Si Gadis Berpita Ungu

Si Gadis Berpita Ungu
SGBU Eps - 5


__ADS_3

"Ada apa pa? Kenapa papa mengumpulkan kami?"


"Raynard apa kau yakin dengan ucapanmu?"


"Iya pa aku yakin"


"Kau ezra ?"


"Tentang apa pa?"


"Gadis itu"


"Iya karena hanya kami berdua yang ada disitu. Sebenarnya apa yang terjadi ?"


Pak arsenio pun menceritakan semua kejadian yang terjadi pada raynard.


"Kau yakin kak?"


"Aku yakin tapi mungkin aku bisa menanyakan gadis itu besok"


"Besok?"


"Iya aku akan mengantar jemput gadis itu karena sepedanya kan kubuang waktu itu"


"Kak jujur sama kami sebenarnya dimana sepeda itu ? kenapa kau membuanganya? Kau pasti yang rencanakan hal ini kan ?"


"Iya karena aku lihat dia menggunakan pita ungu di rambutnya itu makanya aku berencana untuk mendekati gadis itu"


"Tapi bagaimana bisa ada dua orang mempunyai kekuatan yang sama, ada dua hal kemungkinan yang pertama mereka orang yang sama dan yang kedua kita salah perkiraan"


"Salah perkiraan?"


"Iya kita salah kalau gadis bernama misha itu bukanlah gadis yang mempunyai kekuatan tapi kita ditipu seakan -akan gadis itu lah orangnya"


"Itu bisa jadi sih pa"


"Kalau begitu misha dan gadis berpita ungu itu pasti sangat dekat dengan gadis itu dan pasti orang itu sebenarnya ada disekitar gadis itu"


"Benar"


"Berarti saat di aula dan melawan monster waktu itu sebenarnya ada orang lain yang  tak bisaku lihat sedang membantu gadis itu, begitu pa?"


"Itu bisa jadi"


"Kita harus menyerang gadis itu agar dapat mengetahuinya"


"Menyerang?" Ucap mereka berdua serempak.


.


...*** Keesokan Paginya ***...


.


Seperti biasa misha bangun sangat pagi menyelesaikan pekerjaan rumahnya lalu mandi dan membuat bekal makan siangnya tak lupa berpamitan dengan ibu dan neneknya.


"Bu misha pergi dulu ya"


"Nak kamu kesana naik apa ?"


"Tenang bu, aku bareng temanku cuman dia nunggu di simpang itu"


"Raynard yah?"


"Ngapa jadi dia, udahlah iya kan aja biar cepat" ujarnya pelan.


"Iya bu" jawabnya.


"kalau gitu misha pergi dulu ya bu" katanya lalu mencium tangan nenek dan ibunya.


Ia pun pergi dari rumahnya dengan senyuman dan pagi yang cerah.


"Wah... hari ini cuacanya bagus banget"


.


Tin... tin...


.

__ADS_1


"Siapa sih? Lagian aku dah pinggir juga"


.


Tin... tin...


.


Gadis itu dengan kesalnya melihat ke arah kaca mobil orang itu.


"Dia lagi!!! Astaga asal jumpa sama nih orang bawaannya pengen makan orang betul"


"Masuk" katanya singkat.


Gadis itu mengabaikannya lalu pergi begitu saja dan bukannya pergi pemilik mobil itu malah mengikutinya dari belakang dengan membunyikan klakson di sepanjang jalan itu.


"Nih orang beneran gila "


Dia pun berhenti lalu memandang orang itu kesal, melihat gadis itu berhenti pemilik mobil itu pun langsung turun dan menghampirinya.


"Naiklah kuantar "


"Gak perlu" ujarnya yang hendak pergi.


"Keras kepalanya"


"YAH RAYNARD TURUNKAN AKU" teriak gadis itu saat pria itu tiba -tiba menggendongnya paksa masuk ke dalam mobil itu.


"Kau keluar habis kau" ancamnya dengan mengeluarkan kekuatannya.


Misha yang melihat kekuatan di tangan raynard langsung menaikkan kakinya yang hendak turun tadi.


"Kenapa jadi agak ngeri nih orang" batinnya dengan perasaan takut.


Raynard melihat tingkah gadis itu hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya.


"Lucu juga nih orang kalau takut" batinnya lalu menutup pintu mobil.


Di dalam mobil dan di sepanjang jalan sama sekali tak ada suara perbincangan di antar mereka berdua.


"Apa kau mual ?" Tanyanya lembut.


"Kau kira aku hamil" ketusnya.


"Kau kan mabuk kalau naik mobil kalau mau mual biar kita berhenti nanti kotor pula mobilku "


"Biarin mobilmu kok bukan mobilku" santai gadis itu yang membuat lawan bicaranya menahan amarahnya.


"Bicara sama nih cewek beneran menguji kesabaran" batinnya.


"Aku nanya bagus - bagus nona kalau mau gelud bilang biar berhenti kita" dengan pengucapan yang menahan amarah.


"Aku gak pernah diabaikan tapi nih cewek selalu mengabaikan ucapanku buat kesal aja"


Gadis itu hanya memandang ke arah luar jendela, raynard yang melihat gadis itu langsung membuka kaca jendela itu.


Gadis itu diam merasakan sejuknya angin di pagi hari.


"Adem banget"


"Kau suka?"


"Eungh"


Pria itu tersenyum lebar saat melihat gadis itu di kaca spion.


"Manis" saat melihat gadis itu menutup matanya merasakan sejuknya angin pagi.


"Ohh iya misha aku boleh nanya gak ?"


"Apa?"


"Apa kau punya kembaran?"


"Gak"


"Buset singkat bet jawabnya" batinnya.


"Kenapa kau nanya soal itu ?"

__ADS_1


"Hah? Ohh gak ada, aku hanya penasaran soalnya aku pernah lihat ada orang yang mirip kali samamu ?"


"Benarkah?"


"Benar, kau mau tau ?" Ucapnya yang langsung diangguk gadis itu.


"Monster yang kita jumpai semalam"


"Wahhh kau kayaknya beneran mau mati hah?"


"Tapi emang benar sih lihatlah monster itu kalau di ajak bicara pasti selalu buat orang kesal terus selalu ngajak ribut"


"Ishh... buat orang kesal aja" kesalnya lalu memukul lengan pria itu keras.


"Aww sakit banget ini woi" rintihnya.


" terasa pun gak dikulitmu "


"Beneran sakit banget ini, gak percaya sini gantian "


"What ? Kau berani mukul aku ? Cih, pecundang banget berani sama cewek"


"Ck... gadis ini, berani cuman mukul orang tapi kalau mau dibalas malah cari alasan dibilang pecundang pula itu, sangat pintar sekali " batinnya.


"Kalau bukan karena papa dah ku hantam mulutnya itu"


Sesampainya di kampus misha langsung turun dari mobil itu.


"Awas!!" Ucap pria itu menangkap anak panah.


Gadis itu kaget dan terdiam di dalam pelukan pria itu, ia menatapnya bingung dengan panah ditangannya lalu ia juga melihat pria berjubah hitam dari kejauhan.


"Masuklah" katanya lalu berlari.


"eh tung-"


"siapa pria tadi ? kenapa raynard mengejarnya" bingungku.


Raynard yang mengejar pria berjubah hitam tadi akhirnya menemukannya.


" kau lagi, lama tidak bertemu"


"Apa alasanmu memanah gadis itu?"


"Aku hanya penasaran dengan gadis cantik itu sepertinya kalian cukup dekat"


"jauhi dia"


"kenapa? apa alasanku menjauhinya"


"dia punyaku, aku gak suka punyaku disentuh orang lain"


"benarkah? ck, kau saja gak bisa menyelamatkan shelia " remehnya.


"kau yang membunuhnya "


"hahaha.... Itu kebodohanmu"


"diam kau!!!"


"bagaimana jika aku sedikit bermain dengan gadis tadi"


"kau sentuh dia, aku gak akan segan membunuhmu!!" ucapnya penuh penekanan.


"sepertinya gadis itu sangat berarti untukmu"


"lebih baik urus jantungmu"


"diam kau! Semua ini karena salah ayahmu"


"ayahku? Itu karena ibumu bukan ayahku"


"apa maksudmu?"


"ibumu lah yang punya sumpah janji dengan monster - monster itu dan kau sebagai-"


"tum.. bal.. nya" sambungnya lagi.


"sialan kau, ibuku gak akan mungkin melakukan itu"

__ADS_1


"kenapa gak kau tanya saja langsung pada ibumu" santainya dan menghilang pergi.


"RAYNARD... AKKHHHH " teriaknya lalu berubah wujud menjadi monster dan menghancurkan semua hal yang ada di dekatnya.


__ADS_2