Seorang Mafia

Seorang Mafia
Episode 8


__ADS_3

" Maaf kan aku Rantika, seharunya aku tidak meninggalkan mu seorang diri terlebih tidak ada orang yang kau kenal selain dirimu selain aku .


"Sherin menangis melihat keadaan sahabatnya yang basah kuyup dan diterpa angin kencang kondisinya sangat mengkhawatirkan dengan pakaian yang basah dan rambutnya yang berantakan badanya panas tinggi dan ia pingsan saat tubuhn lemahnya tak mampu menahan dinginnya udara luar kota.



"Aku dimana" matanya membelalak menatap sekeliling ruang Icu . " Kau sudah sadar ?'tanya Sherin.



"kemarin kau demam tinggi dan pingsan dipinggir kota ."jelas Sherin .



"sudah berapa hari aku dirawat?"tanya Rantika lagi. "Sudah 2 hari sejak kau pingsan ."jawab Sherin dengan lirih dan tatapan berkaca - kaca i,a tak pernah bisa melihat orang yang sayangi terluka.



sejak terakhir kali sang kekaih yang ternyata musuh ayahnya . Kekasih Sherin yang dibunuh ayahnya Sherin sebab kekasihnya sengaja memanfaatkan Sherin untuk keperluan bisnis .



"Sherin maaf kan aku ?" lirih Rantika yang terbaring lemah di kasur pasien . "Sudahlah,lupa kan kejadian kemarin ."



matanya sayu dengan kepala yang tertunduk air matanya berlinang saat semua kenangan masa lalu ketika kehilangan seseorang yang ia cintai di bunuh ayahnya.



"Jangan menangis, aku tak apa-apa.'lirih Rantika tanganya mengusap halus pipi Sherin yang basah sebab selama ia tak sadarkan diri sahabatnya teru saja menangis tanpa henti.



Apakah aku sudah diperbolehkan untuk pulang ?'tanya Rantika ."Tidak ,dokter bilang kau haris dirawat 2 hari untuk pemulihan."tegas Sherin . "Lalu bagaimana aku membayar rumah sakit . "kau tidak perlu khawatir,biaya adminitrasi sudah kuurus semuanya. "jelas Sherin .



Di lobi ruang tunggu rumah sakit Sherin tertelungkup dengan kedua tanggan yang menutupi kedua telinganya , tanpa seorang pun yang tau bahwa Sherin memiliki mental yang lemah saat melihat orang yang ia sayangi terluka ataupun pergi meningalkannya.



"Tenanglah!!sahabatmu akan baik - baik saja "ujar Andreviano dokter baik hati , ramah dan perhatian kepada setiap pasiennya , ia salah satu dokter idaman dirumah sakit tempat ia bekerja.



sikap nya yang penyayang dan selalu mengobati paien miskin tanpa meminta imbalan ,menjadikannya dokter teladan dengan sederet penghargaan dirumahnya.



"Apakah itu benar dok? "tanya Sherin dengan lirih . "tentu , seorang dokter tidak akan pernah berbohong apabila menyangkut paien yang merawatnya. '' Sherin kembali bangkit dari rasa sedihnya dan mengusap air mata dengan sapu tangan pemberian dari dokter yang merawat sahabatnya .

__ADS_1



" Sekarang udah waktunya jam istirahat makan,apakah kau mau makan bersamaku? "ajak Andreniano. "Tidak,aku tidak nafu makan. "jawab Sherin lirih,ia m,aih sedih mengingat sahabatnya masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit .



" bagaimana kau mau merawat sahabatmu jika kau tak mau makan . ?"Ujar Andreviano.



" ayo sekarang ikut!!" Andreviano menarik lengan dan berjalan kearah kantin rumah sakit. Andreviano pergi kekantin rumah sakit untuk makan bersama Sherin .



" Ba- baiklah , aku akan makan. "tanpa rasa ragu ragu Sherin menuruti perintah Adreva untuk makan di kantin rumah sakit bersamanya . " ini habiskan makanan ku juga ".



melihat Sherin yang makan dengan lahap dan piring makanannya yang udah bersih dari isa makanan membuat Andreviano makan siangnya untuk Sherin .



Sherin pun mengingin kan makanan yang milik Andreva yang menyuruh dia memakannya tetapi sesaat dia terhenti , sebab ia tau bahwa Andreviano juga belum makan sejak pagi .



'Ta-tapi dok....... kenapa dokter tidak makan dan menimpahakan semua makanan kepada ku.' " itu karena kau tidak makan selama di rumah sakit , kucing nakal .''


" Awww... sakit dok.' ucap Sherin memegang pipinya yang merah setelah dicubit Andreviano . " kau ini harus tetap makan dalam keadaan apapun , agar tubuh tidak berubah kurus. 'ejek Andreviano seraya membuat suasana Sherin agar tidak sedih dan terpuruk lagi.



" iya-iya dokter bawel . 'ketus Sherin , wajah cemberutnya membuat pipi semakin gempal dan memerah saat ia sedang kesal menambah kesan gemes dan lucu dimata Andreviano.



'ihh... kok marah,nanti hilang pula manisnya ." goda Andreviano . 'kan,mulai lagi ....tau ah.... kesel .... " ketus Sherin kesal.



'' kamu marah ?" tanya Andreviano . "sudah ,lanjutkan makanmu.... kau boleh marah tapi jangan buang makanan ini , banyak orang diluar sana yang tidak bisa makan. "ucap Abdreviano lirih.



dokter saja yang makan aku sudah kenyang nanti tubuh ku tambah gemuk lagi gimana ,"ungkap Sherin dengan tersenyum , baik lah kalau begitu ,"Ujar Andreva .



Andreviano dengan santainya dia melahap makanan nya hingga habis . Andreviano menghabiskan makanan dengan sedikit cepat dan tidak menyadari bahwa sisa makanannya menempel di dekat bibirnya .


__ADS_1


" hahhahahahah ...... "Sherin yang tertawa melihat sisa makan yang menempel di dekat bibir Dokter tersebut membuat ia ingin ketawa.



" kenapa kau menertawa kan ku ? apa aku lucu " tanya Andreviano yang bingung melihat Sherin tertawa lepas. " coba dokter lihat dicermin '' mengarah kan cermin kearah dokter tampan itu.



Andreviano terkejut melihat isa makanan yang ada di dekat bibirnya .



dengan polosnya Sherin mengelapkan sisa makanan yang adaa di bibir Andreviano dengan tangan nya . sini aku bantu Sherin langsung dengan langsungnya dia mengelapnya lalu dia makan ,itu sudah bersih tenang saja ."dengan entengnya Sherin mengatakan hal itu , " VIAN pun terkejut dengan tingkah Sherin yang begitu sigap dan baik itu .



Hei dok kenapa kau terdiam ,"ucap Sherin ". tidak aku hanya memikirkan sesuatu."ucap vian . oh jangan terdiam dok nannti dokter kesurupan "ujar Sherin dan membuat dokter itu terheran heran dengan perkataan sSherin tetapi dia juga terwa .



Hahahaha mana ada orang terdiam akan kerasukan hahahaha."ucap Vian . ih dokter gitu ah.... ucap Sherin dengan cemberut . " cup... ' Andreviano menggoda Sherin yang polos untuk mendekatinya agar ia bisa mengecup dahi Sherin . .



"Dokter . "wajah cantik dan pipinya yang tambun memerah seketika. "apa ...hahahahaha. "Gigle Vian menatap wajah Sherin yang malu dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tanggan nya yang mungil.



"Bagaimna kau bisa menutupi wajah mu dengan tangan mungilmu itu, kucing nakal? "godaAndreviano lagi yang gemes melihat wajah malunya.



" sini biar kulihat tanggan mu "Andreviano menarik tangan Sherin yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya .



"Akan lebih cantik kau memakai cat kuku berwarna ini." Vian sudah sering memperhatikan Sherin dari kejauhan mekipun tidak secara langsung sejak beberapa hari yang lalu ia sudah membelikan cat kuku untuk Sherin sengaja untuk diberikan kepadanya tapi pekerjaan nya yang padat membuatnya tidak sempat untuk menemuinya .



" ini cantik sekali, Dok ." ucaop Sherin melihat kuku yang terlihat cantik setelah diberi cat oleh Andreviano .



'' memang cantik seperti kau yang selama ini aku perhatikan . "puji Andreviano.



"Jadi selama ini, dokter memperhatikan ku." ujar Sherin .


__ADS_1


'' iya .... aku sering melihat kalian berjalan kearah taman ." Handphone Sherin berbunyi di balik saku bajunya yang panjang Rantika menanyakan keberadaan sahabatnya yang sudah lamameninggalkan dirinya di ranjang rumah sakit.


__ADS_2