
Aiden : Gak mau ah, asisten cowok aja. Ihh Kin.. aku jadinya cemburuan, dasar kamu gak bisa menjaga perasaan ku. Uhh!
"Nadanya mentel, begitu juga tingkah lakunya seperti genit seolah-olah membuat Aiden cemburu sambil bibirnya manyun".
"Kin malah terdiam dengan wajah nya bengong, jadi Kin biarkan Aiden ngomong sendiri dengan gayanya menjijikan".
Kin : (Bodo amat ah! Ntar juga capek sendiri!)
"Aiden malah menunggu jawaban darinya".
Aiden : Hey? Kenapa kamu diam? Ihh...
"Nadanya mentel sekaligus bibirnya manyun".
Galen : Oke, setuju! Asisten cowok aja!
"Setelah mendengar nya Aiden, begitu tau jadi langsung setuju dengan gaya santai".
Farrel : Aku juga!
"Begitu juga Farrel, karena baginya kalau asisten cewek malah merepotkan. Maksudnya cewek beban, lemot apalagi mengurus ini aja gak mampu".
Maksudnya, kalau jadi asisten cewek aja gimana mau mengurus karena ketampanan mereka, membuat asisten cewek pingsan.
Aiden : Asiiikkkk.
"Aiden malah senang begitu semua pada setuju".
"Kin malah kaget, sekaligus kesal".
Kin : Hey! Apa kalian bercanda?! Astagaaa!
"Aiden malah memeluknya Kin".
Aiden : Aduh.. Jangan marah dong!
"Kin kaget tiba-tiba dipeluk serasa homo".
Kin : Minggir sialan!
"Kin berusaha mendorongnya pun".
Aiden : Ih jahat!
"Lagi-lagi bibirnya manyun".
Kin : Sint*ng!
Kin : (Kapan lagi aku tenang kalau ada diantara mereka begitu menjijikan! Oh God).
Galen membuat kertas itu untuk menjadikan membutuhkan kerja Asisten khusus cowok. Begitu pula banyak gajian jika mampu mengurus kami ada berempat.
Membutuhkan kerja? Ingin banyak gajian?
Sebulan : 8 JT tapi bisa ditambahkan 2 kali lipat. Syaratnya kami akan lihat kemampuan kamu! Apa kamu sanggup bisa mengurusi kami yang imut ini.
Datang ke kota aja di Jalan Mawar.
Dari: -Rahasia
Galen : Ini aja, gimana? Puas? Uhm?
"Galen pun kasih informasi dibuatnya sama mereka".
Galen pun langsung kasih mereka untuk baca informasi bergantian.
Farrel : Ini kah? Hmm... Setuju!
"Farrel pun membaca informasi nya sambil berpikir akhirnya udah setuju".
Giliran Aiden.
Aiden : Apapun aku setuju, unch..
"Dengan gayanya genit".
Giliran pun Kin, dengan penuh wajahnya kesal sekaligus ingin mencubit ginjal sama mereka, karena terkejut semua pada setuju.
Kin : (Justru aku gak setuju, id*ot! Aish parah sumpah!)
"Kin pun membaca kertas dibuat itu, akhirnya kesal juga".
Kin : What?! Imut? Ogah jijik!
"Kin pun ingin muntah kan namun gak jadi karena tahan".
"Aiden pun mendekatinya dan berusaha merendam kekesalan nya".
Aiden : Kin...
"Dengan gaya genitnya, lalu sentuh tangannya".
__ADS_1
"Bukannya Kin ditenangkan malah makin dipancing".
Kin : Sialan!
"Kin pun langsung berdiri sambil berteriak, karena gak tahan di ganggunya".
Tiba-tiba suasana mereka dibelakang ketawa-ketawa itu menjadi terkejut setelah melihat mereka karena dengar suara teriaknya.
Fenny : Ada apa sih? Bikin kaget aja tuh.
"Fenny jadi kesal karena kaget tiba-tiba".
Kirana : (Oh mereka ini?)
"Kirana jadi perhatikan mereka sepertinya pernah kenal".
Kirana : (Pernah lihat tapi dimana ya?)
"Kirana pun kepikiran darimana lihat mereka".
"Sedangkan Ayaka pun tidak berkomentar".
Ayaka : Hmm...
"Hanya melihat mereka sambil wajahnya bengong".
"Kin pun menyadari, ada yang melihat dirinya langsung teriak tiba-tiba".
Kin : Apa lihat-lihat!
"Nadanya teriak".
"Mereka pun kaget, tiba-tiba langsung maju kedepan Kin".
Kirana : Hei sialan! Memangnya ini ditempat mu? Boleh teriak gitu? Id*ot!
"Kin pun merasa panas, karena ada seseorang ikut memanasin juga".
Kin : O gitu ya?!
Kirana : Bodoh ah!
"Tiba-tiba Ayaka pun menarik tangannya, ingin hentikan".
Ayaka : Hei abaikan aja.
"Nada nya pelan suara".
Fenny : Aduh... Sini-sini aja dulu, ngapain sama orang gitu gak jelas banget.
"Begitu nadanya mentel bercampur kesal".
Ayaka : Iya nih, yuk Ran.
"Ayaka pun menarik tangannya Ran menuju ketempat kembali. Untungnya Ran mau, jadi meredam kan kesalnya sendiri".
"Farrel pun perhatikan pas muncul dipegang tangannya".
Farrel : (Cewe ini imut juga, tapi siapa namanya?)
Aiden : Hei Farrel, siapa yang kau lihat?
"Gayanya pun berubah jadi jantan".
"Farrel pun terkejut berubahnya tiba-tiba".
Farrel :Eh.. Apa? kau yang ngomong sama ku?
"Aiden pun kesal, malah dikatain gitu. Jadi tiba-tiba genit".
Aiden : Aduh.. Aku ngomong sama kamu loh.
"Tiba-tiba berubahnya jadi genit hot".
"Justru Farrel pun bingung berubah nya dalam sekejap".
Farrel : Haha begitu ya.
Farrel : (Ekspresi nya bikin menjijikan!)
"Farrel pun berusaha menoleh lainnya".
Tiba-tiba Aiden pun menarik badannya Farrel, wajahnya pun dekat dengan Farrel, lalu Aiden menembus nafasnya kewajahnya.
Aiden : Huuusssshh...
"Pakai nafasnya begitu menggoda ke Farrel".
__ADS_1
"Tiba-tiba Farrel pun merinding dengan suara nafasnya begitu menjijikkan".
Farrel : Apa kau gila?! Kau cowok sialan! Mau muntah aja ih!
"Farrel pun menghindari nya, hingga jarak jauh".
"*Begitu Kin perhatikan sama mereka pas lagi menembus nafasnya, Kin terkejut malah pengen muntah".
"Farrel pun terkejut melihatnya beneran mau muntah".
Farrel : Kau gila ya, kau muntah sialan!
Kin : Ternyata kau juga ya!
"Kin pikir cuma Kin aja yang gak suka eh gak taunya Farrel pun".
Kin : Terima aja kenyataan, wkwk.
"Kin malah ketawa terbahak-bahak, karena teringat Farrel bilang gitu ke Kin*".
Kin : Siapa suruh pahami sifat diantara kita wkwk, rasain lo!
"Kin malah lega karena dibayarkan gimana rasanya Kin".
"Farrel pun jadi terpancing karena Kin".
Farrel : Sialan kau! Sini kau!
Kin : Bodoh ah, rasain lo!
Galen dan Aiden sambil menonton mereka pun dengan wajahnya membosankan.
Galen : Yuk pulang!
"Galen pun langsung berdiri lalu jalannya pulang".
Lalu mereka pun ikut pulang, tapi si Farrel begitu pengen kasih nomornya pribadi ke orang yang begitu imut.
Farrel : Hei cewek, ini nomorku jangan lupa ditelpon.
"Gayanya jantan begitu kasih ke cewek itu".
"Mereka bertiga itu sangat terkejut".
Kin : (Apa dia gila?!)
"Sangat terkejut, baru ini lihat Farrel kasih ke cewek".
Aiden : Aihh.. Aiden cemburu uhh.
"Malah gak diterima begitu romantis, jadinya Aiden cemburu dengan wajahnya begitu cemberut".
"Kin malah kesal dengar ucapannya begitu merinding".
Kin : Maunya apa sih! Semua nya pun kau cemburu! Dasar homo!
"Karena Kin bingung, ntah apa maunya Aiden, karena cemburu mulu".
"Bahkan Kirana dan Fenny pun pun bengong".
Ayaka : Ah?!
"Ayaka pun bingung tiba-tiba kasih no teleponnya".
"Farrel pun pergi langsung, mereka juga ikut bertiga".
Ayaka : (Apasih?!)
"Tiba-tiba Fenny ingin teriak karena senang, begitu sosweet".
Fenny : Eciee... Cowok begitu tampan. Kyaaaa...
"Fenny pun malah senang sambil teriak dengan gaya imutnya".
"Tapi Kirana malah bicara dengan tegas".
Kirana : Jangan hanya lihat tampang doang! Kita lihat dulu seperti apa didalam nya.
Kirana : (Yang jelas pasti busuk!)
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya.
__ADS_1