
"Nah ni dia." Ucap salah satu teman Juna yang ada di villa itu. Tentu saja sesama bangsa Serigala.
Di villa itu sudah ada beberapa temannya yaitu Juliet, Luna, Frenky, dan Daniel.
"Dari mana kamu Jun?" Tanya Luna.
"Dari pinggir hutan." Jawab Juna dengan tenang sembari merebahkan dirinya ke sofa.
"Kamu mangsa manusia?" Tanya Frenky yang terkejut atas jawaban Juna.
"Nggak lah." Jawab Juna membantah perkataan Frenky.
"Terus ngapain kamu disana? Bukanya kita semua berubah jadi serigala pada waktu itu." Tanya Frenky yang masih kebingungan.
"Kalian tau? Aku gak berubah." Kata Juna yang membuat teman-teman nya terkejut, kecuali Daniel. Yah, Daniel adalah tipe yang dingin. Lebih dingin dari pada Juna.
"Kok bisa?" Tanya Luna yang masih penasaran.
"Entahlah. Aku bertemu dengan seseorang di hutan tadi." Jawab Juna menceritakan kejadiannya.
"Siapa?" Tanya Luna cepat.
"Aku tidak tau. Yang anehnya ada bau vampir di dirinya tapi aku bisa mastiin kalau dia adalah manusia." Kata Juna dengan yakin.
"Kok bisa? Maksud kamu manusia berdarah vampir? Atau vampir berdarah manusia?" Tanya Juliet yang masih tidak bisa menangkap arti dari perkataan Juna.
"Bukan itu Jul. Dia benar-benar manusia asli tapi di tubuhnya melekat bau vampir." Kata Juna sedikit emosi dengan pikiran konyol Juliet.
"Siapa vampir itu? Apa kamu mengenalinya?" Tanya Frenky kemudian.
"Tidak. Baunya asing menurutku. Sepertinya vampir ini tidak pernah muncul dihadapan kita." Kata Juna yang sudah mendeteksinya.
__ADS_1
"Lalu, kenapa kamu tidak bisa berubah menjadi serigala tadi?" Tanya Luna yang mengingat perkataan Juna tadi.
"Nah itu dia, entah kenapa aku tidak berubah sama sekali. Bahkan aku menolong perempuan itu saat akan diterkam oleh bangsa serigala." Jawab Juna dengan penjelasan nya.
"Siapa dia sebenarnya?" Tanya Luna yang masih kebingungan.
"Apa kalian berpikir sama denganku? Juna tidak berubah karena perempuan itu ada didekatnya." Daniel yang sedari tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara.
"Apa karena itu?" Tanya Juna yang masih tidak percaya.
"Sepertinya jodohmu sudah dekat." Kata Daniel tanpa menjawab pertanyaan Juna yang terlihat sedang bingung.
Juna terdiam sejenak. Mengingat kembali wajah perempuan itu.
"Aku akan mencari tau." Kata Juna lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Juna mau kemana?" Tanya Luna dengan segera.
"Kembali ke apartment." Jawab Juna.
"Tunggu Daniel, apa maksud Lo jodoh Juna sudah dekat?" Tanya Luna yang penasaran dengan perkataan Danie tadi.
"Di buku bangsa serigala tertulis kalau reinkarnasi jodoh Juna adalah seorang manusia yang diasuh oleh vampir." Jawab Juna sedikit menjelaskan.
"Diasuh oleh vampir? Apa para vampir itu tau kalau perempuan itu adalah jodoh Juna?" Tanya Frenky yang ikut penasaran setelah Daniel mengatakan nya.
"Tidak. Tapi peperangan tidak akan bisa di elakkan." Ucap Daniel dengan serius.
"Juliet lihat perempuan itu." Pinta Luna.
Juliet segera berkonsentrasi melihat ke waktu yang sudah berlalu. Anehnya disana hanya ada Juna. Juliet tidak bisa melihat perempuan itu. "Aku tidak bisa melihatnya." Kata Juliet kemudian.
__ADS_1
"Apa itu Daniel?" Tanya Luna semakin tidak mengerti.
"Perempuan itu tidak akan bisa dilihat oleh siapapun termasuk kekuatan terbesar sekalipun." Jawab Daniel dengan tenang.
"Termasuk Juna?" Tanya Luna lagi.
"Juna... mungkin bisa tapi semua itu tidak mudah." Kata Daniel.
Selesai berkata-kata, Danie langsung pergi ke tangga atas menuju kamarnya. Meninggalkan Luna dengan sejuta pertanyaan yang mungkin ingin ia lontarkan.
----*----
Juna baru saja terbangun dari tidur nya yang nyenyak. Sangat jarang ia bisa merasakan tubuhnya yang begitu fit hari ini. Ia melihat beberapa berkas di meja dekat kamar nya. Tidak ada jadwal syuting pagi ini. Juna lalu bergegas ke kamar mandi, membersihkan dirinya. Sekilas ia melihat kembali perempuan yang ia temui di hutan. Siapa perempuan itu? Pipinya yang bulat menambah kecantikannya disaat ia tersenyum. Tapi aroma vampir itu? Ada hubungan apa ia dengan para vampir? Jika dilihat dari sorot matanya, ia bukanlah manusia yang jahat seperti para vampir yang suka membabi buta secara tiba-tiba.
"Juna." Terdengar suara yang tidak asing baginya memanggil namanya.
"Luna? Sedang apa kamu di sini?" Tanya Juna ketika melihat Luna yang sudah ada didalam kamarnya.
"Tidak ada. Bukankah pagi ini kamu tidak ada syuting?" Tanya Luna yang sebenarnya sudah mengetahui hal itu dari Juliet.
"Tidak ada. Tapi aku ada urusan." Ucap Juna yang seperti mengusir Luna.
"Apa? Perempuan itu? Ayolah Juna, dia tidak mungkin jodohmu." Kata Luna yang tidak terima dengan pengusiran dari Juna.
"Kenapa kamu yakin sekali?" Tanya Juna yang penasaran.
"Kamu tau kan? Seorang reinkarnasi jika sudah mati tidak akan bereinkarnasi kembali." Ucap Luna yang sukses membuat Juna marah.
"Jaga mulutmu Luna! Aku akan menemukannya." Juna segera pergi dari kamarnya meninggalkan Luna sendiri.
Entah apa yang ada dipikiran Luna. Berkali-kali Luna selalu mengatakan hal itu. Ia tak juga jera. Bahkan Juna sendiri sampai pernah ingin menyerah. Untungnya Daniel terus menyemangati nya. Sehingga Juna tidak mudah termakan omongan Luna.
__ADS_1
Juna mengemudikan mobilnya dengan pelan menyusuri kota. Tujuannya adalah mencari perempuan itu. Tapi sampai siang hari, ia tak menemukan jejaknya sedikit pun. Ia baru ingat kalau perempuan itu mendirikan tenta di pinggir hutan. Tentu saja, ia tau persis tempatnya. Juna langsung bergegas pergi ke tempat dimana ia mengantarkan perempuan itu semalam. Sialnya, tempat itu sudah kosong. Bersih tanpa tersisa apapun. Juna mencoba memerhatikan sekitarnya. Memakai Indra penciumannya yang tajam. Aneh. Tidak ada bau vampir disini. Padahal ia sangat yakin kalau perempuan itu memiliki aroma vampir ditubuhnya. Walaupun ia benar-benar seorang manusia. Juna memilih untuk kembali ke perusahaannya. Karena ia tau tanpa jejak, ia tidak akan menemukan perempuan itu. Apalagi ia sudah mencarinya dengan menyusuri kota.
Sampai di perusahaan besar bertuliskan Young Textile. Ya, ini adalah perusahaan yang ia pegang. Didalamnya ada Luna yang mengatur semua kegiatan selama ia syuting. Anggap saja Luna adalah tangan kanannya. Luna sangat mahir dalam mengembangkan perusahaan ini. Ia akui bahkan lebih mahir daripada dirinya. Sementara Juna lebih fokus pada kegiatan syutingnya. Ia berharap banyak orang yang mengenalinya termasuk orang yang ia cari sebagai jodohnya. Dengan begitu, mungkin akan lebih mudah mencarinya. Tapi dugaannya meleset. Ribuan tahun ia hidup sampai sekarang dan perempuan itu masih belum ia temukan. Daniel juga sudah memperingatkan, bahwa kegiatan syuting itu tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Kali ini Juna akan lebih mendengarkan Daniel. Mengenai perempuan itu, ia harus lebih percaya lagi dengan Danie. Insting Daniel lebih kuat dari pada serigala pada umumnya. Setelah ini Juna juga berencana akan mengakhiri kegiatan syutingnya itu, jika perempuan yang selama ini ia cari sudah ditemukan jejaknya. Ia akan lebih fokus pada misinya.