sepenggal kisah di sma

sepenggal kisah di sma
09


__ADS_3

acara ultah Deby selesai deni mengnatar dinda pulang sepanjang perjalanan mereka terdiam dengan pikiran masing-masing gak ada satu katapun terucap sampe keduanya di depan rumah dinda "udah nyampe"seru deni "emhh makasih ka,udah nganter dinda pulang"sahutnya "iya sama-sama kaka pulang dulu ya din"serunya lagi dinda hanya mengaguk dan setelah motor matic yang di kendarai deni menghilang dinda masuk ke dalam rumah "assalamu'alaikum nek.. " terdengar suara sahutan dari dapur "waalaikumsalam nak kamu udah pulang " dinda menghampiri sang nenek yang sibuk dengan masakan nya "eumhh wangi banget jadi llapergumam dinda yang bergelayut manja di lengan sang nenek "tunggu di meja makan setelah ini kita makan oke" seru sang nenek dinda lalu duduk dengan anteng melihat HP nya yang ada notif pesan dari sahabat nya nabila "din besok aku masuk kamu kangen gak seminggu gak ketemu shabat kamu yang imut ini" isi pesan nabila dinda hanya tersenyum dan membalas "iya aku juga kangen,kamu lama sakitnya" balas dinda ya nabila selama seminggu ini izin sakit dia juga gak tau selama seminggu ini sahabat nya dilanda serangan jantung dadakan akibat sang idola selalu bertemu dan memperlakukan dinda dengan manis


langit berubah gelap suara khas malam menyelmuti angin dingin dari jendela yang sengaja tak ditutup seusai shalat magrib dinda fokus menatap laptopnya mengisi tugas yang besok harus dikumpulkan sesekali pikiran nya melamun membayangkan wajah lelaki yang 3tahun terakhir mengisi hatinya berharap cintanya berbalas satu jam sudah dinda mengerjakan tugasnya lalu dia pergi ke kamar mandi nya untuk mengambil wudhu karena dia belum melaksanakan shalat isya ..

__ADS_1


"eunghh "lenguh dinda sadar kalo sekarang dia terbaring bukan di tempat tidurnya melaikan di lantai dan cuma beralaskan karpet dan sejadah rupanya sehabis shalat isya dinda ketiduran waktu menunjukan pukul 01:30 dinda bergegas ke kamar mandi mencuci muka dan menggosok giginya lalu berwudhu lagi alih-alih tidur dinda lebih memilih shalat tahajud.. seusai shalat dinda berdo'a untuk ayah tercinta yang lebih dulu meninggalkan dunia untuk ibu dan neneknya serta tak lupa untuk pujaan hatinya yang selalu mengisi hati dan pikiran nya selepas shalat dinda kembali merebahkan dirinya d tempat tidur..


pagi datang sayup-sayup suara burung berkicauan membuat sang gadis yang masih tertidur enggan membuka matanya sedikit demi sedikit ia membuka matanya menetralkan dengan cahaya matahari yang masuk ke celah jendela kamarnya "heuumhh selamat pagi dunia tipu-tipu "gumam dinda seraya meregangkan otot nya yang kaku "fighting dinda semoga harimu selalu bahagia dan menyenangkan"lanjutnya lalu dia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri setelah selesai ia memakai seragam rapih nya dan pergi ke dapur untuk sarapan dan menyapa sang nenek yang sudah duduk di meja makan "pagi bidadari tak bersayap nya nda" sapanya pada sang nenek yang tersenyum kearah nya "pagi juga bidadari kecil nenek" sapanya ,ya begitulah mereka saling menyayangi satu sama lain karena semenjak sang ayah tiada dinda memang di urus dan di besarkan sang nenek sedangkan ibunya menikah dan punya keluarga baru di balik sikap ceria dan pendiam dinda terdapat rasa sakit dan cemburu akan utuhnya satu keluarga tetapi dia sembunyikan agar tidak membuat semua orang kasihan dan khawatir padanya..

__ADS_1


deg


deg

__ADS_1


jantung dinda seolah berhenti berdetak saat dinda memasuki angkot netranya melihat seseorang yang selalu membuat jantungnya tak karuan tengah menatap lembut dengan senyuman di wajahnya "asalamualaikum dinda "sapanya "waalaikumsalam kak"gugup dinda menjawab seolah mengerti arti tatapan dinda deni menjawab "iya hari ini motorku di bengkel jadi aku naik angkot"seru deni modus padahal mau berangkat bareng dinda "oh" dinda hanya berOria suasana canggung terjadi lagi dinda yang merasa ingin segera turun dari angkot karena jantungnya bisa-bisa berhenti berdetak akibat di tatap terus oleh deni yang natapnya malah anteng gak tau yang di tatap udah nunduk malu.. angkot tiba di sekolah dinda segera turun tanpa melihat ke belakang lagi deni yang tau sikap dinda yang pemalu hanya tersenyum memperhatikan punggung pujaan hatinya menjauh dari dia.


__ADS_2