
Dua tahun kemudian, Sasuke telah lahir ke dunia. Dan orang yang paling bahagia saat itu adalah Itachi.
Itachi saat itu masih berusia 5 tahun, tapi memiliki kekuatan setara dengan seorang Chunin atau mungkin lebih tinggi lagi. Dia juga belajar kepada Satori secara diam-diam.
Satori mengajarkan tentang mata Sharingan dan cara mendapatkan Mangekyou Sharingan. Itachi cukup terkejut saat mengetahui cara mendapatkan Mangekyou Sharingan.
Ia juga diberi tahukan efek samping dari penggunaan Mangekyou secara berlebihan yaitu kehilangan penglihatan.
Tapi Satori tidak memberitahu kan tentang Amaterasu dan juga Susanoo. Lambat laun bocah jenius tersebut akan mengetahuinya sendiri.
...-----...
......2 Bulan Kemudian......
"Sudah dua bulan...Seharusnya saat ini waktunya." Satori sedang berkeliling di jalanan Desa.
Penampilannya cukup mencolok di antara pejalan kaki karena menggunakan sebuah kimono putih yang cerah.
"Kyaa, Crimson Wind sungguh tampan!!"
"Tapi kenapa, dia membawa pedang?"
"Benar, apakah terjadi sesuatu?"
Satori dapat mendengar bisik-bisik dari para pejalan kaki lain. Tapi ia hanya menghiraukannya saja dan masih larut dalam pikirannya.
"Petinggi Konoha sudah mulai waspada terhadapku. Cih, para Daging Berkarat itu selalu ingin menyingkirkan orang kuat di Konoha. Jika mereka terus berkuasa maka Desa bisa saja hancur kekurangan orang kuat." batin Satori.
Saat itu Satori melihat suatu benda bola besar yang ukurannya terus membesar. Ia pikir itu bulan yang jatuh, tapi saat merasakan Chakra yang kuat baru saat itu ia menyadarinya.
"Sudah dimulai! Tapi kenapa Bijuudama tersebut tepat mengarah kepadaku?!" Satori dengan cepat menyatukan kedua tangannya dan mengaktifkan Sage Mode.
Setelah itu dia menciptakan sebuah Rasengan Kolosal untuk menghentikan Bijuudama yang mengarah ke Desa.
CIUUNG
BOOOOMM
"Aaahh!!"
"Apa yang terjadi?!" banyak warga Desa menjadi panik.
"Cepat menjauh dari Medan Pertempuran!" Satori berteriak kepada warga yang berada di sekitarnya.
Mendengar teriakannya para warga Desa berhamburan menjauh secepat mungkin dari tempat tersebut.
ROOOARRR
Satori melompat ke atap bangunan dan melihat seekor rubah berwarna merah setinggi seratus meter dan berekor sembilan tengah membuat kacau.
"Kyubi, betapa menyeramkannya." Satori membatin.
Ia juga melihat seseorang berdiri di atas kepala Kurama. Kemudian sebuah kilatan kuning muncul di belakang sosok tersebut.
"Mereka sudah mulai bertarung."
"Jadi, KAU ADALAH LAWAN KU RUBAH JELEK!"
__ADS_1
"Sharingan!" Satori mengaktifkan Sharingannya kemudian menggigit ibu jarinya. Aura biru terang berkumpul di sekitarnya dan mulai menciptakan bentuk humanoid raksasa.
Perlahan-lahan wajah dari humanoid tersebut mulai terbentuk hingga seluruh tubuhnya juga mulai terlihat jelas.
Susanoo!
Susanoo milik Satori memiliki tinggi seratus meter. Membawa pedang yang memiliki pedang panjang di tangan kanannya dan rantai berwarna hitam yang melilit tangan kirinya.
Susanoo milik Satori memiliki wajah yang mirip dengan lainnya. Tapi Samurai raksasa tersebut memiliki empat lubang mata dan kumis yang bahkan lebarnya melewati lebar wajahnya.
Ada empat tanduk rusa di atas kepala Susanoo Satori dan dua tanduk seperti kerbau di atas dahi sampingnya. Susanoo Satori memiliki rambut panjang yang seperti rambut ilusi.
Karena pada kepanjangan tertentu rambut tersebut menghilang.
"Ugh, sangat menyakitkan." Satori merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Seperti setiap sel-sel nya di tusuk oleh jarum-jarum tipis.
Sesaat kemudian, ia mulai menghiraukan rasa sakit tersebut dan menatap tajam ke arah Kurama, hendak menyelesaikannya dengan cepat.
BUUUMM
Susanoo melompat ke arah Kurama dan menyebabkan getaran.
Di sisi lain, pria misterius dan Minato yang sedang bertarung sedikit terganggu dengan banyaknya getaran yang terjadi.
"Apa yang terjadi? Apakah Kyubi mengamuk dengan hebat?" Minato risau.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Kurama sedang dalam posisi tergeletak dan yang lebih menyedihkannya lagi, kepalanya terus di injak oleh Susanoo Satori.
ROOAARR
Kurama mengamuk dan mangaum keras. Kemudian ia membentuk Bijuudama walaupun kepalanya terus terinjak.
BAAMM
Satori menginjak kepala Kurama sekali lagi dan mulai terbang menggunakan Susanoo nya, seperti memberi kesempatan kepada Kurama untuk menggunakan Bijuudama.
Tapi tujuannya tidak begitu. Satori melepaskan ikatan rantai di tangan kirinya, kemudian dia melemparkan rantai tersebut ke arah Kyubi.
ROAAR
Dengan sendirinya rantai hitam tersebut melilit leher Kurama.
"Hiaaarrgghhh"
ROOOARR
Kyubi menahan sebisa mungkin agar tubuhnya tidak ditarik ke atas, tapi karena cengkraman rantai yang semakin kencang membuatnya melemah dan berhasil tertarik keatas.
"Haha, dimana lagi melihat seekor rubah terbang?" Satori membawa nya terbang menjauh dari Konoha.
Banyak petinggi Konoha yang baru saja muncul dibuat bingung oleh seekor rubah raksasa yang sedang terbang.
"Itu...Kyubi? Sejak kapan Ekor Sembilan bisa terbang?"
"Hei lihat!"
Jika mereka perhatikan lebih lanjut, ada benda berwarna biru yang terbang tidak jauh di atas Kyubi.
__ADS_1
"Makhluk apa itu?"
...-----...
Satori membawa terbang Kyubi memiliki tujuannya sendiri. Dia akan membawa Kurama setinggi mungkin kemudian melepaskannya dan mengirimkan Rasengan Super Kolosal ke arahnya.
Dengan begitu dia yakin bisa melemahkan nya. Dan urusan selanjutnya biarkan Minato dan istrinya yang menangani.
"Sepertinya sudah cukup tinggi."
Satori melepaskan ikatan rantai di leher Kurama sambil menciptakan Sage Rasengan Elemen Angin-Petir yang sangat besar. Lebih besar dari kepala Susanoo.
ROOOAARR
CIIIUUNG
Satori melemparkan Rasengan nya ke arah Kurama yang sedang meluncur seperti meteor. Rasengan besar tersebut terus membesar hingga menelan Kurama di dalamnya.
BOOOOMM
Ledakan menyebabkan kawah ribuan meter.
"Ugh, sangat sakit!" Satori mengerang. Kemudian dia terbang turun dan menonaktifkan Susanoo nya.
"Sepertinya Rasengan tadi menghabiskan Chakra ku."
Sosok misterius melihat seluruh kejadian tersebut, setelah itu ia memutuskan untuk mundur karena rencananya gagal.
Minato yang melihat lawannya pergi tidak menghiraukannya lagi. Ia pergi mencari putra nya dan Kushina.
ROOOARR
Kurama kembali bangkit setelah terkapar sesaat di tengah kawah raksasa. Ia kembali menuju Konoha.
Satori yang tahu dimana letak Minato dan Kushina langsung menuju ke sana.
Ia melihat reuni keluarga tersebut.
"Satu sekarat, dua sehat. Sungguh keluarga yang harmonis." Satori membatin.
"Hoy, Minato!"
"Aku sudah mencoba yang terbaik. Setelah ini kuserahkan kepadamu." ucap Satori dengan wajah serius.
"Baik. Dan terimakasih Satori-san." Satori langsung pergi dari tempat itu dan mengamatinya dari jauh.
Tak berapa lama, Kurama muncul. Seperti di Cannon nya, Kushina menahan Kurama dan terjadi perdebatan antaranya dan Minato. Dan akhirnya...
"Huft, kupikir masih ada sedikit perubahan. Yah tak apalah." Satori menghela nafas panjang.
Satori mendekati Naruto dan kedua orang yang tergeletak itu. Begitu juga dengan Hiruzen.
Dengan hati-hati Satori menggendong bayi Naruto.
BROOT
__ADS_1
"K-kurang ajar. Jadi bayi saja sudah mengesalkan begini." Satori mengumpat dalam hatinya saat Naruto bayi tiba-tiba buang angin.