Seorang Mafia

Seorang Mafia
Episode 7 Senja di musim pertama


__ADS_3

Senja tampak menawan dengan daun - daun maple yang berguguran dengan udara sejuk yang berhembusan Rantika dan Sherin berencana berkeliling kota Swiss bersama.


" Rin .... Sherin !! cepatlah keluar , aku sudah tidak sabar untuk berkeliling. " teriak Rantika dengan hentakan sahabatnya , Rantika berjanji untuk bertemu dialun - alun kota Swiss bersama kekasihnya yang sedang studi militer dibuniversitas Swiss .



" ayo !! cepatlah Sherin aku ingin berkeliling , " Rantika yang tidak sabar berkeliling kota bersamanya menarik lengan panjang milik Sherin dan berlari ke halte bis .



" Kenapa kita naik biss ? " tanya Sherin . " aku ingin pergi ke Botaniscer Garten. " jelas Rantika . " kudengar ditempat itu kita bisa menikmati musim gugur ." ungkap Rantika .



Dia sedikit dengan sahabatnya , saat itu Rantika hanya ingin mengunjungi tam,an yang ada di lereng gunung . padahal Sherin ingin sekali berjalan - jalan menesuluri kota Swiss , tapi karena ia tak ingin membuat sahabat nya kecewa , Sherin mengikuti perkataan Rantika .



Rantika hanya ingin melihat pemandangan musim gugur pertamanya di kota Swiss . karena sebelumnya ia belum pernah pergi ke luar kota .



mereka pergi ke Boraniscer Garden dengan sepeda yang ada sebuah desa. " aaku ingin mencari desa sepeda , aku ingin berkeliling dengan sepeda di sini . " jela Rantika .


__ADS_1


" baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat ! ajak Sherin. Sherin dan Rantika pergi mencari desa yang menyediakan sepeda untuk para wisatawan . " kudengar ada festifal muim gugur di musim gugur kali ini. " ungkap Rantika .



" kau tau dari mana ? pangkas Sherin yang terkejut mendengar kabar gemburaa itu. Sherin dan sahabatnya pergi ke Swiss tepat pada musim gugur pertama ,mereka memang tidak menyadari bahwa kedatangan mereka bertepatan dengan musim gugur dan festifal di kota Swiss.



mereka berdua merayakan festifal yang ada di kota Swiss dengan menggunakan pakaian teradisyonal masyarakat disana .



Rantika sebelum nya diam-diam menghubungi kekasihnya untuk merayakan festifal bersama tanpa sepengetahuan sahabatnya , Rantika memiliki kekasih nya lulus SMA.




" Apa !! pacarmu!! jadi ternyata benar kau berjanji untuk bertemu sengan seseorang di Swiss ! " Sherin terkejut mengetahui sahabatnya berbohong tentang kencan pertamannya dengan sahabatnya itu. " I- iya sebenarnya , sebelum kita berangkat keswisss aku dan pacarku berjanji bertemu dengan nya di alun - alun kota " jelas Rantika.



" Baiklah , terserah kau saja aku ingin membeli beberapa makanan untuk nanti . " lirih Sherin ia kecewa dengan sahabatnya yang berbohong padanya dan memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan kekasihnya dan memilih untuk tidak dengan bersamanya .


__ADS_1


" Rin - Sherin ... tunggu !! maafkan aku , aku tidak bermak .... " belum selesai ia berbicara , Sherin sudah jauh meninggalkan sahabatnya seorang diri dipinggir kota yang ramai.



" bagaimana ini ? seharusnya aku jujur saja padannya tanpa dia aku tidak mampu membiayai hidupku diluar negeri. " gumam Rantika yang sedih perlahan airmatanya berjatuhan .


Rantika yang merasa bersalah tak kunjung pulang ke hotel . hujan gerimis menguyur tubuh mungil Rantika yang menangis dan bingung harus berbuat apa, di sudut yang remang - remang ia berteduh dengan keduatangan yang mengepung tubuhnya gigi yang bergetar dan rambut panjang yang terurai seakan layu seperti bunga yang tak sempat mekar .


Disisi lain Sherin yang sempat kesal dengan kebohongan sahabatnya, resah sebab sahabatnta tak kunjung pulang kehotel mengigat hujan semakin deras dan kilatan petir yang menyambar menambah kekhawatiran nya semakin besar .



" Pak opir ..... antarkan saya kesudut kota !! tegas Sherin yang semakin cemas sepanjang jalan ia tak menemukan sahabatnya ." Rantika... kemana sebenarnya kau pergi . " gumam Sherin sambil menangi dengan mata yang selalu melihat kejendela mobil , memastikan bahwa sahabatnya segera ditemukan .



" berhenti pak!!" perintah Sherin melihat sahabatnya ditemukan dengan keadaan basah kuyup dan mengigil ia segera mengambil handuk yang sudah disiapkan untuk mengurangi rasa dingin yang Rantika rasakan .



"Ran ..... rantikaaaaaaa!!!! teriakan Sherin tak terdengar oleh sahabatnya sebab kilat petir menyambar mengalahkan suara lantangnya . melihat sahabatnya tidak mendengar panggilannya Sherin berlari menuju sahabatnya dengan handuk yang ia gengam dan sepatu hak tinggi berwarna merah yang ia lepas .



" Apa kau baik - baik saja ?" tanya Sherin seakan kekhawatiran nya sirna dengan ditemukannya sahabatnya disudut sepi. " A- aku baik - baik aja , kautidak perlu khawatir . Tanya Rantika lagi memastiknan sahabatnya baik - baik saja .

__ADS_1


__ADS_2