Shinobi In Another World

Shinobi In Another World
Chapter. 8 - Menghajar Para Bocah


__ADS_3

Suatu hari di Gunung Myōboku, Satori yang sedang merekonstruksi ulang Susanoo nya menggunakan Chakra dan Energi Alam tiba-tiba berhenti dari kegiatannya.


Aura putih dan Susanoo Humanoid nya yang sudah memiliki kaki langsung menghilang. Katak-katak yang berada di sekitarnya menjadi bingung kenapa Satori berhenti.


"Ternyata kekuatan Susanoo ku tidak ada perbedaannya. Sepertinya kunci dari kekuatan Susanoo adalah penggunaan Mangekyou Sharingan." gumam Satori.


Ia yakin untuk mengeluarkan potensi penuh dari Susanoo adalah menggunakan Mangekyou Sharingan untuk membangkitkan nya. Tapi Satori sangat berhati-hati menggunakan Mangekyou Sharingan.


Karena itu Satori hanya pernah menggunakan Mangekyou Sharingan selama sepuluh detik. Lima detik setelah membangkitkan nya dan lima detik saat menunjukkannya pada petinggi Klan.


Tapi dikatakan kekuatan Susanoo Satori yang baru tidak ada perbedaannya, senjata yang digunakan sekarang berbeda dari yang pertama. Susanoo awal Satori menggunakan pedang panjang dengan duri-duri di bilahnya dan seutas rantai hitam di tangan kiri.


Sedangkan Susanoo kedua Satori membawa sebuah palu besar yang dipegang oleh dua tangan kanannya. Ya, dua tangan kanan. Ini perbedaan Susanoo pertamanya dan yang kedua.


Susanoo kedua Satori membawa palu raksasa yang dipegang oleh kedua tangan kanannya dan juga sebuah tombak atau tongkat di tangan kirinya.


Dari penampilan, Susanoo kedua Satori persis seperti yang pertama. Hanya aura utamanya saja yang berubah, dari biru cerah ke putih.


"Jika aku ingin cepat kuat, maka rencana ku harus di jalankan secepat mungkin." Satori membatin.


...-----...


Setahun kemudian, di Konoha. Satori telah kembali. Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah bertemu dengan Sasuke, atau jika ada Naruto bersama Sasuke itu lebih baik.


Dengan kemampuan Sensor yang didapat dari mempelajari Sage Mode, Satori dengan mudah menemukan Sasuke, bahkan ada Naruto, Sakura dan Kakashi bersamanya.


"Gotcha!"


Setelah menemukan keberadaan mereka, ia langsung cus ke sana. Tim 7 yang dipimpin Kakashi saat ini sedang berlatih.


PUUFF


"Huaah!" Buku bersampul biru yang berada di tangan Kakashi terjatuh. Dengan spontan Satori menangkapnya.


"Hmn?" walaupun sudah tau buku apa itu, Satori masih membaca sampulnya.


"Satori-san?" Kakashi menjadi pucat saat melihat buku favorit nya dibawa terbang oleh sebuah Rasengan Super Mini.


"Entah Segel apa yang diletakkan Ero-Sennin pada buku itu hingga orang yang membacanya bisa tersenyum mesum dan meneteskan liur saat membacanya."


"Ah?" Kakashi langsung merasa malu.

__ADS_1


"Lupakan yang barusan saja terjadi..."


"Nyom...Nyom...Swayur ini swangat enwak!"


"Hey jangan kau habiskan! Itu untuk Sasuke-kun!"


PLAK


"Adoh, adoh, adoh!"


"Cemh." Sasuke berkerut melihat kelakuan Sakura dan Naruto.


"Yo!" tiga bocah yang sedang sibuk sama dirinya sendiri itu langsung menoleh ke arah suara yang ternyata berasal dari sosok pria dengan tinggi lebih dari dua meter dan rambut panjang hingga lutut.


"Paman?" Naruto mengenal sosok tersebut sebagai Paman.


"Satori-sama?"


"Satori-sama?" Naruto mengulangi panggilan Sasuke terhadap Paman nya.


"Hm?" Sakura yang tidak mengetahui apa-apa hanya melihat Naruto dan Sasuke secara bergantian.


"K-kau brengsek. Jadi kau masih berani kembali?" Naruto terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Sasuke. Sedangkan Satori mengubah ekspresi wajahnya.


"Kemana saja kau saat semua Anggota Klan di bunuh? Kemana?!" Sasuke bocah berteriak keras.


"D-dan lagi...Itachi...Itachi, muridmu itu yang melakukannya!"


"Pertama, jaga bicaramu terhadap orang yang lebih tua bocah. Perkataan mu sungguh tidak sop..."


"Untuk apa aku sopan kepadamu?! Chidori!" Sharingan dua Tomoe Sasuke terbangun. Setelah itu dengan petir-petir biru ditangannya ia berlari menuju Satori.


"Hiyaaahhh!!!"


KRAAKK


Saat tangannya hampir menggapai sosok Satori, pria itu menghilang dan muncul tepat di sampingnya. Telapak tangan Sasuke digenggam oleh Satori hingga Chidori di tangannya menghilang.


"Huergh!"


Sasuke mengerang. Tapi tiba-tiba tangan kirinya melemparkan empat kunai. Sosok Satori kembali menghilang dan muncul kembali setelah sepersekian detik dengan sebuah tendangan mengarah ke perut Sasuke.

__ADS_1


BRUUK


Sasuke terpental dan tubuhnya menabrak ranting pohon hingga patah dan kembali terjatuh ke tanah. Seketika itu Sasuke kehilangan kesadarannya.


"Sasuke!"


"Sasuke-kun!"


Naruto dan Sakura langsung melesat menuju ke arah Sasuke yang tidak sadarkan diri. Melihat orang yang di sukainya terluka, Sakura marah dan ingin bertarung dengan Satori.


Tapi Naruto menahannya.


"Paman, kenapa kau melakukan ini kepada Sasuke? Apa salahnya?" Naruto bertanya.


"Apakah kau tidak mendengarnya. Dia berbicara tidak sopan padaku." Satori melipat tangannya.


"Itu bukanlah salah Sasuke!"


"Bruh, bocah ini?"


"Walaupun aku bodoh, tapi aku sedikit mengerti tentang apa yang Sasuke bicarakan. Kenapa Paman tidak menolong Klan Paman?" tanya Naruto.


"Benar yang Sasuke katakan, Paman adalah seorang brengsek."


"Eeeehhh!" Kakashi yang memperhatikan dari jauh terkejut mendengar perkataan Naruto.


Ia tahu bahwa sejak kecil Naruto telah dirawat dengan baik oleh Satori. Sebagai Ninja peringkat tinggi, Satori rela untuk mengurus seorang anak (walaupun di tinggalin sendiri waktu lima taun)


Mungkin, Satori mau melakukannya karena Naruto adalah Jinchuuriki Kyubi dan ingin suatu hari nanti anak itu membalas budinya. Tapi Satori sendiri tidak mengatakan identitasnya kepada Naruto.


Hal ini berarti Satori tidak meminta imbalan dari merawat Naruto.


Dan sekarang Naruto, yang telah ia rawat selama lima taun malah berkata kasar kepadanya, bagaimana perasaannya?


"Jika aku menjadi Satori-san maka ia akan ku jadikan seperti Villain di Icha Icha Paradaise!"


-----


Terimakasih bagi kalian yang sudah membaca Novel Fanfic yang tidak jelas ini. Saya tidak menyangka bahwa novel saya akan menghibur banyak orang.


Oiya saya minta maaf karena sudah beberapa hari tidak mengupdate chapter baru. Dan maaf sekali lagi bagi yang menyadari kesalahan yang saya lakukan pada tulisan ini.

__ADS_1


Kesalahan tersebut adalah soal usia Satori. Mungkin setelah Chapter ini keluar, kesalahannya sudah diperbaiki.


Sekali lagi mohon maaf


__ADS_2