
10 hari beralalu , Rantika menunggu haail ujian akhir mereka . Sherin dan Rantika berlari menuju papan pengumuman didepan kelasnya. " Peringkat 4 besar dan juara umum SMA Lakadarma . " unkap Sherin .
"Aahhh . apa kau lihat itu ? akhirnya aku bisa membuktikan nya bahwa aku juga pandai dalam mata pelajaran ." ujar Sherin .
" yah meskipun nilai ku masih jauh dari kata sempurna . " kesuh Rantika .
" Bagaimana dengan mu Rantika" tanya Sherin . "Aku juara 5 Sherin , ungkap Rantika . "
setidaknya kita masuk 10 besar dari tahun lalu ,itu suatu kemajuan yang luar biasa ."ucap Sherin berusaha menyenangkan hati sahabatnya .
Setelah mereka selesai dengan ujian sekolahnya ,Sherin dan Rantika bersiap-siap untuk pesta perpisahan di SMA Laksadarma .mereka pergi kesebuah butik untuk membeli pakaian yang akan mereka pakai di pesta perpisahan tersebut .
"Apakah kau sudah menyiapkan kostum untuk acara , Sherin ?" ungkap Rantika . "Sudah dan aku juga sudah penyiapkan pakaian untukmu juga ." ucap Sherin . jadi kita bisa berangkat bersama keacara wisudah."lanjut Sherin .
"Aku tidak mau " ! aku sudah memutuskan untuk memutuskan membelinyaa dibutik !" ujar Rantika .
"Kalau begitu ..... biar aku yang memilih gaun untukmu ," ujar Sherin " Ayo pergi sekarang !! "Sherin menarik tangan Rantika kedalam mobil.
Mereka tiba di butik langganan Sherin dan berkeliling mencari pakaian untuk Rantika . puluhan gaun sudah Rantika coba namun, Sherin tidak menemukan gaun yang cocok untuk sahabatnya . hingga akhirnya Sherin menemukan satu gaun feminim dengan rendra di bawahnya dan belahan dada dibagian atas gaun. pilihan Sherin untuk Rantika pakai di pesta perpisahannya.
Sherin tidak hanya membelikan gaun untuk sahabatnya , ia juga membelikan tas dan sepatu high hells.
5 hari berlalu dan Rantika yang menginap dirumah Sherin sedang bersiap - siap untuk pergi keacara pesta.
"Rantika sudah siap belum ? sudah hampir terlambat ."teriak Sherin agar Rantika segera bergegas menemuinya .
Mereka pergi dengan mobil mewah milik Sherin sebab sopir pribadinya belum pulih dari sakitnya dan tidak mungkin jika mereka harus menunggu taksi online .
" Lagi? apakah sopir pribadimu blm pulih? " tanya Rantika .
'' apa kau sudah memiliki sim ? " tanya Rantika lagi .
" sudah jangan banyak tanya !duduk, dan diamlah . " ketus Sherin .
Sherin dan Rantika tiba di sekolah tepat waktu. "Acara wisudah nya sangat meriah berkat kau aku menjadi pusat perhatian ." ucap Rantika .
" tentu saja , karena hari ini hari yang speial untuk sahabatku . ucap Sherin .
Mereka sangat menikmati acara perpisahan yang diadakan oleh pihak sekolah . pandangan mata teman - teman Sherin mengarah ke Rantika , tanpa mengedip mereka menatap dengan pesona yang berbeda saat Rantika memakai baju sekolah.
Rantika terlihat lebih dewasa saat mengenakan gaun berwarna biru. lekuk tubuh indahnya terlihat jelas saat mengenakan pakaian dengan belahan disamping dan bentuk v dibagian atas gaunnya .
sedangkan Sherin hanya mengenakan celana lepis dan switer berlarik hijau dan biru bergambar pepohonan dan langit siang . Akhirnya selesai juga acara ini .
__ADS_1
" Sherin antar kan aku pulang , besok pakaianmu aku kembalikan ."lanjut Rantika . Acara perpisahan telah selesai dan Rantika meminta tolong pada sahabatnya untuk mengantarkan pulang kerumahnya.
" Besok kau ku jemput lagi untuk pergi mengurus persyaratan untuk kuliah kita ." ucap Sherin .
Suasana hotel Sherin tampak sunyi tanpa kehadiran sahabatnya dan ayah Zoe ,Sherin hanya tiggal di hotel bersama mamanya itu pun Trisha hanya 2 kali dalam seminggu berada di hotelnya saat pekerjaan nya mulai menumpuk bagai gunung ia hanyasesekali menelefon Sherin sekedar memastikan Sherin sudah makan dan membereskan hotelnya .
saat sendiri didalam hotel Sherin hanya menulis beberapa kata dalam buku hariannya sekedar menemani dirinya yang kesepian saat sahabatnya memiliki bakat dalam merangkai kata - kata .
" Sherin !! apa kau sudah menghubungi sahabatmu ? tanya mama . " belum, ma jawab Sherin , "cepatlah !! waktu kita tidak banyak lagi untuk menguru "keberangkatan ke swiss tidak lama lagi ." tegas mama.
Sherin menghampiri kamarnya untuk menelefon sahabatnya , tidak selamanya mama Zoe berada didekatnya bahkan saat Sherin ingin berlibur kepantai mekipun hanya sehari menghabiskan waktu bersama nya namun tidak pernah terjadi sebab pekerjaan Trisha.
" Rantika bisakah kau memperiapkannya hari ini ? pinta Sherin . mama ingin kita cepat berangkat ke Swiss . " ujar Sherin . " oke aku akan menyiapkan semuanya hari ini . ucap Rantika sembari mengeluarkan koper dan beberapa pakaian dilemari pakaiannya .
Aku akan menjemputmu jadi kau tidak perlu memesan taksi. " ujar Sherin . Sherin bergegas menyiapkan mobil yang ia pakai untuk menjemput sahabatnya .
lagi - lagi Sherin memilih mengemudikan mobil tanpa mobil pribadinya , padahal mama Trisha tidak pernah mengizinkan nya untuk mengemudi meski ia sudah memiliki sim . mama Trisha melarang Sherin untuk mengemudi seorang diri sebab dahulu ia pernah mengalami kecelakaan fatal. saat itu Sherin mengalami patah tulang dan pendarahan diotak . namun , bertahun tahun lamanya Sherin menjalani pengobatan yang rutin memuahkan hasil, hingga kesembuhan dari kecelakaan fatal itu dapat dirasakan Sherin sampai sekarang .
Tiiiiiiiiinnn..... Tiiiiiiiinnnnnn.
klakson mobil mewah sudah terparkir didepan rumah Rantika .
Sherin datang dengan menggunakan rokmini berbahan lepis dan switer bulu berwarna putih dan ada gambar pepohonan layaknya dipantai .
" iya sebentar !! Rantika berlari takberaturan menghampiri Sherin didepan rumahnya.
" ayo cepat mama menunggu kita di kantor kedutaan . " ucap Sherin . " kita langsung menguru persyaratan untuk keberangkatan beasiswa kita ke Swiss ,Sherin ? " tanya Rantika .
Sherin tetap Fokus dengan jalanan yang mereka lalui dan mengiraukan pertannyaan dari sahabatnya tanpa menjawab Rantikaa .
" masih banyak yang kita harus urus , ujar Sherin . jadi persiapkan dirimu ,kawan. " jelas Sherin . Rantika menghela nafas panjang sembari melihat jalanan kota yang ramai dengan angkutan kota.
kenapa kau membawa sedikit sekali perlengkapannya ? Sherin menengok kearah belakan .
" iya..... karena barang - barang ku memang sedikit dirumah? " jelas Rantika .
__ADS_1
" oke .... kita mampir ke mall untuk membeli perlengkapan dulu. "ucap Sherin . Sherin menanyakan beberapa barang untuk ekedar mengetahui apakah sahabatnya sudah memiliki semua barang yang diperlukan . karena Sherin tau diatidak memiliki banyak barang - barang dirumahnya seperti dia , Rantika hanya memiliki sepatu sekolah yang berulang kali ia pakai saat maih SMA Rantika tidak pernah mengantikan sepatu yang ia pakai untuk ekolah padahal orang tua Rantika bekerja dibawahnaungan ayah Sherin yang gajinya bisa dikatakan dapat membeli barang - barang mewah.
" Tapi... aku hanya membawa uang untuk membiayaku hidup di Swiss." ucap Rantika membuka dompet merah muda .
" tenang .... mama memberiku Blac card untuk kita . " ujar Sherin . " baiklah .. kalau itu maumu, aku akan membeli eperlunya saja . " ucap Rantika dengan perasaan tidak enak ia terpaksa menuruti permintaan sahabatnya .
Triiiiiiiiiinggggggg........ Triiiiiiiingggggg
suara dering handphone milik Sherin terdengar lirih dari dalam tas mungil yang ia bawa .
" Halo ma !! iya aku sedang menemani Rantika berbelanja keperluan , nanti aku menyusul. "ucap Sherin menjawab telfon dari Trisha .
Sherin tiba di butik ternama tempat ia dan mamanya pergi bersama saat membeli gaun pesta.
Rantika berlari kesebuah pakaian kasual ysng menarik perhatiannya baju varoni dengan lengan setengah tiang dan warna warni dengan setelan celana kulot berwarna merah muda.
" Rantika !! kau sudah selesai mencoba pakaian belum ? " teriak Sherin .
" maaf , bisakah anda tidak berteriak teriak ditempatini. Sherin mendapatkan teguran dari pelayan dibutik.
" maaf ,saya tidak akan berteriak lagi " ucap Sherin .
setelah beberapa jam mereka berbelanja di Mall dan Rantika mencoba berbagai macam baju casual yang menarik perhatiannya akhirnya Rantika membeli 5 setelan baju casual dan sepatu hingh hells. mereka pergi ke SMA Laksadarma untuk mengurus beberapa berkas yang tertinggal disekolahnya.
__ADS_1
" bukankah kau mendaftar beasiswa juga Rantika ?" menatap Rantika. " ya , jadi sampaikan pada ayahmu ...... bahwa dia tidak perlu mendaftarkan ku beasiswa untuk kuliah .