
Kirana pun udah ketinggalan videocall itu, belum dimatikan jadi langsung mempersiapkan diri. Karena Kirana sangat senang mendapatkan tiket penonton itu pertama kalinya, padahal mencari tiket itu gak gampang. Lalu Kirana hanya penasaran siapa kah artis itu. Karena Kirana ingin tau mereka artis baru tahun ini.
"Setelah Fenny udah selesai ketawanya karena tingkah lucunya.
Fenny : Gila bener, yakan Ayaka? Hahaha... Sumpah beneran sakit perutku.
"Fenny malah ketawa kembali lagi, karena keingat tingkahnya".
Ayaka : Haha iyaya... Padahal jam segini masih sore, harusnya mulai dari jam 7 malam.
"Setelah ketawanya, langsung kasih tau informasi ke Fenny".
"Fenny terkejut, karena waktunya udah gak cukup".
Fenny : Ihh... Ayaka kok baru bilang sih, udah dulu ya. Sebaiknya kamu juga siap-siap deh, bye bye Ayaka. Mwah!
"Karena ingin dandan jadi butuh waktu yang lama, setelah itu bicara nya jadi mentel langsung kasih cium bibir ke Ayaka lewat dari hp itu".
Ayaka : Ah? Secepat itu? Iyaudah aku siap-siap juga deh, bye bye Fenny.
"Ayaka langsung matikan videocall itu, lalu mempersiapkan diri".
Setelah itu, Ayaka udah siap kan diri dan langsung chatting sama mereka.
"Chatting di grup, Ayaka kirim ke mereka".
"Guys, aku udah didepan dimana kita pulang bersebelahan tadi, aku nunggu ya".
Setelah mereka sudah siap, lalu mendapatkan pesan dari Ayaka, langsung membalas nya.
"Chatting di grup".
Kirana : Oke, aku kesana!
Fenny : Ayaka udah siap ya? Kalau gitu aku kesana ya.
Hp Ayaka berbunyi, langsung cek pesan dari mereka. Setelah itu gak balas lagi, sambil menunggu kedatangan mereka.
Kirana // Fenny
"Mereka sudah menghampiri kedepan Ayaka dan langsung menyapa nya".
Fenny : Ayakaaa....
"Sambil berteriak dengan senyum lebar dan bersorak tangan kanannya".
Kirana : Wah.. Boleh juga.
"Karena melihatnya penampilan serasa tomboy".
"Ayaka pun melirik mata kesamping nya, lalu melihatnya".
Ayaka : Hai Fenny, Kirana. Hehe.
"langsung menyapanya dengan kaku".
Kirana : Yuklah! Tunggu apa lagi! Hehe...
"Kirana malah gak sabaran, dan ingin pergi cepat-cepat".
Fenny : Astaga, Ran! Gak bisa sabar apa?
"Fenny terkejut dengarnya, karena Ran gak sabar".
Kirana : Dasar! Iyalah dong, kan aku penasaran siapa sih mereka! Kau banyak ngomong, percuma!
"Kirana malah kesal, bukannya cepat pergi, malah sempatin ngomong".
Fenny : Eh.. Kok pulak kau yang marah sih! Cih!
"Fenny pun cemberut, sambil menoleh wajahnya sebelah".
__ADS_1
Kirana : Ohiyaya? Kalau gitu sempat aja kesana? Awas aja kau nangis!
"Karena tau sifatnya, udah terbiasa bakal nangis si Fenny".
Fenny sangat menyukai cowok tampan apalagi biasnya, tambah lagi hobinya ketinggian halu nya.
Ayaka : Haha.. Kalian jangan berantam dulu deh, yuk pergi.
"Ayaka langsung bergandengan tangan mereka sambil jalan, posisinya ditengah".
Akhirnya Gedung yang paling tinggi udah kelihatan dari jauh, mereka masih jalan sampai ke gedung itu.
Beberapa menit yang lalu, akhirnya udah sampai ke gedung, lalu kasih tiket ke pelayan.
Akhirnya udah masuk dengan suaranya berteriak-teriak dan semakin ramai, karena seluruhnya heboh.
Fenny : Wah... Senang banget sih, serasa ini mimpi loh, yaampun. Hiks hiks...
"Karena pertama kalinya secara langsung, dan akhirnya menangis karena sangat bahagia".
Kirana : Tuh, lihat. Malah nangis, ampun deh.
"Dengan nadanya ngeselin".
Ayaka : Haha... Ran ini. Fenny, yuk. Kita cari duduk sesuai nomor tiketnya.
"Ayaka langsung memeluknya, Fenny gak berhenti-henti menangis nya.
Setelah itu, mereka udah dapat duduk, tapi...
Kirana : Loh, kok ini? Gak salah ini, Ayaka?
"Kirana bingung, langsung menanyai Ayaka".
Fenny : Padahal ini khusus artis? Kenapa kita harus duduk didepan?
"Fenny kaget tiba-tiba maju jalan kedepan sampai dapat nomor tiketnya".
Tiket bergambar wajah mereka itu khusus VIP untuk artis didepan. Sedangkan tiket polos untuk hanya dibelakang.
Ayaka : Err... Aku juga gak tau sih, padahal tiket ini kan dikasih tiba-tiba loh.
Ayaka : (Masa sih, cowok yang tampan itu artis kah?)
Fenny : Aduh.. Percuma kalian ngomong, gimana kalau kita duduk dulu deh.
"Nadanya lembut, karena daritadi capek berdiri".
Kirana : Oke.
"Dengan santainya".
Mereka langsung duduk sambil membahas soal tiket, penampilan mereka pun belum memulai, tapi semakin ramai didalam gedung ini.
"Kirana ingin tanya, karena penasaran".
Kirana : Ayaka, darimana dapat tiket ini?
Fenny : Iya nih, padahal mencari tiket ini gak gampang loh.
"Menyambung bicaranya Ran, dengan ekpresi yang penuh pertanyaan".
"Setelah mendengarnya, Ayaka pun kasih tau dimana kejadian itu".
Ayaka : Itu.. Apa kalian pernah lihat cowok tampan ditempat makan tadi siang?
"Nadanya pelan, tapi masih gak percaya kalau tiket ini dari seseorang bahkan artis".
"Mereka terkejut dengan bola mata yang membesar sekaligus jantungan percepat seperti habis perlombaan lari".
Kirana : Cowok yang kasih nomor itukah?
"Tanpa menyadari, akhirnya tau siapa mereka. Karena kenal wajah mereka sangat familiar".
Kirana : (Tapi tetap saja dimana ya?)
__ADS_1
Ayaka : Iya.
"Nadanya santai tanpa basa-basi".
Fenny : Apasih alasan nya sampai kasih tiket, bahkan 3 pun?
"Karena Fenny penasaran, mengapa tiket 3 harusnya 1 untuk Ayaka, jadi ingin menanyakan nya".
Ayaka : Pas kita pulang bersebelahan, jadi kami ketemu ditempat gak jauh kita pulang.
Fenny : Terus terus?
"Eskpresi nya bener-bener ingin tau".
Ayaka : Aku merasa diikuti...
"Tiba-tiba mulutnya terpotong karena Kirana".
Kirana : Masa sih diikuti? Kok mencurigakan orangnya ya?
"Fenny jadi kesal, karena tiba-tiba dipotong, Kirana malah ngomong duluan".
Fenny : Hei bisa diam gak sih! Kau ini!
"nadanya ngeselin".
Kirana : Cih! Biasanya kau menggunakan gaya mentel tumben berubah jadi ngeselin. Hehe
"Kata-kata Kirana sindiran untuknya".
Fenny : Bodoh ah! Orang lagi serius kok!
"Langsung wajah nya kehadapan Ayaka sambil ekspresi seperti ingin beli apapun tapi gak ada uang".
Ayaka : Haha... Fenny wajahmu terlalu dekat.
"Kaget karena langsung dihadapkan wajahnya".
Kirana : Cih, kek lesbian! Eww!
"Merasa merinding, karena sesama cewe harus gitu dekatkan wajah udah kayak mau ciuman aja".
Fenny : Eh daripada kau tomboy, eww! Punya dada kok malah kelakuan kek jantan kayak bawa tombak, Dih!
"Fenny malah ngomong asal-asal".
Kirana : Gak nyambung be*o! Ntah apa ngomong dia, wkwk!
"Saking gak tahan dengan sikapnya Fenny, Kirana malah ketawa terbahak-bahak".
"Ayaka jadi menonton nya dengan wajahnya bercampur aduk".
Ayaka : (Jadi gimana ini mau cerita atau gak, haha... Dasar kalian ini).
"Ayaka hanya tersenyum, karena mereka cuma bercanda walau pedas ngomong pun".
Penampilan mereka udah dimulai, seluruhnya pada berteriak-teriak sambil berdiri.
Mereka terkejut mendengarnya, matanya mau keluar dan sampai mau pecah telinganya
"Kirana malah gondok karena gak tahan suara mereka teriak".
Kirana : Woii ka*pret! Sakit kuping ku njerr!
Sayangnya gak ada satupun dengar suara Kirana.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya.