benih benih cinta di antara kami.
"" ya aku diam diam mengaguminya menyukainya.
ternyata cintaku juga tidak bertepuk sebelah tangan
tapi tetap kami abaikan karna memang saudara jauh.
seiring berjalannya waktu
karena jarak rumah dan kampus cukuplah jauh menempuh 2 jam perjalanan.
" dewi kalo kamu mau bisa tinggal di rumahku di kota biar kamu tidak kecapekan.
lagian aku juga sendirian saja.
dengan senang hati aku mengiyakan berbunga bunga hatiku rasanya seperti menemukan sebongkah berlian bisa tinggal dengan orang yang paling aku sayangi.
"" iya mas aku mau tapi aku ijin dulu ya sama papa,kalo boleh aku senang hehehehehe mengirit biaya nich
ujar ku sambil berlalu , dia selalu menyentil hidungku jika merasa gemas.
""oke segera aja telpon papa atau besuk aku nganterin kamu pulang gimana sekalian ambil keperluan mu.
""tanpa menunggu besuk aku ingin sekarang aja ya dianterin pulang kan dah sore juga mas daripada aku naik motor nih.ucapku asal
iya mengiyakan saja keinginanku ,kita sama sama berangkat ke kotaku...
sesampai di rumah ku utarakan keinginanku tinggal dengan mas wijaya.ternyata papaku setuju saja dia tidak berpikiran bahwa kami sudah menjalin hubungan.
papa taunya kita memang dulu tinggal di desa dan teman sejak kecil...
" mas malam ini nginep aja di rumah ya,besuk pagi berangkat ke kota
" papaku menimpali iya nak Wijaya tidur saja di sini dulu
ada kamar kosong di depan,kamu bisa mengunakannya
pake bajunya kakaknya Dewi dulu buat ganti juga ada
"" iya om makasih banget, kayaknya saya juga capek mau istirahat dulu.
besuk pulangnya subuh subuh soalnya
pagi saya ada kerjaan di kantor om.
"" loo nak Wijaya bukannya masih kuliah, apa berhenti terus bekerja.
"" tidak om masih kuliah sambil kerja di bank milik papa sore harus ngurusi hotel milik papa juga.
tau papa orangnya protektif banget sampai sampai keinginan saya ikut kakak ke luar negeri tidak boleh hanya untuk mengurusi bank milik papa om.
"" ya sudah baguslah kerja sambil kuliah yang semangat buat masa depan.
kudengarkan percakapan dua lelaki yang aku kagumi sejak kecil itu..
ya aku sangat sangat cinta dan sayang my papa...
sejatinya aku engan berpisah sama papa, tp karna jarak tempuh universitas dengan kotaku cukuplah jauh papa merasakan penderitaan ku...mengijinkan aku tinggal bersama mas wijaya.
aku mengikuti mas wijaya untuk tinggal dirumahnya yg di kota..
itu seijin orangtuaku.
ternyata sudah genap satu tahun aku berada di rumah mas wijaya.
__ADS_1
meskipun kami serumah tapi jarang bertemu,
karna dia berangkat pagi dan pulang malam.
kadang aku menghubunginya hanya lewat pesan singkat di ponsel.
atau meletakkan selembar tulisan dimeja makan.
kita sama sama di sibukkan dengan urusan masing masing.
hanya sekali kali kita bertemu atau semacam janjian agar bisa bersama di rumah.
walaupun aku ada hubungan tapi tidak mau membatasi aktifitasnya atau manja hanya merajuk ingin ditemani kemana mana.
tapi di suatu malam itulah yang membuatku harus berpisah untuk kesekian kalinya.
dreeedd
dreeed
dreeed
kulihat ponselku bergetar beberapa kali, dalam mode silent, ternyata mas wijaya menghubungiku beberapa kali
"" haloooo assalamuallaikum wi
kamu dimana,mas nanti ke kampusmu ya
tunggu di depan kampus jangan kemana mana
sekitar jam 5 sore ku jemput
"" iya mas ada apa
tutttt
Tutttt
tutttt
ehmmm aku berpikir keras kenapa langsung dimatikan.
aneh aku masih bersama teman teman in the gank ku.
""jam menunjukkan pukul 16.45 ah sebentar lagi ms wijaya datang.
kulangkahkan kakiku menuju gerbang kampusku.
ternyata memang benar mas wijaya sudah stanbay didepan kampus.
"" dia melambaikan tangannya padaku,mengisyaratkan bahwa dia ada disana dekat mobilnya.
aku berlari kecill menghampirinya
"" ada apa mass kok tumben mau menjemputku apa kamu g sibuk,atau ada acara ya
"" gak aku hanya kangen kamu aja,dah lama banget rasanya kok g pernah bisa ngobrol di rumah denganmu.
dah makan belum kubawa kan makanan kita makan dirumah bersama sama ya.
aku hanya mengangguk tanda mengiyakan.
dalam perjalanan biasanya kita ngobrol menceritakan kesibukan masing masing..kali ini tidak hanya saling diam membisu.
sampai di rumah aku mandi dan makan bersama...
hanya obrolan kecilll mengiringi kebersamaan kita
saat malam tiba ,ku masuk kamar untuk belajarrr banyak tugas tugas kampus yang belum aku selesaikan
tookk
tokkk
tokk
""boleh aku masukk wiii, terdengarrr suara haluuuusss diluar pintuuu.
"" ya mas masuk saja tidak di kunci kok.
""ngerjain apa .
"" tugas kampusss menumpuk...( sambill ku garuk.garuk kepalaku yang tidak gatal)
ah entahlah kenapa tiba tiba aku merasa sesak.
sulit rasanya bernafas berada dekat mas Wijaya dikamar dan tidak ada siapapun kecuali kami berdua.
entah setan mana yang merasuki kami
dan tiba tiba mas wijaya sudah menciumiku lembut
mengulum lidahku
mencumbuikuu dan aku membalasnya
terjadilah adegan panasss
yang membuat isi otakku terangsang hebat
ia meremas bagian sensitif ku hingga membuat aku mendesah
ah maaasssss
ehmmm maassss
sudahhh lepaskannnn
semakin aku mendesah tidak karuan
semakin mas Wijaya kehilangan kendali
dia menghembuskan nafas panasnya
yang memburu
diamlah
diamlah wi kau bisa membuatku gila dalam bisikan kecilnya di telingaku
membuat aku hanya memejamkan mata.
dan entahlah tiba tiba semua pakaian yang melekat dalam tubuhku berhamburan ke lantai
aku hanya pasrah melakukan adegan ranjang yang seharusnya tidak aku lakukan dan aku jaga...
__ADS_1
aku juga tak habis pikir kenapa mas Wijaya yang dulu sangat menjagaku walaupun berdua sekalipun tidak mau menyentuhku kenapa sekarang malah berbuat seperti ini.
skip (( biar g kelamaan ya flashback karena perjalanannya masih panjang)).