
...Perkenalkan namaku Misha Maharani aku dikenal dengan nama Misha dan tahun ini usiaku 18 tahun, aku kuliah di kampus komputer di dekat rumahku dan kini aku tinggal dengan ibu, nenek, dan adik perempuanku bernama desty....
...*** Masuk ke cerita ***...
“AHHHHH”
“suara siapa itu? Jangan... jang-an” ucapku lalu berlari mencari sumber suara itu.
“perasaan tadi dari sini suranya”
“tol-long... siapapun tol-long aku”
“AKKHHHH TAK ADA YANG BISA MENOLONGMU HAHAHA....”
“AHHHH” teriakku
.
Dring...
.
“astaga mimpi ini lagi”
“aku mandi ajalah ntar telat ke kampus lagi” ucapku seraya bangkit dari kasur.
Aku mandi dan menyelesaikan segala kerjaan rumah lalu berangkat ke kampus dengan sepedaku.
“wahh hari ini cuacanya sejuk”
Aku terus mengkayuh sepedaku hingga sampai di kampus aku langsung memarkirkan sepedaku dan berjalan mencari kelas.
“dimana yah kelasku dari tadi dah keliling gak ada jumpa” gumamku.
“permisi kak, mau tanya kelas komputer 1 dimana yah kak?” tanyaku sopan.
“di ujung lantai 2 kak”
“makasih ya kak
“ya kak sama – sama”
Aku berjalan menyusuri tangga dan dipenghujung ruangan aku sama sekali tak menemukan kelasku.
“dimana sih, tuh orang nipu kali yah” batinku kesal.
“siapa itu?” tanyaku dalam hati saat melihat seseorang didalam gudang.
Aku perlahan mendekati ruangan itu dan menepuk orang itu dan saat ia berbalik sungguh membuatku kaget, aku refleks berlari dari gudang itu namun sangat cepat orang itu berada didepanku.
“ahhh monster!!!” teriakku.
“TAK ADA YANG BISA MENOLONGMU DISINI HAHA....” ucapnya remeh.
.
Brak...
.
Tiba – tiba saja suara pintu yang dibuka secara paksa.
“AKKKHHH KAU LAGI”
Mereke pun bertarung sangat sengit hingga gudang itu bertebaran cahaya biru dan hitam.
“apa ini ?” batinku.
“HAHA..... SEKARANG KAU GAK BISA KABUR DARIKU “
“apa ma-maumu?” ucapku takut.
“TENTU SAJA KAU, AKKKKHHHH” ucapnya mendekatiku
“awas kau!!” teriakku.
“HAHA... AKU LAPAR SEKARANG WAKTUNYA MAKAN”
“AHHHH” teriakku memalingkan wajah saat monster itu dikerumuni asap hitam dengan mata yang merah dan membuka mulutnya yang sangat lebar dengan taring yang panjang.
“AKKKHHHH SIAPA KAU” ucapnya pada pria yang tiba – tiba menggores tubuhnya.
“BERANI SEKALI KAU” katanya dan luka ditubuhnya kembali seperti semula.
Tiba – tiba ada ingatan yang muncul sekilas di dalam pikiranku.
“ahh kepalaku, a-apa la-gi” ucapku pelan seraya memegang kepalaku.
“iya kak”
“baiklah aku hitung yah lima... sepuluh... lima belas...”
__ADS_1
“dimana aku mau sembunyinya” batin desty mencari tempat persembunyian.
“ah disitu” gumamnya yang telah menemukan tempat untuk bersembunyi.
“sembilan puluh lima... se- ratus.... oke aku cari yah” ucapku melihat sekeliling.
“cepat sekali tuh bocah sembunyinya”
“AHHHHH”
“suara siapa itu? Jangan... jang-an” ucapku lalu berlari mencari sumber suara itu.
“perasaan tadi dari sini suranya”
“tol-long... siapapun tol-long aku”
“AKKHHHH TAK ADA YANG BISA MENOLONGMU HAHAHA....”
“desty” batinku dari bebalik semak.
“woi!!! Sini kau monster buruk” ejekku.
“AKKKKHHHHH BERANI SEKALI KAU AKHHH....” ucapnya lalu mengejarku.
Aku berlari sekuat tenagaku agar tak dapat ditangkap oleh monster itu namun, apa daya monster itu kini sudah di depanku.
“ahhhh sa- sakitnya” teriakku pelan.
Aku terus mendapatkan penglihatan yang menakutkan di dalam pikiranku hingga membuat kepalaku sungguh berat dan sakit, aku yang merasa kesakitan pun terus memegang kepalaku sambil menutup telingaku
“AHHHH” teriakku sambil mengeluarkan cahaya ungu sehingga membuat pria itu terpental kedinding sedangkan monster itu berubah menjadi abu dan menghilang.
Karena hal itu semua warna cahaya menghilang perlahan, pria yang tadi terpental pun kaget melihat misha dan kekuatannya itu sedangkan misha merasa tubuhnya semakin melemah.
“hah.. huh.. kep-palaku” kataku lalu jatuh pingsan yang dengan sigap pria itu menarikku keudara dengan kekuatannya.
“siapa gadis ini” sambil terbang diudara dan menangkap gadis itu.
...*** di UKS ***...
“kau gapapa? ”
“gapapa” jawabku seraya berusaha bangkit dari kasurku.
“biar kubantu”
“kau siapa?” tanyaku saat melihat seorang pria yang berada didepanku.
“kenalkan namaku ezra anak semester 3, kalau boleh tau siapa namamu?”
“ternyata kau anak baru?"
“iya kak”
“kalau begitu salam kenal ya misha” ucapnya sambil memberikan tangannnya untuk berjabat tangan.
“salam kenal juga kak ezra” jawabku seraya menyambut jabatan tangannya.
“ehh...”
“apa kau butuh sesuatu?” tanyanya yang melihat gadis itu seperti mencari sesuatau.
“apa kau melihat pitaku?”
“pita?”
“iya pita berwarna ungu, seingatku tadi ada dirambutku kok bisa hilang “
“ini?” sambil memberikan sebuah pita yang bisa dipastikan itu milik gadis itu.
“iya” ucap misha langsung mengambil pita itu.
“apa kau suka memakai pita?”
“gak”
“lalu kenapa kau memakainya?”
“ini kado pertama dari ibuku saat masih kecil, jadi ini sangat berharga untukku”
"oh pantas saja kau kelihatan panik tadi”
“oh iya kak tadi yang di gudang kakak kan?”
“apa kau ingat kejadian di gudang?"
“tentu saja”
“tapi aku masih penasaran monster tadi itu siapa? Sepertinya kalian pernah bertemu”
“darimana kau tau kami pernah bertemu” tanyanya penasaran.
__ADS_1
“karena dia tadi bilang kau lagi itu berarti kalian pernah bertemu sebelumnya kan ?”
“karena kejadian seperti ini bukan pertama kalinya jadi itulah kenapa monster itu berkata seperti itu”
“itu berarti monster itu dah sering muncul di kampus ini?”
" sering gak sih cuman beberapa kali aja"
" dalam seminggu berapa kali kak ? "
" lima atau enam kali lah"
"apanya yang gak sering dia cuman absen 1 hari " gumamku kesal.
" hehe... Baiklah maaf"
"ooh iya kak, apa kakak punya kekuatan ? " tanyaku yang membuatnya menatapku.
"bagaimana bisa nih cewek ingat semua kejadian disana jelas aja tadi aku dah membuat lupa sama kejadian itu, sepertinya digaanku benar " batin pria itu.
" kenapa kau bertanya seperti itu ? " tanya ezra pura - pura tak tahu.
" karena seingatku kakak juga ada disana terus bertarung sama monster itu menggunakan kekuatan kakak"
" darimana kau tau ?"
" karena aku melihatnya dan gerakan kakak sama persis sama seseorang "
" siapa? "
" ada seorang pria tapi aku gak tau itu siapa"
"jadi kenapa kau terus mengingatnya jika tidak tau dia siapa?"
" karena di-"
.
Ceklek...
.
" kamu dah bangun ?" tanyanya berjalan mendekatiku.
"udah kak " ucapku sopan pada seorang wanita yang baru saja masuk
"syukurlah, oh iya ada apa kenapa kamu sampai jatuh pingsan"
" oh tad-"
"dia bilang kelelahan saat mencari kelas" potong ezra
"Benarkah?" tanya wanita itu ragu.
"ahh i-iya kak" ucapku sedikit gugup.
"kenapa pria ini menipunya " batinku menatap pria itu.
" baiklah nita kau keluar saja biar aku nanti yang menghantarkannya ke kelas"
" baiklah "
" kalau gitu aku pergi dulu ya " ucapnya lagi padaku sambil melambaikan tangan dan tersenyum.
ia pun berjalan keluar dan menutup pintu rapat.
"apa kah gila ? Bagaimana bisa kau menipunya"
"diamlah" sambil menutup mulutku.
"terserahku mau diam atau teriak itu hakku apa urusannya samamu, sekarang jawab saja aku meng-"
"ka-kau ma-mau apa ?" gugupku.
kini pria itu sangat dekat denganku dan menutup mulutku dengan tangannya hingga wajah kami hanya berjarak beberapa senti.
" lebih baik kau diam atau aku-" ancamnya.
"bisa melakukan apa saja padamu " bisiknya dengan nada sedikit menekan.
"ba-baiklah"
"baguslah nurut juga nih orang" batin ezra.
"tunggulah disini aku keluar dulu " ucapnya datar.
"iya"
"aneh banget nih orang kenapa dia, kelihatannya dia ada hubungannya sama monster itu sejak lama " batinku pelan sambil menatapnya berjalan.
Pria itu pun keluar pintu dan berdiri didepannya lalu mengeluarkan hp dari sakunya.
__ADS_1
"pa aku mendapat gadis berpita ungu itu"
"baik pa" katanya lalu mengakhiri telponnya.