
Setelah pulang ke rumah mereka pun membersihkan diri dan mengerjakan aktivitas masing-masing. Aurora yang teringat dengan perhiasan yang dibelinya pun mengeluarkannya.
Dia melihat Aiden dan Caroline yang sedang membaca buku, Nicholas dan Veronica yang sedang menggambar, Wilson yang sedang mengelap meja serta Pyralis yang sedang menghitung uang
"Kalian ayo kemari" ajak Aurora mereka semua menghentikan aktivitas mereka lalu berjalan ke arah Aurora.
Aurora mengeluarkan semua perhiasan di atas meja.
"Wah cantik sekali" ucap Veronica mengambil gelang dengan lambang api
"Ini bentuk daun, sangat cantik" ucap Caroline yang mengambil gelang lambang daun
"Waw...kalung ini lumayan keren" ujar Aiden lalu mengambil kalung dengan lambang cahaya
"Ini untukmu Wilson" ucap Aurora memakaikan kalung lambang petir
"Cih...sudah besar tapi masih dipakaikan" cibir Pyralis sambil melipat tangannya di dada
"Bilang saja kau iri Pyralis" ujar Veronica lalu tidur di paha Nicholas yang sudah duduk di lantai
"A-apa? Aku tidak iri! Siapa yang iri" balas Pyralis tidak terima
"Sudah sudah, ayo kemari kan tanganmu Pyralis" ujar Aurora sambil memegang gelang dengan lambang angin
Seketika Pyralis langsung tersenyum lebar sambil menyodorkan tangannya "Wah gelang ini sangat cantik"
"Kak Nicho lambang apa yang kau dapat?" tanya Veronica
"Air" jawab Nicholas
Setelah selesai membagikan gelang dan kalung, Aurora mengambil setumpuk sayur lalu memetiknya. Sementara Wilson dan Pyralis duduk di sampingnya termasuk Caroline yang suka dengan tanaman.
Saat Wilson membantu kakaknya memilah sayur, seekor ulat bulu berjalan ke tangannya. Seketika wajahnya langsung pucat dan dia pun berteriak
AAHHHH
JEDAARR!!
Lampu di rumah pun padam, mereka semua langsung panik dan bingung. Semua ruangan menjadi gelap. Sementara mata Aiden langsung mengeluarkan cahaya. Dia bisa melihat apa yang ada di dalam kegelapan.
Dan dia pun langsung terkejut melihat sayur yang sudah gosong dan tangan Wilson yang ada sisa petir.
"Apa yang terjadi?" tanya Aurora bingung
"Kak Aiden mata mu.." Caroline tidak bisa melanjutkan kata-katanya, sontak semua orang menatap ke mata Aiden yang bersinar layaknya senter
"Aiden ada apa dengan matamu?" tanya Aurora
Sementara Aiden langsung tersadar dan menjadi gagap "i-itu kak Aurora tangan Wilson.."
"Hah?" semua orang berbalik menatap Wilson, Aurora langsung membulatkan matanya melihat tangan Wilson yang dipenuhi sisa petir
"Ka-kak Wilson ada apa dengan tanganmu?" tanya Caroline, dia langsung bersembunyi di balik tubuh Aiden
"Sudah ayo kita keluar dulu" ajak Aurora dan mereka semua pun keluar dari rumah, dan kini mata Aiden kembali menjadi semula.
"Ada apa dengan tanganmu, Wilson?" tanya Aurora yang memegang tangan Wilson
"Tidak tau, aku hanya terkejut" jawabnya singkat sambil menggeleng kepala
"Lalu bagaimana dengan mata kak Aiden?" tanya Caroline
"Mataku baik-baik saja" jawab Aiden sambil menggosok matanya
"Apa itu sihir?" tanya Nicholas
Semua orang terdiam, larut ke dalam pikiran masing-masing
__ADS_1
"Tapi tidak pernah ada yang memiliki sihir seperti itu" ujar Aurora
"Benar juga"
"Lalu bagaimana?" tanya Pyralis
"Sudahlah kita lupakan saja dulu, hal yang penting sekarang adalah memperbaiki lampu kita yang padam" ujar Aurora
"Aku akan melihat kabel lampunya" lanjutnya
"Aku ikut" ucap Wilson
"Aku juga akan ikut" ucap Aiden, menurutnya ini akan bagus untuk uji coba karena selama ini dia melihat kerja lampu di buku sains miliknya
"Baiklah ayo" ajak Aurora mereka pergi ke belakang rumah, di dalam gudang.
Di sana mata Aiden kembali bersinar karena gelap "Awas di sana ada tikus" ujarnya sambil menarik kerah baju Wilson
"Dari mana kau tau?" tanya Aurora
"Entahlah mataku sedikit terang hari ini" balasnya
"Baiklah, tapi dimana kabel lampu itu ya?" tanya Aurora mencari kabel lampu
"Di sana" ujar Aiden sambil menunjuk ke arah kabel lampu
"Ah iya" mereka pun berjalan ke sana, kabel lampu itu terputus menjadi dua
"Kabel lampu sumbernya terputus pantas saja seluruh lampu di rumah kita padam" ujar Aiden
"Benarkah? Lalu sekarang bagaimana?" tanya Aurora
Sedangkan Wilson dia memegang ke dua kabel itu dan...
Bzzt bzzt ting
"Heh? Bagaimana bisa? Harusnya kita satukan dulu kedua kabel itu" ujar Aiden terkejut, sedangkan tangan Wilson kembali mengalir sesuatu yang berwarna kuning. Itu petir!
"Ta-tanganku" gumam Wilson
"Lepaskan kabel itu Wilson!" teriak Aurora sambil menarik tangan Wilson
Lampu kembali padam, sedangkan Aiden mengerutkan alisnya
"Ini aneh" ujarnya
"Sudah-sudah Aiden jika kau tau cara memperbaikinya maka perbaikilah dan Wilson ayo kita pergi" ucap Aurora menarik Wilson pergi dari sana
"Hei, kak Aurora tolong ambil perkakas" pinta Aiden
"Aku akan meminta Caroline membawakannya untukmu" balas Aurora yang semakin menjauh
"Hmm...ini aneh" gumam Aiden sambil memegang dagunya
Sementara Aurora mendengar keributan dari depan, itu suara adik-adiknya yang sedang heboh.
"Ada apa ini?" tanya Aurora
"Kak Aurora tadi saat Pyralis mengambil sisa kardus dan mengipas kami, anginnya sangat kencang seperti badai" jelas Veronica heboh
"Itu benar! Aku hampir saja terbang jika kak Nicho tidak menarik ku" ujar Caroline tak kalah heboh
"Hah...apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Aurora sambil memijat pelipisnya
"Wilson dengan tangan petir, Aiden dengan mata cahaya sekarang Pyralis dengan angin badai"
"Kak, kau baik-baik saja?" tanya Wilson
__ADS_1
"Ah iya aku baik-baik saja" jawabnya sambil tersenyum
"Caroline cari perkakas yang ada di bawah meja dan berikan itu kepada Aiden" pinta Aurora
"Baik kak" Caroline dengan semangat mencari perkakas itu lalu pergi ke gudang belakang
"Ayo kita masuk" ajak Aurora dan mereka semua pun masuk
"Wilson carikan lilin" pinta Aurora
"Baik kak" Wilson pun pergi mencari lilin, sementara Aurora membongkar semua laci lemari
"Kakak mencari apa?" tanya Veronica
"Korek api" jawab Aurora singkat
"Ini lilin nya kak" ujar Wilson yang datang dengan dua lilin putih panjang di tangannya
"Bagus letakkan di tatakan, aku mau mencari korek api dulu. Dimana korek apinya ya?" tanya Aurora pada dirinya sendiri lalu mengorek kembali laci-laci lemari
Sementara Wilson menaruh lilin ke tatakan yang ada di atas meja. Veronica melihat apa yang Wilson lakukan di meja, sedangkan Nicholas membantu mencari korek api.
Veronica menggosok hidungnya yang tiba-tiba gatal, tak lama dia pun bersin.
Hacuuh.....
Wushh
Lilin nya menyala saat Veronica bersin. Seketika ruangan yang tadi gelap menjadi sedikit terang berkat cahaya lilin. Wilson yang melihat itu hampir saja pingsan sedangkan Pyralis hanya melongo lalu menepuk tangannya.
"Eh? Kalian sudah menemukan korek apinya?" tanya Aurora heran sambil melihat ke arah mereka
"Ti-tidak kak" jawab Wilson
"Lalu? Bagaimana itu bisa hidup?" tanya Nicholas
"Tadi...tadi Veronica bersin lalu lilin itu menyala!" seru Pyralis heboh
"Hah? Benarkah?" tanya Veronica dia masih menggosok hidungnya
"Benar!" jawab Pyralis
"Itu tidak mungkin, kau jangan berbicara sembarangan" hanya Nicholas sambil mengambil tisu dan memberikannya kepada Veronica
"Tapi itu benar"
"Sudah, sudah kalian jangan bertengkar" ucap Aurora menengahi
"Veronica apa hidungku baik-baik saja?" tanya Aurora
"Hidung ku ba-baik...hacuuh..." Veronica kembali bersin dan kali ini membakar tisu yang ada di tangannya
Nicholas dan Aurora seketika melotot tidak percaya, sedangkan Pyralis, Veronica dan Wilson panik dan berteriak karena api.
"Aahh....kak-kak...kak Aurora!!" teriak Pyralis panik
"Kak-kak...kak Nicho tolong aku!!" teriak Veronica panik, tapi anehnya api itu tidak membakar tangannya
Wilson mencoba mengambil air dari belakang dan dia pun datang dengan seember air sedangkan Nicholas dia mengipas tangan Veronica berharap api itu padam. Tapi, saat dia mengipas tangan Veronica guyuran air entah dari mana membasahi tangan Veronica hingga api itu padam.
Sedangkan Wilson yang datang seketika mematung, melihat air yang entah dari mana datang hal itu juga berlaku untuk Veronica, Aurora dan Pyralis.
Sedangkan Nicholas bernapas lega melihat api di tangan Veronica padam. Dia lalu mengernyitkan dahi melihat semua orang yang menatapnya dengan bingung.
"Ada apa?" tanyanya, sepertinya dia tidak sadar jika dia yang sudah memadamkan api itu.
"Tidak apa" jawab Aurora
__ADS_1
"Hish...hari ini banyak sekali hal aneh yang terjadi" gumam Aurora sambil memijat kepalanya.