
akhirnya aku berpamitan dengan mbak yeni, dan pulang.
di setiap perjalan pulang entahlah yang kuingat hanya wajah mas wijaya.
kenapa
kenapa
kenapa aku harus bertemu kembali,dan ternyata dia sudah menjadi suami orang yang kukenal.
tak terasa air mataku mengalir begitu saja melewati pipi pipiku.
semakin aku laju kan kecepatan sepeda motorku semakin deras air mataku.
kuingin ditemani hujan biar ikut merasakan derasnya air yang mengalir begitu saja.
hufffffffffff
rasanya ingin ku segera sampek rumah dan melepaskan segala kepenatan hari ini.
sejam berlalu akhirnya sampai juga depan rumah.
dengan langkah gontai aku melangkahkan kakiku
"assalamualaikum pa,
terdengar sautan dari dalam rumahku
"wa'alaikumsalam nak, kok hampir malam baru sampai rumah mampir kemana dulu kamu tadi.
"ga kemana mana pa hanya mampir rumah mbak yeni sebentar tadi.
sambil kumasukkan sandalku dalam lemari kecil samping pintu
ku masuk kamar mengambil baju dan mandi
untuk menghilangkan segala beban hari ini.
Aku benar benar pusing ,rasanya ku ingin pergi ke langit ketujuh dan menghempaskan tubuhku di sana
agar pikiranku tidak melayang mengingat orang yang sudah menemani hari hariku dulu.
Sudah 10 menit an aku duduk termenung di balkon rumahku
sambil menenangkan hatiku yang kacau balau .
Dari bawah tangga ku dengar langkah kaki dan sayup sayup orang memanggilku.
" nak turun makan malam dulu,sebelum kau tidur
jangan biarkan perutmu kosong.
"" ya pa sebentar lagi Dewi turun papa makan saja dulu, aku masih belum lapar.
kataku sedikit berteriak.
*di perumahan elite*
__ADS_1
"" sayang kamu kenal sama dewi dimana, kok tadi sepertinya kamu melihat dan memanggilnya seperti orang kaget gitu.
" iya dia teman masa kecilku di desa di rumah papaku dulu.
"" oh kalian sudah saling kenal,tapi kenapa kamu hanya diam saja.
" sudahlah Yen tidak usah membahasnya lagi,aku capek seharian kerja pulang pulang di todong Dilla dan Diana ke supermaket.
katanya kamu janji belikan mainan malah kamu sendiri yang mengabaikannya.
ceklek
Dilla membuka pintu kamar berlari dan berteriak teriak.
"""pa papa ayoo ke kamar Dila ,adek mau bobok ditemenin papa.
ya Dila anak gadisnya yang manja sayangnya hanya ke papanya.
sejak kecil merasa papanya begitu menyayanginya.
""iya sayang sebentar lagi,tunggu dikamar ya nanti papa menyusul.
tapi Dilla tetep merengek ,akhirnya papanya beranjak juga dari ranjang kamar menemani anak kesayangannya.
dengan mendengus kesal Yeni melempar bantalll ke arah Wijaya.
karena tidak bisa melanjutkan pertanyaannya.
dia mengambil ponsel dan menelepon Dewi
terdengar sayup sayup suara dering telpon
dreddddd
dredddddd
sudah sekian kalinya menghubungi dewi kenapa tidak di angkat juga,
membuat pikirannya semakin penasaran.
diseberang sana
dewi hanya memandangi ponselnya yang bergetar puluhan kali.
dia ragu untuk menjawab atau tidak.
akhirnya......
"" assalamualaikum mbak yeni, ada apa malam telpon.
" waalaikumsalam wi , gak ada apa apa sih hanya pengen ngobrol saja.
suami mbak masih bersama anak anak di kamar.
jadi daripada suntuk aku telpon ama kamu nih
"" iya mbak besuk kita berangkat jam berapa ya,sepertinya aku naik sepeda sendiri mbak karna sekalian besuk mampir ke rumah temenku.
__ADS_1
( dalam hatiku tidak ingin bertemu dengan suami sahabat barunya yang masih sekitar sebulan ini menjadi teman kantornya)
"ah ga papa nih bareng aja ntar aku anterin,
"" ga mbak jadi merepotkan nanti.
akhirnya basa basi di tlp berakhir sudah..
ku turun anak tangga rumahku, kulihat papa masih santai menonton siaran sepak bola di rungan tengah.
aku menuju dapur makan dengan tidak selera hanya ku otak atik makanan di piring
akhirnya berakhir di tong sampah.
"dah makan wi,terdengar papaku
"" udah pa ,Dewi capek mau tidur duluan.
kubuka pintu kamarku ku tatap langit langit rumahku berharap segera terlelap dalam mimpi indah ku.
tapi pikiranku membuat mataku tidak bisa terpejam sedikitpun.
teringat masa lalu yang menghancurkan seluruh hidupku, walaupun dulu aku sangat menginginkannya hidup bersamanya.
""" flashback off""
setelah kejadian di rajang yang tak di inginkan.
Dewi benar benar menghilang bak ditelan bumi.
dia merasa berdosa dan bersalah tidak bisa menjaga kesuciannya.
dia malu dengan sendirinya dan memutuskan pergi dari rumah Wijaya Hadi Saputra.
Walaupun hatinya masih menyayanginya, ingin memilikinya
tapi karena ego nya dia tetap keluar dari rumahnya .
tanpa berpamitan dan mengucapkan perpisahan
menganti nomer teleponnya dan kost dengan teman se ganknya.
Dia tidak tau bahwa Wijaya yang mencarinya kemana mana selalu menunggu di kampusnya,
bela belain datang ke kota xx tempat tinggal Dewi tapi tidak pernah bertemu dengan pujaan hatinya.
Satu tahun berlalu, wijaya benar benar pasrah tidak tau harus berbuat apa
hanya untuk meminta maaf saja, dia tidak mampu
gadis kecilnya dulu begitu sulit ditemuinya
sudah berbagai cara iya tempuh tapi hasilnya tetap nihil.
Karena frustasinya dia sering pergi ke club', bertemu dengan teman teman masa kuliahnya.
melakukan kegiatan kegiatan yang bisa melupakan gadis yang pernah ia tiduri walaupun tidak dengan paksaan.
__ADS_1
tapi tetap saja dia merasa bersalah,setiap libur kerja dia menghabiskan waktunya untuk mengikuti Taoring mobil balap atau sekedar hang out dengan motor gedenya..
((( yups lanjutt besukk lagi)))