
Keesokan harinya pemakan diadakan. Banyak Shinobi Elite yang hadir, termasuk Satori yang sedang menggendong Naruto bayi.
...-----...
Lima tahun berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah 32 tahun Satori telah hidup di dunia ini. Dia merasa seakan-akan semuanya terjadi dengan singkat (Ya lah karena gw time skip)
Lima tahun Satori habiskan dengan berlatih banyak hal. Tapi dia tidak bisa berlatih dalam jangka waktu yang lama karena harus merawat Naruto dan melatih Itachi.
"Tahun ini bocah itu sudah berusia lima tahun. Seharusnya aku bisa mengambil misi." gumam Satori.
Walaupun dia sudah termasuk ninja peringkat tinggi di Konoha, tapi keuangannya mulai menipis karena tidak pernah mengambil misi selama lima tahun ini.
Ia sudah menghabiskan total 15 juta Ryo selama lima tahun. Mengapa sangat banyak? Selain untuk keperluan Naruto, jumlah yang ekspensif itu berasal dari bahan dan sumber daya nya untuk berlatih.
Jika di selisih kan, maka 14.5 juta untuknya dan 500 ribu untuk Naruto.
"Aku pulang!"
Naruto masuk ke rumah dengan wajah yang riang seperti setiap harinya. Walaupun saat sedang berjalan-jalan banyak orang yang menghindarinya, Naruto tetap riang seperti biasanya.
"Naruto, mungkin aku akan pergi selama beberapa hari." ucap Satori yang sedang duduk di ruang depan.
"Huh? Paman ingin kemana?" Naruto yang hendak ke kamarnya langsung berbalik badan.
"Mengerjakan misi."
"Misi?" Naruto yang tidak tahu apa-apa hanya menatap Satori dengan kepala miring.
"Sudah tak usah di pikirkan. Malam ini kita akan makan ramen sepuasnya." ucap Satori sambil tersenyum dan mengacak rambut Naruto.
"Woo, makan ramen. Ayo!" Naruto langsung bersemangat dan menarik lengan Satori dan menuju Ichiraku Ramen.
__ADS_1
...-----...
Beberapa bulan kemudian, Satori telah mengerjakan 14 misi Rank-B dan 5 misi Rank-A. Walaupun tidak banyak, tapi sudah cukup untuk mengisi kembali kantongnya karena sebentar lagi dia akan kembali berlatih mati-matian.
Satori hendak membangun ulang Susanoo nya karena menurutnya kurang kuat. Tapi sebelum itu ia harus memasukkan Naruto ke Akademi, baru setelah itu meninggalkan Konoha untuk berlatih.
Mungkin dua sampai lima tahun. Menurut seberapa cepat dia membentuk ulang Susanoo nya. Selain itu Satori juga hendak mempelajari Sage Mode dari Gunung Myōboku yang pastinya akan menambah jumlah waktu latihannya.
Ia juga meninggalkan beberapa uang untuk Naruto dan meminta tolong Hiruzen agar bisa memberikan uang bulanan kepada Naruto. Tentu saja orang tua itu menerima nya karena Naruto adalah putra dari Hokage ke empat dan Jinchuuriki Kyubi.
Jadi mengeluarkan uang sedikit tidak terlalu menjadi masalah.
Setelah semua urusan beres Satori langsung cus menuju Gunung Myōboku.
...-----...
Selama satu tahun berada di Gunung Myōboku, Satori memiliki peningkatan kekuatan secara drastis. Terutama pada Sage Mode nya.
Setelah mengaktifkan Sage Mode Gunung Myōboku, kekuatan Satori meningkat dengan drastis. Ini dikarenakan oleh Sage Mode Gunung Myōboku di fokuskan terhadap kekuatan.
Tapi karena Sage Mode Hutan Shikkotsu membuat Satori menjadi awet muda bahkan di usianya yang sudah menginjak 33 tahun.
"Sekarang mari bereksperimen. Aku akan menggabungkan dua Sage Mode ini." tidak pernah dalam sejarah ada orang yang menggabungkan Sage Mode.
Bukan karena tidak mungkin, tapi tidak ada yang mampu menguasai dua Sage Mode sekaligus.
Untuk menggabungkan dua Sage Mode mungkin saja, asalkan bisa menggabungkan dua olahan Energi Alam yang berbeda.
Proses ini sangat lama dan perlu fokus ekstra. Satori harus mengolah Energi Alam di dalam tubuh nya dengan dua cara yang berbeda dalam satu waktu.
Dua tahun kemudian, Satori berhasil menggabungkan dua Sage Mode dan menciptakan Sage Mode jenis baru.
__ADS_1
Saat Sage Mode diaktifkan, maka jubah bercahaya putih keunguan muncul dan menyelimuti tubuh Satori.
Walaupun tubuhnya di selimuti jubah bercahaya putih keunguan, tapi wajah dan rambut panjangnya tetap bertahan dengan cahaya merah pucat dan corak aneh di sekitar matanya.
Setelah puas melihat-lihat tampilan baru Sage Mode nya, Satori melanjutkan latihan Toad Sage Mode selama beberapa bulan lagi sebelum merekonstruksi Susanoo.
...-----...
Beberapa bulan kemudian, malam hari di Konoha. Itachi, menatap komplek Klannya dengan tatapan kosong.
"Maafkan aku ayah, ibu. Dan..." air mata menetes dari mata Sharingannya. Setelah itu Itachi menghilang dari tempat tersebut.
Malam hari itu, Klan Uchiha yang terkenal lenyap dari muka Dunia Shinobi. Kecuali Itachi, Sasuke, dan tentunya Satori.
Di kantor Hokage, Hiruzen -- Hokage Ketiga sedang berdiri di atap Kantor Hokage. Dibelakangnya, Itachi sedang setengah berlutut.
"Hmm, tak ku sangka kau bertindak sejauh ini." ucap Hiruzen.
"Saya tidak memiliki jalan lainnya. Saya menginginkan tidak adanya peperangan saudara di Konoha, dan agar Sasuke tetap aman." jawab Itachi tanpa emosi dan mengangkat kepalanya melihat Hiruzen.
"Satori, bagaimana dengan Satori. Kemungkinan besar, dia akan memburu mu. Ingatlah, Satori adalah orang terkuat di Konoha. Bisa saja dia membunuh adik mu untuk balas dendam."
Itachi tersenyum mendengar perkataan Hiruzen.
"Saya yakin Sensei tidak akan membunuh Sasuke." Itachi menjawab dengan yakin.
Hiruzen mengangkat alisnya.
"Jika adik mu di apa-apakan oleh Satori, aku akan angkat tangan." Hiruzen mengangkat tangannya.
"Terimakasih Sandaime."
__ADS_1
"Ini bocah kenapa malah berterima kasih?" batin Hiruzen sambil menatap Itachi dengan aneh.
Di tempat lain : "Panen mata, panen mata..."