Seorang Mafia

Seorang Mafia
Episode 9


__ADS_3

" kemana saja kau ?! aku mencarimu,Sherin !! ujar Rantika yang kesal sebab ia hanya seorang diri di ruang rawat dengan keadaan lapar.


"Sorry Rantika , aku ada dikantin dekat rumah sakit aku juga membelikan mu makanan. "jawab Sherin.



Sherin pergi meningalkan Andreviano dikantin rumah sakit dan menuju ke ruang rawat no 3 tempat sahabatnya di rawat. "Bye...."Sherin berjalan dengan lambaian tangannya menjauhi Andreviano yang sedang duduk dikantin rumah sakit.



"Rin....." belum selesai ia memanggil gadi itu Sherin sudah jauh meninggalkan dia dikantin. "dasar kucing nakal."gumamnya dengan terkekeh mengingat tingkah lucu Sherin.



Rantika cepat!! festifal akan segera dimulai," teriak Sherin. "iya tunggu ebentar lagi " jawab Rantika. " cepat ya mandinya jangan seperti aku."ucap Sherin


" maaf, aku pergi tanpa izin padamu."ucap Sherin setelah sampai diruang tempat sahabatnya dirawat.



"sudahlah, mungkin kau selama di rumah sakit kurang makan dan istirahat."lirih Rantika yang kembali mencemaskan sahabatnya sebab selama beberapa hari Sherin terlihat kurus dan tak terawat.

__ADS_1



Sherin pergi ke kamar mandi pasien untuk membersihkan diri nya karena beberapa hari ia tidak mandi, berhari- hari Sherin menginap untuk menemani sahabatnya orang tua dan pacarnya Rantika engaja tidak diberitahu olehnya, ia tidak ingin orang orang yang ia sayangi cemas dengan keadaan nya saat ini. Dua hari telah berlalu dan sekarang Sherin dan Rantika sudah kembali ke hotel.



"Tunggu dulu.....aku ingin ke mall. " ucap Rantika menarik tangan Sherin berusaha menghentikan langkah Sherin yang hendak mauk ke dalam hotel. " Apalagi kau belum pulih setuhnya ,dan juga kau baru pulang dari rumah sakit, sudah ingin pergi berbelanja!!! " ketus Sherin menatap Rantika.



" Ayolah.... tidak.... tidak kau izinkan kau untuk pergi berbelanja!! " Tegas Sherin. "Ayolah ... kita belum memilih kostum untuk acara festifal besok. "rengek Rantika.



keinginanmu,tapi kau haru merayakannya bersamaku bukan dengan kekasih mu. "Sherin menghela nafas, ia lebih memilih untuk menuruti keinginan sahabatnya dibandingkan Rantika yang menghubungi kekasih nya diam diam untuk merayakan fetifal besok .


" oke.... aku janji akan merayakan nya bersamamu. "Rantika mengangkat jari kelingking nya dan mengucapkan janji pada sahabatnya.



"itu baru sahabatku," ucap herin . jika kau membohongiku lagi aku tidak akan memaafkan mu. "tegas Sherin.

__ADS_1



" Sherin coba kau lihat apakah aku cocok memakai gaun ini ?" memperlihatkan gaun coklat mudan dengan rendra dibagian bawahnya.



"kau terlihat begitu cantik sekali,Rantika. "puji Sherin. "nah... coba kau pakai gaun ini ?" Rantika yang setuju dengan pendapat sahabatnya kembali menempelkan gaun longdres yang anggun dengan warna merah dan biru yang menyatu dengan bunga salira sebagai hiasannya.



" satu lagi.... kau akan lebih cantik memakai bandana berwarna dengan rambut panjang terurai.



" Sherin melepaskan ikat rambut di kepala Rantika.



"wah.... ternyata kau pandai memadukan pakaian dengan serba serbinya sejak kakakku menjadi sampul. "Sherin menyombongkan dirinya mendengar pujian dari sahabatnya." padahal elama ini aku tidak pernah memadukan pakaian dan asesoris untuk kupakai sendiri ," batin Sherin.


__ADS_1


Setelah mereka selesai memilih pakaian tradisyonal untuk dipakai besok,mereka pulang kehotel. Rantika meminta pada Sherin untuk mengizinkan nya menyetir mengemudi mobil mewah milik sahabatnya. namus Sherin tetap tidak mengizinkan sahabatnya untuk mengemudi sebab ia belum memiliki sim . Sherin dan Rantika bersiap iap untuk pergi ke pestifal musim gugur diSwis..


__ADS_2