
Aurora sedang memasak sementara adik-adiknya sedang diluar. Terdengar suara dan tawa mereka. Tak lama Wilson masuk sambil menaruh ember ke belakang rumah.
Aurora yang sudah selesai memasak pun menata meja makan
"Wilson panggil yang lainnya untuk makan" pinta Aurora
"Baik kak"
Saat Aurora sedang sibuk menata meja ia dikejutkan dengan suara Wilson yang berteriak
KAKAK!
Aurora pun segera berlari keluar dan dia melihat Wilson yang sedang ditertawai oleh semua adik-adiknya
"Ada apa ini?" tanya Aurora, dia melihat wajah Wilson yang kesal dan berjalan ke dalam rumah
"Hahahaha....kakak tadi kak Wilson lucu sekali hahaha...." Caroline dan Veronica terus tertawa sambil memegang perut
"Lucu bagaimana?" Aurora pun menatap Aiden dan Nicholas yang sedang menahan tawa
"Hahaha...tadi dia lucu sekali" tawa Aiden dan Nicholas akhirnya pecah
"Kenapa?" tanya Aurora sekali lagi kali ini dia menatap Pyralis yang sedang tertawa puas
"Tadi kami sedang berada di halaman belakang jadi saat dia datang kami melemparkan katak padanya hahaha...wajahnya lucu sekali hahaha..." jelas Pyralis sambil tertawa
Aurora menghela nafas sembari menggeleng "Kalian nakal sekali! Ayo sudah kita masuk dan makan" ajak Aurora
Saat mereka masuk, mereka mendapati Wilson yang sedang menatap horor mereka. Mereka seketika merinding lalu pura-pura tidak melihat dan makan.
"Nanti dua orang temani aku untuk memanen sayur dan mengambil kayu bakar. Setelah itu kita semua akan menjualnya ke kota" ucap Aurora
"Aku ikut" ucap Wilson
"Ya ya kau selalu saja mengikuti kak Aurora seperti anak bebek yang mengikuti induknya" ejek Aiden
"Aiden sudah hentikan" ucap Aurora menengahi
"Jika memanen sayur aku ingin ikut kak" ucap Caroline
"Kalau si Caroline jika mendengar yang namanya tanaman pasti akan ikut" ucap Veronica
__ADS_1
"Diam kak Veronica" seru Caroline
"Tapi aku ingin ikut kak" ucap Pyralis
"Baiklah tiga orang" ujar Aurora tak mau ambil pusing. Tanpa terasa makanan mereka sudah habis. Aurora pun mengambil piring kotor milik adik-adiknya dan mencucinya dibantu oleh Pyralis dan Wilson.
"Nanti Aiden, Nicholas, Veronica tunggu kami di perbatasan gunung" ucap Aurora
"Baik kak" ucap mereka serempak
Setelah selesai, Aurora, Wilson, Pyralis serta Caroline pergi ke gunung untuk mengambil hasil panen mereka, untung saja mereka tinggal di hutan yang dekat gunung. Sementara Nicholas, Aiden dan Veronica pergi ke perbatasan gunung.
Saat di perbatasan gunung, Aiden dan Nicholas dicemooh oleh orang-orang sekitar. Pasalnya pada umur 20 tahun semua orang sudah memiliki sihir yang sesuai dengan bakat mereka, namun mereka berdua belum memilikinya bahkan Aurora dan Wilson juga belum memilikinya.
Sementara yang dicemooh hanya santai, Aiden membaca buku Sains miliknya. Dia memang menyukai hal kimia sejak kecil. Sementara Nicholas menembaki buah dengan ketapel lalu memakannya.
Mendengar kakak kesayangannya dicemooh, maka Veronica pun menjadi marah.
"Tidak semua orang akan memiliki sihir saat berusia 20 tahun kan?! Bisa jadi mereka memiliki sihir yang lebih kuat! Kalian jangan sembarang meremehkan!!" bentak Veronica
Sementara Aiden menutup telinganya dan Nicholas yang menyumpal mulut adik kesayangannya dengan apel
"Suaramu buruk sekali" ucap Aiden
"Kau membela ku karena Nicholas juga ikut dicemooh" balas Aiden sambil melanjutkan baca bukunya
"Sudah sudah, Veronica nanti suara mu jadi rusak karena berteriak. Ayo kita makan apel saja" ucap Nicholas sambil menarik Veronica pergi dari sana
"Kak Nicho suara ku bagus bukan?" tanya Veronica cemberut, dia sedang duduk di dahan pohon sambil memakan apel
"Iya suara mu cantik" jawab Nicholas sambil mencubit hidung adiknya itu
"Hei Kak Nicho, Veronica apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Pyralis yang baru datang bersama Aurora, Wilson dan Caroline.
"Ah mereka sudah datang ayo turun" ajak Nicholas sambil melompat membantu Veronica turun
"Ayo bantu aku membawanya, Aku akan membawa setengah sayur kios sayur X, Pyralis dan Wilson akan membawa setengah kayu bakar ke kedai kayu D, Nicho dan Nica akan membawa sisa kayu bakar ke kedai kayu P, Aiden dan Carol akan membawa sisa sayur ke kios sayur M" jelas Aurora
"Baik kak" jawab mereka serempak kecuali Pyralis dan Wilson
"Ada apa?" tanya Aurora ke mereka berdua
__ADS_1
"Aku tidak ingin dengannya" ucap mereka bersama sambil menunjuk satu sama lain
Sementara kedua pasang kakak adik yang saling menyayangi itu sudah pergi menjalankan tugas mereka
Aurora menghela nafas panjang, dia mengangkat sayur lalu menoleh ke arah mereka "aku tidak peduli, pokoknya jika kalian tidak mengerjakan tugas ini kalian berdua akan kuhukum!"
Setelah mengancam kedua adiknya itu dia lalu pergi meninggalkan Wilson dan Pyralis yang sedang mematung.
Pyralis menghela nafas panjang, sementara Wilson mengangkat setengah kayu itu lalu menaruh nya di pundak
"Angkat setengahnya lagi" ucap Wilson lalu pergi meninggalkan Pyralis bersama kayu yang tertinggal
"Dasar patung! Beraninya kau meninggalkanku" teriak Pyralis lalu mengangkat sisa kayu dan berlari mengikuti Wilson
Sementara Aurora sedang mengantar sayur ke kios sayur X. Setelah selesai dia mendapatkan uang dan meninggalkan tempat tersebut. Saat berjalan dia melihat seorang wanita tua yang menjual perhiasan. Di sana terdapat banyak perhiasan hanya saja sepi pengunjung. Aurora yang memikirkan bagaimana jika menjadi wanita tua itu pun berjalan menuju kedai itu.
Dia melihat-lihat ke perhiasan yang ada di atas meja. Wanita tua yang menjual tidak menghiraukannya. Tapi Aurora tidak memperdulikan itu.
Dia melihat ke arah perhiasan yang menarik perhatiannya. Gelang dengan lambang batu berwarna coklat dan juga tiga gelang lainnya. Dia juga melihat ke arah kalung yang bisa dipakai lelaki di sana ada tiga kalung yang bersinar seolah menarik perhatiannya
Melihat itu dia pun mengambil ketujuh perhiasan itu "Nenek berapa harga semua ini?"
Wanita tua itu menoleh lalu melambaikan tangannya "itu sudah lama berada di sana, jadi gratis"
"Tapi nenek.."
"Tidak perlu membayar" potong nenek itu cepat
Walaupun begitu dia tetap meletakkan dua koin emas di sana lalu pergi meninggalkan tempat itu sementara nenek itu hanya tersenyum.
Sesampainya di perbatasan gunung ia sudah melihat Nicholas yang sedang memakan buah bersama Veronica serta Aiden yang sedang bermain bersama Caroline
"Dimana Pyralis dan Wilson?" tanya Aurora
Mereka hanya menaikkan bahu menandakan tidak tau. Tak lama terdengar suara Pyralis
"Hei, berikan juga uang itu untukku. Itu upahku aku juga bekerja keras" seru Pyralis yang berusaha mengambil koin emas di kantung yang Wilson pegang
Sementara Wilson mengangkat tinggi kantung itu, alhasil karena Pyralis lebih pendek dari pada Wilson dia pun tidak dapat menggapai nya.
"Ini untuk kakak, bukan untuk mu" ucap Wilson lalu berjalan menuju Aurora
__ADS_1
"Sudah sudah ayo kita pulang" ajak Aurora lalu mereka semua pun pulang ke rumah mereka.