
Sepuluh tahun berlalu dengan secepat kilat. Satori berhasil membentuk Susanoo lengkap. Tapi dia tidak pernah menggunakannya untuk bertarung.
Bahkan mengeluarkannya saja tidak pernah. Tapi menurut perhitungannya, tahun ini adalah tahun untuk dirinya dan juga Minato tentunya untuk bersinar.
Dia akan mencoba membunuh A Raikage ke tiga. Atau mencoba mengalahkan Jinchuuriki Gyuki atau Ekor Delapan. Seharusnya tidak terlalu susah, dan bisa saja seperti membalikkan telapak tangan dengan Susanoo Sempurna.
Satori sangat yakin bisa mengalahkan Hachibi n Killer Bee dengan Sage Mode yang telah di improvisasi.
...-----...
Nama Crimson Wind sudah mulai meredup karena sudah hampir 16 tahun tidak terlihat melakukan pergerakan. Banyak spekulasi mengatakan bahwa dia pensiun dari dunia Ninja setelah orang tuanya meninggal.
"Shinobi Satori Uchiha, Tuan Hokage memanggil anda!" ucap seorang Anbu yang tiba-tiba muncul.
"Sudah waktunya."
Walaupun peringkat Satori masih seorang Jounin, tapi Hokage tetap memanggilnya dalam pembahasan strategi perang. Tak ada yang protes tentang hal itu juga.
Pangkat tidak menunjukkan kekuatan asli seseorang. Satori pastinya tidak hanya berdiam diri selama dua puluh tahun ini. Dia pasti melakukan latihan keras, setidaknya.
Saat rapat sedang panas-panasnya, Satori mengajukan diri untuk di letakkan ke Medan Perang Konoha-Kumo. Dan yang lebih gilanya lagi, dia meminta agar sendiri.
Banyak petinggi dan ninja Elite yang menganggapnya gila. Hiruzen tentu saja tidak menyetujui pernyataan Satori. Karena hal itu cukup beresiko.
Tapi setelah bersilat lidah dengan panjang, akhirnya Hiruzen menyetujui permintaan Satori. Dengan syarat membawa 500 Shinobi Genin, 300 Chunin, dan 15 Jounin untuk membackup dari belakang jika saja Satori kalah atau tewas.
...-----...
Hari yang di tentukan telah tiba. Setelah melakukan pembahasan strategi yang sebenarnya dianggap tidak perlu oleh Satori, akhirnya dirinya bisa melihat lautan Shinobi Kumo.
Di antara mereka, terlihat dua orang yang berdiri paling depan. Mereka adalah A Raikage masa depan dan Killer Bee, Jinchuuriki Sempurna Hachibi.
"SERAAANGG!!!"
Melihat serangan frontal dari Kumo Shinobi di mulai, Satori menyatukan kedua telapak tangannya. Kemudian cahaya merah pucat perlahan menyebar dari kaki hingga ke seluruh tubuhnya.
Corak aneh berwarna biru muncul di sekitar matanya. Yang kemudian retakan-retakan berwarna yang juga berwarna biru menyebar seperti aliran air dari corak tersebut.
Setelah transformasi nya selesai, Shinobi Kumo sudah berada 50 meter dari tempatnya saat ini. Shinobi Konoha mulai bersiap untuk bertarung juga diikuti dengan perasaan penuh waspada dan penasaran.
"Siapkan Jutsu Batu!" teriak seorang Elite Jounin Kumo.
__ADS_1
Jutsu Elemen Tanah akan mereka gunakan untuk menahan gempuran dari Rasengan Angin yang dimiliki oleh Satori karena mereka berpikir bahwa teknik tersebut adalah teknik terkuat Satori.
Yah walaupun ada kemungkinan lainnya. Satori langsung membentuk sebuah Sage Rasengan Angin yang besar untuk serangan pembuka.
Dia membuat Rasengan berukuran 1 meter yang kemudian dia lempar ke pasukan Shinobi Kumo.
"Stone Release : Stone Wall!"
Ratusan Shinobi menggunakan satu Jutsu yang sama. Alhasil terbentuklah dinding batu yang sangat besar dan panjang.
BOOOM
Bola Rasengan membentur dinding batu dan menyebabkan ledakan berskala besar. Aliran angin di sekitar ledakan bergerak dengan kecepatan tinggi.
Berbeda dengan tujuh belas tahun dimana Rasengannya hanya bertahan selama 3 detik, kini Rasengan milik Satori bisa bertahan hingga sepuluh detik.
Ninja Kumo yang berada dekat dengan ledakan langsung merasakan tarikan kuat. Sedangkan yang sangat dekat langsung hancur lebur akibat kuatnya pusaran angin yang dihasilkan.
"Serangan itu...Hampir sekuat Bijuudama!" walaupun terkejut, tapi gaya bicara B tetap dengan vokal yang aneh.
A yang mendengar perkataan B terkejut. Ia tidak menyangka kekuatan Crimson Wind meningkat sangat jauh dalam kurun waktu tiga belas tahun.
Di Medan Perang, akibat satu ledakan Rasengan Elemen Angin Satori memakan 50 lebih nyawa Shinobi Kumo.
"Masih kurang." Satori mengangkat tangan kirinya. Setelah itu pusaran angin dengan sengatan listrik kecil dan Chakra berwarna merah muncul di telapak tangannya.
Perlahan-lahan membentuk sebuah Rasengan yang berbeda dari sebelumnya. Ini adalah Rasengan Elemen Angin-Petir yang diciptakan oleh Satori.
Melihat Kumo Shinobi yang masih berdiam diri dan bersembunyi di balik dinding batu, Satori langsung melemparkan Rasengan nya.
CIIUUNG
Saat Rasengan meluncur dari tangan Satori, dengungan keras terdengar di ikuti dengan munculnya retakan-retakan di tanah walaupun Rasengan berada puluhan meter dari permukaan.
"Bee! Serangan itu sangat kuat. Mungkin bisa membunuh ratusan orang sekaligus." suara Gyuki terdengar di pikiran B.
"Huh sudah kuduga dia adalah lawan yang sangat kuat!"
Dengan segera Killer Bee memasuki mode jubah Chakra yang paling terakhir. Tubuh B langsung diselimuti oleh Chakra merah gelap dan delapan ekor muncul di belakangnya.
Setelah itu, dia langsung menciptakan Bijuudama dan diarahkan ke Rasengan milik Satori.
__ADS_1
BOOOMM
Kedua Chakra raksasa tersebut saling menghantam dan menyebabkan ledakan kuat di langit. Gelombang kejutnya membuat Shinobi Kumo dan Konoha terbang ke sana kemari.
Bahkan sebuah tornado mini tercipta di sekitar tempat ledakan. A yang melihat besarnya ledakan menggenggam erat tangannya.
Kemudian percikan listrik biru mulai menutupi seluruh tubuhnya. Setelah itu A langsung melesat mendekati Satori dan memberi perintah untuk mundur.
Satori yang melihat A dan B mulai bergerak tersenyum tipis. Satori sangat yakin dengan kekuatannya saat ini pasti bisa menekan mereka.
CEKLEK
Ia menarik sebuah pedang sepanjang satu setengah meter dari sarungnya. Memang dari dulu Satori berlatih Kenjutsu. Tapi ia tidak tahu seberapa ahli ia dalam Kenjutsu karena tak pernah menggunakannya dalam pertarungan.
Satori membentuk kuda-kuda bertarung dengan pedang panjang. Saat ini Satori terlihat keren. Ia memiliki rambut sepanjang pinggang.
Perawakannya yang bahkan lebih tinggi dari Jiraiya, dan tambahan dari Sage Mode nya. Mungkin jika dia berada di pameran, maka akan banyak Fangirl yang mengelilinginya.
Tapi dia sekarang berada di Medan Perang, hanya kilatan biru saja yang mengelilinginya.
"Cepat! Sangat cepat!" Satori sangat kagum dengan kecepatan A, tapi ia tetap mempertahankan ketenangannya.
"Sharingan!" setelah mengaktifkan Sharingan nya, Satori mulai melapisi tubuhnya dengan Chakra Petir.
Ia belajar banyak hal tentang dunia Shinobi di kehidupan pertamanya. Dengan pengetahuan tersebut ia melakukan beberapa percobaan.
Salah satunya dengan menggunakan petir untuk meningkatkan kecepatan. Memang hal ini cukup umum bagi Shinobi Kumo. Tapi bagi yang tidak tahu cara yang tepat untuk menggunakannya bisa berakibat fatal.
Mungkin kebanyakan orang akan mencoba mengendalikan Chakra Raiton, tapi sebenarnya itu tidak perlu. Apalagi untuk penggunaan di seluruh tubuh.
Yang diperlukan hanyalah membiarkannya bergerak tidak stabil karena itu adalah karakteristik dari Raiton. Tapi jika terus dibiarkan juga akan fatal.
Chakra Raiton yang dibiarkan tak stabil selama beberapa detik akan meledak jika berada di dalam tubuh. Dan cara mengatasinya adalah dengan berskala mengeluarkannya dari tubuh.
Di sinilah kesulitannya, mengeluarkan Chakra dalam jumlah besar dari waktu bersamaan dan juga di titik berbeda dalam tubuh sangatlah sulit.
Bagi Satori saja membutuhkan waktu 3 tahun untuk bisa melakukannya dengan sempurna. Waktu tiga tahun yang dihabiskan oleh Satori membuahkan hasil yang memuaskan.
Ada satu efek yang sangat besar, Chakra Raiton jika melewati sel-sel tubuh akan menciptakan getaran yang membuat sel terangsang dan akan bekerja lebih cepat.
Hal ini bisa membuat sel-sel dalam tubuh menjadi lebih kuat jika digunakan dalam waktu yang lama.
__ADS_1
Satori sangat yakin bahwa Raikage ketiga juga mempraktekkan hal yang sama untuk mendapatkan ketahanan tubuh yang sangat kuat.
Tentu saja dia sudah pasti mempraktekkan nya sejak masih kecil hingga mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.