sepenggal kisah di sma

sepenggal kisah di sma
ungkapan yang tertunda lagi


__ADS_3

"fuuuuh"dinda menghembus nafas kasar"gimna ini dateng gak yah?"batin nya ,,nenek yang sedari tadi melihat sang cucu hanya mondar-mandir gelisah menghampirinya "nak kamu kenapa perasaan dari tadi gelisah gitu apa ada yang buat kamu gak nyaman. hem?" tanya nya sambil menepuk pelan bahu dinda "dinda " dia menggantung ucapan nya "jangan takut bilang ke nenek"seru nenek lembut "itu lho nek adik temen dinda yang tempo hari dinda cerita adeknya hari ini ultah dinda di suruh dateng tapi dinda bingung dateng gak yah"serunya nenek dengan senyumnya membelai rambut dinda yang terurai "nenek izinin kalo kamu mau dateng sayang tapi pulang nya jangan kemaleman yah"seru nenek "ya udah sana siap-siap keburu sore "lanjut nya dinda mengangguk dan kembali ke kamar nya untuk bersiap

__ADS_1


"ahh akhirnya selesai"gumamnya dinda keluar kamar berpamitan kepada neneknya melangkahkan kaki jenjangnya keluar rumah tapi..

__ADS_1


deg jantung nya kembali berdisco ria kala menatap seseorang yang selalu bikin jantung nya serasa mau copot dari tempatnya memandang nya tanpa berkedip "ka ka deni ngapain kesini" seru dinda terbata yang di panggil segera tersadar dari menatap pujaan hatinya "ekh itu din kakak mau jemput kamu tadi rita bilang ngundang kamu ke pesta nya Deby kan takutnya kamu gak dateng kalo gak di jemput"sambil menggaruk tengkuk nya yang gak gatal pandangan deni tak berubah sedikitpun dalam hati dia "cantik kamu cantik dari dulu sampe sekarang din" dinda menghampiri deni yang duduk di sepeda motor matic kesayangan nya "dinda ngerepotin kaka maaf"seru dinda lembut "enggak din justru aku senang"tanpa sadar deni bicara pelan "hah apa ka dinda gak denger?"tanya dinda "eh nggk papa din hayu "seru deni salting sambil ngasih helm ke dinda.. dinda pun duduk di sepeda motor deni dan memakai helmnya "pegangan ya din" seru deni dinda yang canggung pegangan ke bahu deni kini mereka sudah berangkat ke rumah deni

__ADS_1


setelah selesai acara mereka memakan makanan yang di sediakan pemilik rumah di kejauhan deni memandang gadis pujaan hatinya yang sedang bercanda dengan adik dan sepupunya terlihat senyum tulus dari bibir gadisnya itu tanpa sadar sang mamah sudah di sampingnya "kalo suka ya di ungkapin dong bukan dilihatin doang di embat orang tau rasa"sindir sang mamah "maunya sih gitu mah tapi aku gak siap buat di tolak mah"seru deni putus asa "hah kamu belum di coba sudah nyerah "jengkel mamahnya "apa perlu mamah yang bilang"lanjutnya dengan nada ngejek deni "mamah bener aku harus ungkapin apapun nanti jawaban nya" deni lalu bergegas pergi menghampiri pujaan hatinya "ehem" deheman deni membuat ketiga gadis di depan nya menghentikan tawanya , Deby dan rita yang udah tau arti tatapan sang kaka pura-pura nyahut sang mamah yang sama sekali gak manggil dia "iya mah kita kesana" Deby dan rita membiarkan 2sejoli yang gak peka sama perasaan sendiri itu untuk bicara berdua saja "din ada yang mau kakak omongin ke kamu"seru deni pelan "hem kenapa ka?"tanya dinda "sebenernya aku udah " dering ponsel dinda tiba-tiba berbunyi "eh bentar ka mamah telpon " seru dinda deni hanya mengangguk setelah selesai bicara dengan sang mamah dinda kembali bertanya pada deni "maaf ka tadi kakak kenapa?"tanyanya polos gak tau kalo yang ditanya udah masang muka kesel akibat gagal maning nyatain cinta nya "enggk papa din kamu belum makan kan kakak ambilin makan mau?"tanya deni dan di angguki dinda di kejauhan sang mama dan dua gadis yang merasa gemas pada pasangan tidak peka itu "aishh.. de lama-lama mamah yang nyatain cinta ke si cantik kakak kamu lama" gemasnya kedua gadis hanya senyum melihat sang mama dan tantenya rita menggerutu ..

__ADS_1


__ADS_2