
Sesaat mereka lagi ngomong berduaan dengan suasana bercampur aduk, gak perduli adanya Ayaka, tambah lagi penampilan yang sangat penting bagi mereka. Terpaksa Ayaka memakainya sendiri tanpa dikasih nilai dari mereka.
"Melihat mereka lagi ngomong, Ayaka tau kalau mereka sedang bercandaan, ini bukan pertama kalinya*".
Ayaka : Ampun deh...
"Ia langsung menepuk jidatnya*".
Ayaka masuk didalam kamar lagi untuk menggantikan baju keinginan sendirinya. Tak disangka...
Begitu keluarnya dikamar, mereka terkejut setelah melihat nya dengan ekspresi nya bengong karena gak seperti mereka bayangkan.
Fenny : Eheem... Ayaka, itu kamu ya? Apa aku sedang bermimpi?
"Karena ia terkejut, penampilannya keliatan berbeda dirinya, jadi Fenny kasih menilai nya".
Ayaka : Hehe.. Iya.
Fenny : Kamu keren loh! Bahkan banget!
"Ia pun jatuh cinta pada penampilan nya".
Kirana : Udah gak kalah tomboy dariku ya, keren!
"Langsung suka penampilan nya karena itu termasuk penampilan tampaknya tomboy".
"Ia pun melihat jam dari hpnya".
Ayaka : Oke, makasih ya! Aku harus pergi dulu!
Ayaka : Lalu... Emm.. Kalian gimana?
"Karena Ayaka harus pergi, tapi pemilik kostnya, ingin menanyakan pada mereka".
Fenny : Anu... Boleh kami kesini?
"Dengan nadanya sopan".
"Kirana pun kaget, karena merasa gak sopan pada pemiliknya".
Kirana : Apa lu udah gila?!
"Sambil berbisik telinganya dengan nadanya kesal".
Ayaka : Haha... Gapapa kok, anggap aja kost sendiri hehe...
"Ia pun ketawa dikit karena tingkahnya lucu sambil tersenyum dengan senang".
Ayaka : Kalau gitu aku harus pergi dulu, ya.
"Ia bergegas pergi, dimana mereka berjanjian bertemu kemarin".
Mereka terus perhatikan Ayaka terburu-buru untuk ketemu nya, karena mereka mau ngomong tapi Ayaka pergi duluan.
Mereka saling bertatapan mata.
Fenny : Ran, gimana dong?
Kirana : Sudahlah, lagipula dia duluan pergi.
Fenny : Okay, kita tunggu Ayaka kesini lagi ya.
Kirana : Ya!
"Tanpa basa basi, nadanya cuek".
Mereka pun balik lagi ketempat kamarnya. Setelah masuk didalam. Kirana langsung main game. Dia cewe tomboy bahkan gamers pun. Sedangkan Fenny hanya selfie mulu, karena Fenny seorang artis selebgram.
Kirana pun main game pakai karakter game favorit nya adalah Fenny darat. Gak salah lagi Fenny itu nama sahabatnya sendiri.
Sementara Ayaka, Ayaka masih berjalan kaki karena jaraknya dekat ditempat itu.
Setelah melihat nya, Ayaka memanggil nya namun tak jadi karena seramai orang diluar, takutnya pada kenal penampakan dirinya.
"Ayaka langsung memanggil nya dengan nadanya pelan".
Ayaka : Hei!
"Merasa dipanggil, menoleh kearah nya, ia pun melepas masker dikit".
Farrel : Datang juga ya?
"Nadanya pelan".
__ADS_1
Ayaka : Hmm... Iya.
Farrel : Baiklah, ikuti aku!
"Karena seorang Artis, ia tak ingin pamer wajahnya".
Ayaka pun ikut kemana Farrel pergi. Setelah udah sampai, ditempat kemarin keruang grup SHEY.
Setelah udah masuk Gedung itu, lalu masuk lagi kedalam ruang SHEY, Farrel pun membuka kan pintunya.
"Ceklek"
Mereka bertiga kaget sambil makan banyak jajan begitu melihatnya.
Galen : Ho'oh...
"Ekspresinya biasa sambil makan".
Kin : Yaelah... Kiran ntah siapa!
"Ekspresi nya ngeselin sambil menoleh kedepan mereka lagi makan jajan".
Farrel : Kalian keluar dulu!
"Karena gak sabar mau berduaan dengan Ayaka".
Kin : Gila kau ya! Memangnya ruang ini milikmu?
"Kesal karena mengusirnya".
Aiden : Aduh... Farrel sayang, mau berduaan denganku ya? Unchh...
"Senang karena ingin berduaan, nadanya mentel".
Kin : Pfft... Bhahaha...
"Kedengarannya begitu menjijikan".
Farrel : (Sialan! Kalau bukan karena aku artis, udah ku bawakan dia pergi yang jauh!)
"Ia pun menghela nafasnya".
Farrel : Guys, Pliss! Aku sedang kencan! Berikan ruang ini untukku! Hanya 24 jam doang!
"Mau gimana pun, terpaksa memohon dengan wajah seperti kucing sedang menunggu dapat ikan dari human".
Ayaka : Hallo...
"Menyapanya begitu canggung sambil tersenyum".
Kin : (Eh?)
"Karena merasa familiar dengan ekspresi nya membingungkan sambil berpikir".
Kin : (Tapi dimana ketemu ya?)
Aiden : Farrel! Aku kecewa padamu! Kamu harus utang untukku! Pokoknya!
"Cemburu karena mereka sedang kencan dengan wajahnya kecewa sekaligus kesal".
Galen : (Jadi begitu ya, iyaudah deh)
"Akhirnya paham mengapa mengusirnya".
Galen : Guys, pergi yuk!
Posisinya Ayaka serasa kesal didalam hati, barusan menyapa sama mereka namun gak balas nyapa pada Ayaka. Malah membalas nyapa ke Farrel.
Ayaka : (Astaga! Aku dicuekin? Yang bener aja, ini memalukan untukku. Cih! sombongnya...)
Kin : Galen! Apa kau gila? Aku gak akan pergi dari sini!
"Kesal karena disuruh pergi".
Galen : Iyaudah, terserah deh! Keras kepala kali kau!
"Ia pun pergi duluan, Aiden juga. Sementara Kin".
Kin : (Yang bener aja! Kalian udah gila ya?)
"Tersadar karena sendirian".
Kin : Sialan! Hehe...
"Karena gak mau dianggap jaga nyamuk, akhirnya".
__ADS_1
Kin pun keluar juga, lalu berbisik telinganya, Ayaka tidak mendengar apapun.
Kin : Gw doakan, semoga lu ditolak! Si bang*at ini!
"Kesal karena diusir terpaksa pakai mengancam".
"Ia pun langsung membalas ditelinganya".
Farrel : Dengan senang hati! Tapi gw doakan juga karena Aiden kesal melihatku kencan dengannya, semoga Aiden kembali padamu hehe.
Farrel : Apalagi... Wah... Seperti apa rasanya jika Aiden nyatakan perasaannya padamu?
"Ia terus makin mengancamnya, karena ia tau juga Kin sangat benci gay".
"Sakingnya kesal sekaligus merinding".
Kin : Sialan kau!
"Pada akhir nya ia pun mengalah".
Kin pun pergi dengan gayanya penuh membenci.
Farrel dan Ayaka masuk kedalam ruang itu dengan suasana yang sangat canggung. Mereka pun duduk bersebelahan supaya gak canggung. Kalau dihadapan mereka bakal gawat.
Farrel : Gimana kalau kita main.. Emm..
"Ia berusaha cari topik untuknya".
Sayangnya Ayaka gak tidak mendengar Farrel, Ayaka tiba-tiba fokus itu, karena Ayaka membutuhkan kerjanya.
"Ia pun masih fokus dengan mata penuh duitan, karena senang mendapatkan pekerjaannya".
Ayaka : Anu... Eeemm. Apakah ini lowongan masih ada?
"Ia pun kaget, karena topiknya beda".
Farrel : (Oh, sial!)
Farrel : Emm.. Iya, tapi itu membutuhkan khusus seorang pria aja.
"Nadanya santuy, biar gak canggung".
Ayaka : Loh.. Jadi khusus cewe gak ada?
Ayaka : (Yaampun gajian itu lebih tinggi, gak bisa dibiarkan!)
"Dengan rasa penuh kecewa dan ingin menanyakan lebih lagi ke Farrel".
Farrel : Karena kalau cewe jadi asisten bakal repot.
Ayaka : Huh? Memangnya repot apaan sih?
"Ekspresi nya bingung".
Ayaka : (Perasaanku malah senang kalau mengurusinya, apaan repot?)
Farrel : Menurutmu, kalau jadi asisten cewe apa bisa menahan dekat kami diantara 4? Jangan lupa kami ganteng membuat cewe pingsan sampai dibawah kerumah sakit. Hehe...
"Ia pun ngomong serius dengan ekspresi nya bercandaan begitu pede".
Ayaka : Iuhhh... Narsis amat. Sedangkan aku tuh gak ada pingsan.
"Nadanya mentel sekaligus ekspresi nya membosankan".
Farrel : Hmm....
"Ia pun hanya tersenyum, karena melihatnya seperti udah akrab".
Farrel : Eeee.... Iyalah kamu tuh sekeras hati, mana gampang pingsan.
Farrel : (Gak sia sia juga berawal aku kasih nomor ke dia, hehe...)
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, komen, rate dan vote ya 🙏🏻
__ADS_1