Seorang Mafia

Seorang Mafia
kelanjutan


__ADS_3

" Bagus sekarang kau kirim utusan untuk mencari musuh dari keluarga Zeo lalu kau ajak mereka bekerja sama dengan kita " .



"Baik boss!!" "Aku akan pergi , aku khawatir dengan keadaan mereka berdua. " Deon yang cemas pergi meninggalkan club. "


Fasya yang tak sangup mengatakan keadaan yang sebenarnya menangis hingga keadaan dirumah sakit menjadi tegang dan Deon yang bingung."


" ada apa dengan ibu,Fasya? " jawab Deon kedua tangan nya mengoyangkan tubuh Fasya yang tak mampu menjelaskan keadaan ibunya.



" Ibu meninggalkan kita kaka............ibu pergi untuk selamanya!!! " jawab Fasya.



"Tidakkkkkkkkk!!! "teriakan histeris dari Deon mengemparkan seluruh ruangan dirumah sakit dan membuat pasien disebelahnya terkejut.



"Akan ku bunuh mereka semua!!! "tegas Deon yang kesal memukul - mukul pergelangan tangan nya kearah dinding rumah sakit."



Riskya ........ siapkan acara pemakaman untuk ibu!!" perintah Deon dengan suara lirih dan airmata yang mengalir begitu saja.



setelah pemakaman ibu Deon dilaksanakan semua mya berjalan dengan lancar namun masih saja mereka diintai oleh anggota blue dragon setiap gerak gerik mereka tak ada sedikit cela.



Deon yang mengetahui hal itu bergegas menyiap kan sebuah rencana besar untuk membebaskan club nya dari blue dragon.



"Riksya !! segera pangil pasukan bala bantuan dan musuh blue dragon yang bekerjasama dengan kita untuk menyusun rencana."perintah Deon.


__ADS_1


" dan satu lagi persiapkan persenjataan terhebat kita untuk membunuh mereka ."lanjut Deon.



"Baik boss." " sebaiknya aku pergi." gumam Deon pergi meninggalkan adiknya yang sedang berduka.



" Andre!! aku titipkan Fasya pada mu." " kau mau pergi kemana,Deon? " ucap Andreviano. yang kesal sebab diaat seperti ini ia tetap memikirkan club dark knight nya itu dan tidak pernah memikirkan kondisi adiknya itu.


Sejak kecil mereka tidak pernah akur layak nya kakak dan adik mereka bertengkar saat Deon meminta adiknya untuk mengikuti jejak kakaknya namun, Andreviano menolak permintaan kakaknya ia lebih memilih menjadi dokter. disisi lain kepribadian Deon dan dua adiknya sangatlah berbeda.


Deon yang dibesarkan oleh didikan ayah nya yang kejam dan Andreviano yang hanya di didik oleh kasih sayang dari adik sang ibunya.



"Fasya.... ayo ikut kaka.... kita haru siap siap untuk pemakaman ibu besok. "ajak Deon sembari tanganya mengangkat tubuh adiknya yang terbaring lemas dilantai rumah sakit.



"Tapi kak Deon datang kepemakaman ibu, kan ? " tanya Fasya dengan suara lantang.




" Fasya cepatlah berdandan, kakak menungumu di lobi hotel."ucap Deon ditelfon.



" Baik kak, aku dan kak Andre sudah siap. " jawab Fasya ,berlari menuju lobi hotel. " Andre nanti kau pulang dengan Fasya, setelah pemakaman ibu selesai aku berikan mobil ibu kepadamu karena ibu pernah berpesan agar kau menjaga mobil dan harta milik ibu."ungkap Deon, menyerah kan kunci mobil dan apartemen ibu kepada adiknya.



"ibu tak ingin mobil dan hartanya dikuasai ayah."



"Baik kak." pemakaman ibu berakhir dengan hikmat Rasya dan Andre duduk bersebelahan dengan makam sang ibu berbeda dengan Deon yang diam - diam pergi dari makam ibunya ia pergi tanpa kendaraan dan berjalan dengan sempoyongan di tepi pemakaman .

__ADS_1



Ahhhhhh !! " kalau jalan pake mata dong !! " ketus Sherin yang mengunjungi makam mantan kekasihnya. "



apa kau bilang !! Tegas Deon yang kesal dalam keadaan seperti ini masih saja ia bermasalah dengan gadis tengil.



" kalau jalan pake mata!!!" jelas Sherin .



" Hati-hati ya kalau kau ngomong." pungkas Deon.



"memang kenapa, aku tidak takut denganmu? "ketus Sherin lagi yang kesal saat bertemu dengan pria sombong. "



kau tidak takut karena kau tidak mengenal diriku!!"ucap Deon. "



aku tidak perlu mengenal siapa kau !! "jawab Sherin kesal.



"Sherin .... sudahlah jangan ribut dipemakaman orang ." pangkas Rantika yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan dan berusaha melerai pertengkaran mereka.



"Ayo.... kita pergi........ tante menelfon , dia bilang ingin segera menemuimu di cafe."ucap Rantika. "Ran... bagaimana kalau kita sekarang bersepeda lagi.... ada satu tempat yang ingin aku kunjungi." ujar Sherin. "



Sherin,tante memintaku untuk membawamu ke cafe!" pangkas Rantika memngingatkan kembali Sherin bahwa ia harus pergi menemui mama Trisha.

__ADS_1



Mereka mengurungkan kembali niatnya untuk datang menemui Trisha yang mendapat panggilan telefon dari perusahaan untuk segera kembali menyelesaikan tugasnya.


__ADS_2